Industri Film Indonesia Ditawarkan ke China

0
380

BEIJING, test.test.bisniswisata.co.id: BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan investasi di bidang industri film kepada pengusaha China. Tujuannya untuk memajukan industri perfilman nasional. Selain itu untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia yang memiliki kekayaan alam, budaya, bahari yang sangat cocok untuk lokasi pembuatan film.

“Kami membuka kepemilikan asing dalam industri film sebesar 100 persen, guna mendukung industri kreatif di Indonesia, termasuk pariwisata,” tegas Kepala BKPM Franky Sibarani pada Forum Bisnis Investasi Indonesia di Beijing, Kamis.

Franky menambahkan bahwa Indonesia memiliki populasi terbesar keempat dunia, sekitar 250 juta orang. Namun, jumlah bioskopnya hanya 1.100 dan masih terbatas jumlah filmnya.
“Pemintah merevisi daftar negatif investasi dan membuka 100 persen investasi asing dalam industri perfilman. Kebijakan itu meliputi pembuatan, peredaran atau distribusi, eksibisi atau bioskop, yang dimasukkan dalam kajian revisi Peraturan Presiden No 39 tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan persyaratan di Bidang Penanaman Modal,” jelas dia.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal menyebutkan, industri perfilman masuk ke dalam kelompok pariwisata dan ekonomi kreatif. Di subbidang jasa teknik film kategori studio pengambilan gambar, laboratorium pengolahan, sarana pengisian suara, dan pencetakan dan/atau penggadaian film, investasi asing diperbolehkan 49 persen.

Untuk sarana pengambilan gambar, penyuntingan, dan pemberian teks, wajib 100 persen kepemilikan dalam negeri. Begitu juga kepemilikan untuk subbidang usaha pembuatan, pengedaran, dan pertunjukan film, seperti ekshibisi, wajib 100 persen dalam negeri. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY