Investor Makin Minati Sektor Pariwisata

0
493
Turis naik becak

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut minat investor yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata di Indonesia, grafiknya semakin meningkat.

Sepanjang periode Oktober 2014 hingga Juni 2015 terdapat pengajuan izin prinsip untuk sektor pariwisata sebesar Rp168,9 triliun. Artinya, Jumlah ini naik 102,89 persen dibandingkan periode yang sama 2014 hanya Rp83,24 triliun.

“BKPM meletakkan pengembangan pariwisata bersama kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus sebagai salah satu prioritas pemasaran investasi. Pengembangan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata karena adanya dukungan infrastruktur,” kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta, Rabu, (22/07/2015).

Menurutnya, kawasan ekonomi khusus memiliki peranan strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. “Sebagai contoh KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat yang berpotensi menyerap 58 ribu tenaga kerja langsung dan 200 ribu tenaga kerja tidak langsung sejak masa konstruksi,” ucapnya.

Franky menambahkan, selain pengajuan izin prinsip, tim pemasaran investasi BKPM juga mencatat adanya 12 investor yang menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di sektor pariwisata dan kawasan industri. Dari jumlah itu, 7 di antaranya sudah menyampaikan nilai rencana investasi sebesar US$12,87 miliar. “Juga terdapat minat investasi yang cukup serius sebanyak satu investor dengan nilai investasi US$2,45 miliar,” jelasnya.

Minat investasi yang serius, lanjut dia, diharapkan dapat segera direalisasikan pengajuan izin prinsipnya dalam waktu dekat ini. Bahkan, 11 minat investasi lainnya masih dalam tahap melakukan studi kelayakan dan pencarian lokasi. Tim pemasaran BKPM sedang memfasilitasi tersebut, termasuk mendampingi dalam proses lokasi investasi yang tepat bagi investor.

Memang, pemerintah menempatkan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam bentuk kawasan industri dan KEK sebagai salah satu prioritas pembangunan. Pemerintah merencanakan mengembangkan 15 kawasan industri baru dan 17 KEK yang baru, termasuk di dalamnya sepuluh KEK Pariwisata.

Pengembangan KEK tersebut melengkapi delapan wilayah KEK yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu KEK Sei Mangke di Sumatera Utara, KEK Tanjung Api-Api di Sumatera Selatan, KEK Tanjung Lesung di Banten, KEK Mandalika di NTB, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kalimantan Timur, KEK Palu di Sulawesi Tengah, KEK Bitung di Sulawesi Utara dan KEK Morotai di
Maluku Utara.

BKPM merencanakan untuk mendorong adanya integrasi perizinan di wilayah Kawasan Industri dan KEK melalui pengembangan nota kesepahaman dengan Gubernur, Bupati dan Walikota yang wilayahnya memiliki Kawasan Industri atau KEK.

Hal tersebut dilakukan guna memberi dampak nyata integrasi perizinan investasi pusat dan daerah terhadap masuknya investasi serta menggerakkan perekonomian. (*)

LEAVE A REPLY