Indonesia Tawarkan Wisata Spa Etno Wellness

0
2050
Spa tradisional Indonesia (foto : http://nowjakarta.co.id)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Daya tarik wisata di Indonesia, terus digali dan dikembangkan. Perkembangan terbaru, Indonesia kini menawarkan wisata spa Etno Wellness, yakni tradisi perawatan kecantikan dengan ramuan tradisional dari rempah-rempah yang tumbuh di Indonesia.

Hasil penelitian Indonesia Wellness Master Association (IWMA) bersama Kementerian Pariwisata menetapkan sembilan etno wellness khas Indonesia, yang siap bersaing dengan perawatan kecantikan lainnya dari seluruh dunia. Sembilan wisata spa ini, sebenarnya sudah berkembang lama, yakni era kerajaan yang ada di Indonesia dan kini dimunculkan lagi.

Kesembilan etno wellness Indonesia: Tangas dari Betawi (Jakarta), Batangeh Minang (Sumatera Barat), Oukup Batak (Sumatera Utara), Lulur Jawa, Boreh Bali, So’oso Madura, Batimung Banjar (Kalimantan Selatan), Bakera Minahasa (Sulawesi Utara), Bedda Lottong Bugis (Sulawesi Selatan).

“Jumlah wisata spa Etno Wellness akan terus bertambah, mengingat masih banyak tradisi perawatan kecantikan dengan ramuan tradisional dari rempah-rempah yang tumbuh di Indonesia, yang belum digali. Mungkin dari Lampung, Lombok, Papua akan muncul etno wellness lainnya. Nah ini yang tengah kita cari informasinya,” papar Achyaruddin, Direktur Pengembangan Pariwisata Minat Khusus Kementerian Pariwisata saat jumpa pers “Beauty Professional Indonesia (BPI) 2015”, di Jakarta, Kamis (28/5).

Menurutnya, perkembangan wisata spa di dunia mengalami tren yang cemerlang. Selain menjadi gaya hidup, juga perawatan kecantikan sangat dibutuhkan wanita juga pria agar penampilan yang lebih bagus. Dan Indonesia harus tampil beda dengan negara-negara lain yang sudah mengembangkan spa lebih dulu.

Apalagi, industri kecantikan Indonesia tengah mempersiapkan diri memasuki ranah health tourism ataupun estetic tourism.
Etno wellness sangat mungkin menjadi kunci Indonesia untuk menjadi pusat health tourism dunia, sambungnya.

Menurutnya, saat ini Indonesia menjadi incaran, industri kecantikan, termasuk spa dari negara lain. Mengingat, potensi pasarnya luar biasa juga warga Indonesia suka dengan perawatan tubuhnya. “Karena itu, kami tekankan jika industri kecantikan asing, terutama spa ke Indonesia harus bisa memasukkan salah satu unsur etno wellness itu, agar tradisi spa nusantara ini bisa berkembang,” lontarnya.

Karena itu, tambah dia, Kementrian Pariwisata meminta agar Pemda se Indonesia bisa mengeluarkan Perda agar etno wellness ini bisa dimasukkan dalam setiap investasi asing sektor spa, yang kini sudah merebak di penjuru nusantara, terutama di daerah kawasan wisata.

Patricia M. Priyatna, Project Director BPI 2015 mengemukakan Indonesia adalah negara penyumbang terbesar kelima, setelah Jepang, Korea, Thailand, dan Taiwan, untuk Asia Pasifik dalam hal kecantikan dan perawatan tubuh. Jumlahnya mencapai US$ 3 miliar. “Di Asia Pasifik sendiri dunia kecantikan dan perawatan tubuh telah memberi kontribusi senilai US$ 125 miliar,” imbuh Patricia.

Dilanjutkan, melihat industri kecantikan di Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat, PT Indonesia Trade Exposition (ITE) mengelar trade exhibition skala internasional yang melibatkan perusahaan-perusahaan di dalam industri kecantikan dari Indonesia dan mancanegara seperti Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Thailand.

Pameran produk kecantikan itu, bertajuk Beauty Professional Indonesia (BPI) 2015., yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2015. Sekitar 250 produk kecantikan dari 15 negara bakal dipamerkan, sambung Patricia.

“Eveny BPI 2015 juga memberikan platform pada pengobatan dan ramuan tradisional Indonesia yang dengan rempah-rempah dan saat ini kembali diangkat dengan istilah Etno Wellness sebanyak sembilan Etno Wellness Indonesia,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY