Inovasi Lumpia dengan Enam Rasa

0
1112

SEMARANG, test.test.bisniswisata.co.id: Lumpia, camilan khas Semarang terbuat dari kulit pastry diisi sayuran cincang (wortel, kubis, kacang hijau, rebung dan daun bawang) juga udang, ayam dan daging. Kini lumpia mengalami inovasi dengan sajian enam rasa untuk memenuhi selera penyukanya.

“Basis lumpia memang rebung. Namun, saya kembangkan varian rasanya, ternyata banyak yang suka. Inovasi harus dilakukan namun tidak meninggalkan basis awalnya,” kata pemilik Lumpia Delight, Meliani Sugiarto saat menerima penghargaan rekor varian lumpia Semarang terbanyak dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) , di Semarang, Sabtu (27/2) malam.

Cik Meme, sapaan akrab Meliani, menjelaskan pengembangan rasa lumpia itu dilakukan untuk memperkaya menu lumpia yang menjadi makanan khas Semarang, di samping agar penikmatnya tidak bosan.

Keenam rasa lumpia tersebut adalah Raja Nusantara (rasa jamur Nusantara) yang berisi campuran jamur dan kacang mete, Kajamu (kambing jantan muda) dengan campuran daging kambing muda.

Kemudian, Lumpia Fish dengan campuran daging ikan kakap, Crab atau lumpia berisi daging kepiting, original dengan campuran udang, rebung, dan ayam, serta Plain untuk kalangan vegetarian.

Ibu satu anak itu juga tidak sembarangan dalam meracik olahan lumpia karena selalu dikonsultasikan dengan sang ayah, Tan Yok Tjai yang merupakan generasi kedua pendiri Lumpia Mataram, Semarang.

“Setelah enam varian lumpia ini, rencana mengembangan varian-varian lain pasti ada karena saya tidak mau berhenti berkreasi. Varian lumpia apa lagi? Tunggu saja,” kata Cik Meme.

Atas kreasinya mengembangkan empat varian lumpia itu, Leprid memberikan penghargaan kepada Cik Meme sebagai pencipta varian menu lumpia terbanyak dan Tan Yok Tjai sebagai salah satu pakar lumpia.

Tak lupa, Lumpia Delight juga dianugerahi penghargaan dari Leprid yang dipimpin Paulus Pangka sebagai restoran yang memiliki varian menu lumpia Semarang terbanyak, yakni enam varian.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi upaya Cik Meme dengan Lumpia Delight-nya dalam melestarikan salah satu makanan khas Kota Semarang, yakni lumpia.

“Lumpia Delight ternyata tidak hanya terkenal di Semarang, tetapi juga di kota-kota lain. Dengan ini, kotanya (Semarang, red.) juga ikut ‘ngetop’ dan membuat banyak orang datang,” pungkasnya.

Lumpia biasanya disajikan sebagai pembuka atau makanan ringan. Ada yang digoreng juga ada yang basah. Kini Lumpia yang asalnya dari negara China, kini sudah menyebar ke bebarapa negara,

Di Filipina adalah hidangan paling umum yang biasa ditemukan dalam setiap jenis perkumpulan dan perayaan. Di Belanda, Belgia dan Perancis dieja loempia merupakan bahasa Indonesia ejaan lama juga telah menjadi nama generik untuk ” spring roll ” di Belanda dan Perancis .

Di Vietnam lumpia, dibungkus dalam sepotong tipis kue mirip spring roll.Di Venezuela, juga dieja “lumpia” dan diperkenalkan oleh orang Cina yang bermigrasi ke Amerika Selatan. (*/e)

LEAVE A REPLY