Ingin Ketemu Jokowi, Mario Nekat Menyelinap di Roda Pesawat Garuda

0
563
Mario , kaos biru dan menutup wajahnya dengan jaket (Foto: metrotvnews.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Siapa sangka, Mario Steven Ambarita, 21, penumpang gelap pesawat Garuda Indonesia GA 177 sanggup bertahan terbang selama lebih dari satu jam di rongga roda pesawat. Pemuda asal Rokan Hilir, Riau, ini nekat melakukan aksi berbahaya itu demi bertemu Presiden Joko Widodo.

Remaja bertubuh kecil pendek dan berkulit cokelat itu, berangkat dari rumahnya di desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah menuju Pekanbaru. Steven dikabarkan langsung menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Mario bobol dari pengawasan petugas bandara. Ia menerobos pagar bandara kemudian masuk ke dalam rongga roda belakang pesawat.

Bagaimana ia bisa lolos dari pengawasan petugas bandara? Jawabannya masih menunggu pemeriksaan dari Otoritas Bandara Soetta pada Rabu 8 Maret. “Rabu rencana kita akan gelar konferensi pers, teman-teman akan tau lah,” ujar Kabag TU Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Israfulhayat di kantor Otoritas Bandara Soetta Jakarta.

Mario kemudian terbang ‘menggantung’ di roda pesawat dari pukul 13.00 WIB dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.15 WIB. Ketika pesawat mendarat, Mario ditemukan petugas bandara saat pesawat parkir di Bandara Soeta, Mario berjalan terhuyung-huyung. Kondisi fisiknya sangat lemah. Kondisi kesehatannya memburuk akibat kekurangan oksigen sampai akhirnya ia dibawa ke klinik terminal 2 Bandara.

Setelah kondisi membaik, Mario digelandang ke Polres Bandara untuk pemeriksaan. Wajahnya masih tampak lesu dan tangan kanannya juga dibalut perban. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya saat awak media meminta keterangan. Mario yang mengenakan kaos biru terus menutup wajah dengan jaket miliknya.

Mario juga tak mau membeberkan alasan kenapa ia ingin bertemu Presiden Jokowi. “Buat apa saya ceritakan sekarang, kalau saya sampaikan sekarang, udah gak ada istimewanya lagi,” ujar penyidik sambil meniru perkataan Mario.

Sebagai informasi, Steven merupakan anak dari pasangan Manahan Ambarita dan Iar boru Sitanggang. Orangtuanya bekerja di sebagai petani Kebun Sawit. Dia tinggal di Jalan Ki Hajar Dewantara, Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau.

Kasubag Humas Polres Bandara Soetta, Ajun Komisaris E. Sutrisna menjelaskan kasus penumpang gelap pesawat Garuda Indonesia GA 177, Mario Steven Ambarita akan ditangani oleh otoritas Bandara Soekarno-Hatta. “Tidak akan dilimpakan ke sini (polres bandara), dia kan ada PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) nya, mereka yang tangani,” paparnya seperti dilansir laman metrotvnews.com, Rabu (8/4/201).

Israfulhayat menambahkan, pihaknya telah membentuk PPNS untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Terkait perkembangan informasi masih menunggu hasil pemeriksaan dari PPNS,” ujar Israfulhayat. ****

LEAVE A REPLY