Information & Communication Technology Pariwisata masih Rendah

0
405
dunia digital

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Infrastruktur Information & Communication Technology (ICT) pariwisata Indonesia, masih sangat rendah. Padahal era digitalisasi, keberadaan ICT sangat dibutuhkan bagi dunia pariwisata untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Karena itu, sumbangsih Telkom Solution diharapkan bisa meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia dilevel global,” papar Muhammad Awaluddin, Direktur Enterperise & Business Services Telkom Indonesia di Jakarta, Rabu (18/05/2016).

Dijelaskan, selama 16 tahun kehadiran Telkom Solution, sebagai layanan solusi total ICT melalui Divisi Enterprise Service, Telkom kini hadir sekaligus menguatkan komitmen mendukung kemajuan bangsa, termasuk membangun pariwisata.

Dukungan itu, diwujudkan melalui digitalisasi ekosistem bisnis sektor pariwisata. Sehingga pariwisata dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi bangsa yang dapat menyumbang 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. “Telkom akan berusaha memberikan kontribusi melalui dukungan ICT untuk mewujudkan hal itu,” lontarnya.

Diakui, Telkom Solution memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai Digital Tourism Kingdom melalui penyediaan solusi digital ekosistem yang terintegrasi, layanan big data analytic, digital marketing, dan penyediaan ICT solution sesuai value chain dari industri pariwisata.

Sumbangsih digitalisasi industri yang dilakukan Telkom Solution, dengan memberikan layanan digitalisasi sistem ticketing di destinasi wisata, seperti Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Seluruh layanan ini, kata dia, merupakan persembahan dari Telkom Solution untuk dunia pariwisata Indonesia agar dapat menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Selain itu, Telkom Solution mendukung layanan digitalisasi hotel yang diadopsi beberapa chain hotel, seperti Accor dan Intiwhiz Internasional.

Bahkan menghadirkan kemudahan layanan delivery dan digitalisasi bisnis proses pelayanan di jaringan cafe dan resto, seperti KFC, Mc Donalds, Pizza Hut, dan Mitra Adi Perkasa Food & Beverage (Starbucks, Burger King, Domino Pizza, Krispy Kreme), ucapnya.

“Telkom Solution sebagai layanan total solusi ICT Divisi Enterprise Service berharap dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan enterprise customer berdasarkan sektor industri sebagai kontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” sambungnya.

Memang, pemanfaatan infrastruktur ICT pariwisata yang terintegrasi merupakan kebijakan strategis dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia. Mengingat, lima tahun kedepan target kunjungan 20 juta wisatawan asing dan memiliki daya saing global dengan menduduki ranking 30 dunia.

Saat ini daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 50, dalam lima tahun ke depan ditargetkan meningkat menjadi ranking 30 dunia. Salah satu yang segera dilakukan perbaikan adalah infrastruktur ICT. (endy)

LEAVE A REPLY