Instruksi Pejabat Gunakan Kelas Ekonomi, Garuda Ketar-ketir

0
1354

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Instruksi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Sumarno yang mengimbau agar pejabat menggunakan kelas ekonomi dalam penerbangan, membuat Garuda Indonesia ketar-ketir karena akan mengurangi jumlah penumpang bisnis di maskapai plat merah.

“Kita belum lihat instruksinya baru lihat di media, tunggu saja. Tapi, itu berdampak negatif karena akan mengurangi jumlah penumpang di kelas bisnis,” kata Executive Vice Presiden Marketing dan Sales Garuda Indonesia Erik Meijer di Jakarta, kemarin.

Jika instruksi itu berlaku, lanjut Erik, Garuda harus menyiasati agar pelanggan bisnis tidak hilang karena segmen tersebut mempunyai porsi yang besar, baik pejabat BUMN maupun swasta. “Belum tahu besaran penurunannya, juga belum bisa diprediksi,” jelasnya.

Selain itu, Garuda Indonesia belum siap apabila harus merombak penerbangan seluruhnya menjadi kelas ekonomi karena harus melalui berbagai tahap sesuai standar internasional dan akan memakan waktu yang sangat lama.

“Tidak segampang itu. Jadi pesawat itu apapun perubahannya harus melalui proses sertifikasi internasional, karena semua terkait keselamatan penerbangan, perubahan drastis dalam konfigurasi pesawat itu pasti butuh waktu lama bisa sampai satu tahun atau lebih,” katanya.

Sehingga, kata dia, tidak bisa diputuskan dalam waktu dekat karena harus melihat keterkaitannya tersebut. Tapi, Garuda sudah melakukan diskusi untuk menyiasati apabila perintah tersebut betul-betul dijalankan.

Komisaris BUMN itu secara pribadi menyiratkan belum siap dengan adanya perintah tersebut. “Aturannya belum keluar, jadi kita harus lihat dulu lah,” katanya sambil tersenyum.

Secara umum, dia mengatakan Garuda berharap perintah menteri tidak diberlakukan karena faktor-faktor tersebut.”Kalau dari Garuda jelas kita berharap jangan, tapi mau enggak mau kalau sudah jalan, kita ‘nurut’,” katanya seperti diunduh laman SP.com, Jumat (7/11/2014).

Pernyataan tersebut menyusul perintah Menteri Rini yang mengimbau seluruh direksi dan pejabat perusahaan milik negara agar menggunakan penerbangan kelas ekonomi saat melakukan perjalanan dinas. Imbauan tersebut dalam rangka efisiensi anggaran perusahaan dari pos perjalanan luar kota.

Berdasarkan catatan, jumlah BUMN saat ini berkisar 138 perusahaan atau rata-rata satu perusahaan terdapat 30 orang yang masuk kategori pejabat, secara keseluruhan jumlahnya berkisar 4.000 orang. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY