Investor China Bangun Kawasan Wisata Pulau Kera Rp 150 M

0
295
Pulau Kera Kupang NTT (Foto: Liputan6.com)

KUPANG, Bisniswisata.co.id: Sekitar 28 investor asal Tiongkok tertarik membangun kawasan wisata Pitoby Raya Resort di Pulau Kera, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) degan investasi sebesar Rp150 miliar.

“Para pengusaha China itu telah mengunjungi Pulau Kera, Kamis, dan akan melakukan investasi di pulau kecil yang terletak di bibir Pantai Kota Kupang itu sekitar Rp200 miliar,” kata Bobby Pitoby, CEO Pitoby Grup seperti dilansir laman Industry.co.id, Sabtu (09/09/2017).

Para pengusaha dari Tiongkok itu, sambung dia, bukan hanya membangun resort di Pulau Kera, tetapi juga mengembangkan pulau kecil itu menjadi sebuah objek wisata yang menarik bagi wisatawan. “Saya sudah berkoordinasi dengan konjen RRT di Denpasar, Bali Hu Yinguan saat mengantar 28 pengusaha asal Negeri Tirai Bambu itu berkunjung ke Pulau Kera,” ungkapnya.

Pitoby Group telah siap berinvestasi membangun Pitoby Raya Resort memanfaatkan lahan yang seluas 25 hektare dari total lahan yang dimiliki sekitar 40 hektare lebih di Pulau Kera. Selain membangun resort atau hotel eksklusif itu, Pitoby Group juga mengembangkan potensi kelautan yang dijadikan sebagai arena Water Sport (permainan laut) dan sejenisnya.

“Kami juga akan bangun berbagai infrastruktur pendukung lainnya seperti dermaga, area loby, presidential suite yang di dalamnya terdapat kolam renang eksklusif,” kata Bobby.

Pulau Kera salah satu pulau yang berada di daerah timur, tepatnya dekat dengan kota Kupang. Untuk mencapai ke pulau ini perlu menyeberangi Kota Kupang menggunakan kapal penduduk sekitar. Pulau ini mungkin tidak terkenal Pulau yang sering menjadi tujuan wisata turis khususnya wisatawan Indonesia, namun pesona Pulau Kera tidak kalah cantiknya. Paling tidak Pulau Kera masuk kedalam salah satu top list Pulau Cantik.

Mendengar nama Pulau Kera, mungkin dikira banyak monyet di pulau tersebut. Pulau Kera bukan berarti Pulau Monyet. Tidak ada satupun kera di pulau ini, namun nama ini berasal dari Kata “Kerang” namun lama-lama huruf “ng” hilang sehingga menjadi “kera”, bisa saja karena pengaruh penyebutan penghuni Pulau Suku Bajo yang sering menyebut “ng” menjadi “n”.

Pulau ini hanya dihuni tidak lebih dari 100 orang kepala keluarga. Rumah di pulau ini sangatlah sedehana, hanya dengan tiang dan penutup seadanya yang mirip gubuk. Penduduk Pulau Kera sangat ramah kepada pendatang. Karenanya anda disarankan untuk membawa makanan untuk dikonsumsi dan diberikan kepada penduduk sekitar. Pasalnya, penduduk Pulau Kera hidup dengan sederhana sekali.

Pulau ini terkenal mempunyai hamparan pantai dengan pasir seputih salju. Keindahannya bahkan bisa terlihat dari seberang lautan. Pasir putihnya berkilau indah dan mengundang anda untuk mendekat. Ombaknya pun tenang, jadi anda bisa bermain sepuasnya di bibir pantai, berjemur, bermain ombak atau pasir, juga memiliki berbagai jenis ikan karang, terumbu karang, dan pemandangan laut yang sangat indah sambil menikmati keramahan penduduk pulau Kera.

Pulau Kera adalah surga yang keindahannya begitu mempesona. Tempat ini bisa jadi pilihan terbaik bagi mereka yang ingin refreshing, kepas dari rutinitas aktivitas harian. Pulau kera juga bisa menjadi tempat wisata yang patut di perkenalkan kepada wisatawan dalam maupun luar negeri. (*/BBS)

LEAVE A REPLY