Investor Utah AS Berambisi Investasi Pariwisata di Indonesia

0
367
Salt Lake City Skyline UTAH AS

UTAH, test.test.bisniswisata.co.id: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, salah satu perusahaan perhotelan di Utah, Amerika Serikat berkomitmen untuk melakukan ekspansi di daerah pariwisata di Indonesia. Komitmen ini dinilai sangat positif terhadap upaya pemerintah dalam mengembangkan industri pariwisata nasional.

“Ini sejalan dengan program pemerintah dan BKPM dalam mendorong investasi di sektor pariwisata,” ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/5).

Franky mengatakan, Utah merupakan negara bagian yang memiliki middle income tertinggi dan mempunyai peluang untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Perusahaan-perusahaan internasional yang berasal dari Utah di antaranya jaringan hotel Marriott, perusahaan software Adobe, serta perusahaan platform marketplace E-Bay.

Saat ini, Utah memiliki program ekonomi salah satunya adalah mendorong para pengusaha Utah untuk dapat berinvestasi di negara-negara lain. Franky berharap para pengusaha tersebut dapat melihat Indonesia sebagai lokasi yang potensial untuk perluasan bisnis.

Menurut Franky, para pengusaha Utah di level middle sampai high income tersebut sangat terbuka untuk berbisnis di level internasional yang ditandai dengan banyaknya perusahaan-perusahaan besar asal Utah.

Letnan Gubernur Utah Spencer J Cox mengatakan, Utah adalah negara bagian terbaik untuk berbisnis karena biaya berbisnis di Utah cukup rendah. “Jika San Fransisco memiliki Silicon Valley, Utah memiliki Silicon Slopes yang merupakan istilah karena Utah juga sudah mulai menjadi markas perusahaan IT seperti Adobe dan E-bay. Slopes berasal dari ski resort yang sangat terkenal di Utah dan ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga internasional di awal tahun,” ujar Spencer.

Amerika Serikat tergolong negara prioritas pemasaran investasi. Dari data yang dimiliki oleh BKPM pada 2015, nilai realisasi investasi AS mencapai 893 juta dolar AS terdiri dari 261 proyek dengan didominasi oleh sektor-sektor pertambangan. Sedangkan, komitmen investasi dari Amerika Serikat sebesar 4,8 miliar dolar AS terdiri dari 76 proyek. (*/NDY)

LEAVE A REPLY