Indonesia Genjot Kunjungan Wisatawan Melalui Festival

0
314

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia kaya dengan berbagai kegiatan festival yang unik dan menarik. Festival memang menjadi ciri dan atraksi utama setiap daerah untuk menarik kunjungan wisatawan baik nusantara maupun mancenagara.

Sepanjang tahun 2017, lebih dari 100 kegiatan festival yang diselenggarakan di pelbagai daerah di Tanah Air sebagai daya tarik untuk mendatangkan kunjungan 15 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan menggerakan 265 juta wisatawan nusantara (wisnus) sebagai target tahun 2017.

“Memang berbagai festival sudah dgelar di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. Nah tingkat pusatnya akan kita gelar dalam FESTIVAL Indonesia Festival atau FESTinFest. Jadi setiap daerah akan menapilkan budaya, seni, kuliner, kerajinan tampil di Balairung ini, setiap mingunya secara bergiliran,” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka FESTinfest di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (26/1).

Menpar melanjutkan festival budaya harus bisa dijual ke wisatawan. Festival yang baik tidak saja melestarikan budaya tetapi juga ada nilai keekonomiannya. “Semakin banyak festival, semakin menyejahterakan rakyatnya,” katanya.

Disisi lain, lanjut dia, Festival yang baru pertama kali ini selain sebagai sarana untuk mempertemukan para penyelenggara festival untuk saling bertukar pengalaman dan mengembangkan kerjasama juga sebagai peluncuran semaraknya festival sepanjang 2017.

FestinFest 2017 menjadi sarana strategis untuk menghimpun berbagai potensi, pengalaman dan kerja sama festival di seluruh Indonesia agar dapat terselenggara secara efektif, semarak dan berdaya guna. Juga diperkenalkan program pengembangan Gedung Sapta Pesona sebagai salah satu destinasi pariwisata dan pengelolaan informasi festival di seluruh Indonesia.

“Pada kesempatan ini diperkenalkan Pekan Budaya Nasional serta persiapan Indonesian Cultural Asiade (ICA) dalam rangka Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang pada 2018,” tambahnya.

Taufik Rezan, panitia penyelenggara FESTinFest menjelasakan festival selama empat hari menampilkan pameran, pertunjukan, seminar, dialog, pemutaran film, kuliner dan minikarnaval. Dua hari pertama (Kamis dan Jumat) khusus para peserta dan pegawai Kemenpar, sedangkan dua hari terakhir (Sabtu dan Minggu) terbuka untuk umum.

Selain diskusi terkait Crossborder, kata Taufikm Kemenpar menggelar pameran dan pertunjukan 10DEST.I.Nation. Paparan karya digelar melalui barang temuan (found object), folklore, narasi mitos, sejarah dan respon artistik terhadap sepuluh destinasi utama.

“Karya ini bukan saja membangun narasi baru, namun juga realitas bayangannya sendiri, dan terciptanya branding baru. Pertunjukan dikoreografi dalam alur perjalanan penceritaan berdasarkan visual, gerak, folklore dan kolaborasi antar seniman. Koreografi utama dilakukan oleh Jecko Siompo dengan kolaborasi dengan Animale Pop, Nungki, Besur, Suryadi,” tandasnya.

Hari pertama,Kamis – 26 Januari 2017, opening ceremony, Seminar Festival Indonesia bertema “Mencari Panduan dan Kerjasama “, Sarasehan Penyelenggara Festival dan Event Organizer; Diskusi Terarah (FGD) Pemangku Kepentingan (Budaya, Bahari, Internasional, Mice dan Olahraga), Festival Internasional ; Curah Pendapat (public hearing); Festival Destinasi Utama; Sosialisasi Indonesian Cultural Asiade dan Pekan Budaya Nasional; Pertemuan Kesepahaman dan Kerjasama antar festival; serta Malam Budaya Nusantara.

Hari kedua, Jumat – 27 Januari 2017, Sarasehan Pariwisata ; Forum General Diskusi Terarah; dan Malam Budaya Nusantara.

Hari ketiga, Sabtu – 28 Januari 2017, sosialisasi cultural asiade; sosialisasi pekan budaya nasional perkenalan festival daerah ; pertemuan kesepahaman dan kerjasama antar festival ; Malam Ragam Rasa,

Hari keempat, Ahad 28 Jnauari 2017, pameran dan parade on the street yang memamerkan poster dan foto festival di Indonesia dan show off budaya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.