Investor Tertarik Hidupkan Merpati

0
565

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Maskapai Merpati Nusantara Airlines yang menghentikan seluruh operasionalnya sejak 2014, ternyata ada investor atau penanam modal yang tertarik menghidupkan kembali penerbangan Merpati. Investor itu dari dalam dan luar negeri, yang menyatakan siap membantu pendanaanya sekaligus menyelesaikan hutang Merpati Rp3,5 triliun per Desember 2015.

“Kami belum bisa menjelaskan secara rinci siapa saja investor itu. Namun, ke depan stop bleeding, baru undang investor. kalau stop bleeding kan investor baru tertarik. Baru kita reschedule utangnya sepanjang mungkin supaya si investor lihat worthed untuk masuk. Investor di kuartal I 2016, kita undang investor baru,” papar Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Jika sudah sehat dan beroperasi kembali, sambung Aloysius, karyawan Merpati akan diizinkan untuk kembali bekerja di maskapai plat merah. Namun saat ini, status para karyawan harus diberhentikan. “Iya semua di PHK, dia seperti lahir kembali. Nanti dia punya hak untuk diminta kembali masuk atau diwawancarai bila Merpati sudah sehat,” tandasnya.

Dijelaskan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih terus berupaya menghidupkan kembali maskapai PT Merpati Nusantara Airlines, dengan mengundang para investor agar rencana ini bisa teralisasi. Namun sebelum itu, permasalahan dengan para karyawan Merpati akan diselesaikan terlebih dahulu. “Aset memang sudah tidak ada tapi nama Merpati masih bagus. Kami akan privatisasi, tapi langkah pertama kami selesaikan persoalan karyawan,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, hak karyawan yang masing menjadi tanggungan Merpati mencapai Rp 1,4 triliun. Sedangkan total utangnya mencapai Rp 3,5 triliun per Desember 2014. Kementerian BUMN, rencananya akan membantu menuntaskan tunggakan gaji karyawan sebesar Rp 300 miliar. Dan untuk pesangon akan dibahas dengan investor yang tertarik nantinya.

“Hak normatif karyawan itu senilai Rp 1,4 triliun. Kami harus negosiasi, yang penting gaji terhutang kami selesaikan, kalau pesangon kami akan bicarakan dengan calon investor. Terutama yang penting gaji terutang sampai Rp 300 miliar. Itu dulu, baru pesangon kami pikirkan,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY