Indonesia Fokus Kembangan 10 Destinasi Wisata Potensial

0
710
Pariwisata Mandalika NTB dipadati wisatawan

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Era Presiden Joko Widodo (Jokowi) pariwisata Indonesia mendapat perhatian serius. Terbukti target kunjungan wisatawan mancanegara ditingkatkan menjadi 20 juta pelancong dalam lima tahun ke depan. Juga, dana promosi wisata ditambah. Berbagai sarana dan prasarana menuju lokasi destinasi wisata dibenahi. Dan kini Indonesia fokus mengembangkan 10 destinasi wisata potensial dari total 222 lokasi objek wisata yang ada di Indonesia.

“Jadi kita akan mengembangkan daerah-daerah yang memiliki pariwisata yang sangat baik, sangat potensi dikunjungi wisatawan namun belum dikenal. Saat ini ada sekitar 222 daerah yang akan dikembangkan. Namun untuk tahun ini, kami akan fokus kepada 10 daerah lebih dahulu. Supaya ada momentum di dalam penciptaan tourism, ” papar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli saat ditemui usai Rapat Koordinasi di kantornya, Senin (14/9/2015).

Kesepuluh destinasi wisata yang sangat potensial itu, lanjut mantan Menteri Perekonomian di era Presiden Gus Dur, yakni Kepulauan Seribu Jakarta, Danau Toba, Gunung Bromo Jawa Timur, Labuan Bajo Flores, Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB), Morotai Maluku, Wakatobi, Tanjung Lesung Banten, Belitung dan Jogjakarta. “Bali tidak masuk karena namanya sudah dikenal di penjuru dunia, kita akan kembangkan objek wisata di luar Bali,” jelasnya.

Pengembangan itu, sambung menteri, seperti mempromosikan dan mempublasikan secara gencar ke dunia Internasional. Juga memperbaiki sarana dan prasarana mulai bandara, pelabuhan, kereta api termasuk jalan menuju ke tempat wisata. “Selain itu, mengatur beberapa strategi agar sepuluh detinasi potensial ini bisa dikenal dan dikunjungi turis asing,” tambahnya.

Untuk itu, Rizal mengungkapkan, perlu adanya koordinasi yang baik antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk masalah anggaran. “Kalau perlu ada perubahan-perubahan. Kita akan membahas perubahan anggaran ini di DPR sampai minggu kedua Oktober,” ungkap dia.

Langkah lainnya dengan menambah negara-negara penerima fasilitas bebas visa. “Ini merupakan cara yang paling tepat untuk menambah cadangan devisa kita juga. Tapi, kita seleksi lagi negara-negara ini. Kalau negara yang aktif dalam kejahatan narkotika dan aktif dalam ekport ideolegi kekerasan garis keras ini pasti akan kita coret. Karena kita nggak mau kalau Indonesia menjadi negara yang ada pertentangan ideologi garis keras. Itu strategi yang pertama,” lontarnya serius.

Menteri Perhubungan Igansius Jonan, menambahkan tengah melakukan banyak upaya untuk menggaet banyak wisatawan agar melancong ke tanah air. Mulai perbaikan sarana transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan kereta api.

“Kalau untuk pariwisata itu, kita perbaiki bandara-bandara lalu memperbaiki pelabuhan-pelabuhan juga kalau bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kemudian konektivitas jalannya ke pelabuhan juga cukup baik terus jalan ke bandara juga cukup baik. Kereta api itu tinggal dimanfaatkan saja atau mungkin ada penambahan jalur di depan, udah itu saja,” kata Jonan.

Untuk rute kereta api, Jonan mengungkapkan bukan karena sedang menggenjot sektor pariwisata saja. Tapi, memang pemerintah sedang melakukan re-aktivasi rute kereta api yang mati. “Tujuannya bukan semata-mata untuk pariwisata. Pariwisatanya numpang. Kalau reaktivitasi harus hanya semata-mata hanya pariwisata, gak mungkin bisa,” ungkap dia. (endy)

LEAVE A REPLY