INACA Usulkan Kerangka Regulasi Tunggal Asean

0
368

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengusulkan agar ada kerangka regulasi tunggal yang khusus mencakup sisi operasional dan komersial penerbangan di antara negara-negara Asean untuk mendukung pengimplementasian Asean Open Sky.

“Sehingga, kebijakan liberalisasi penerbangan antarnegara di kawasan Asia Tenggara itu lebih efektif. Asean Open Sky sudah diterapkan secara menyeluruh di ASEAN, namun sampai kini negara-negara tersebut belum mengacu pada aturan main yang sama,” papar Ketua Umum INACA Arif Wibowo.

Saat ini, lanjut dia, INACA melihat semua masih rely on traditional framework antarnegara. Antarnegara itu menggunakan bilateral framework karena ada G to G (government to government) antarnegara. “Tetapi yang bersifat multilateral atau antar-Asean countries itu belum ada,” paparnya.

Dilanjutkan, beberapa aspek yang perlu diatur tentang tingkat pelayanan (level of service) hingga faktor sumber daya manusia (SDM/human capital). Regulasi itu bisa disusun dan ditetapkan secara bertahap, tergantung setiap aspek yang sudah siap untuk diterbitkan peraturannya.

“Bagaimana dengan custom integrity antar-airline atau antar-Asean countries? Jadi, bisa diatur bagaimana layanan supaya custom terintegrasi, sehingga bisnis kargo berjalan baik, termasuk passengers. Saya kira satu hal yang bisa dijadikan homework semua adalah balance among the countries, sehingga segala sesuatunya teregulasi dengan baik.” tambahnya.

Terkait standar keselamatan maupun keamanan penerbangan, menurut Arif, hal tersebut sudah menjadi standarisasi internasional. Akan tetapi, aspek tersebut tidak tertutup kemungkinan untuk ditegaskan kembali dalam aturan tunggal yang dimaksud.

Arif menekankan, asosiasi airline Asean itu tidak dimaksudkan untuk menjadi kartel. Akan tetapi, asosiasi perlu dibentuk untuk membangun sebuah kesepakatan yang dapat menampung setiap kepentingan dari masing-masing airline yang menjadi anggotanya.

“Tujuan Asean Open Sky adalah untuk tumbuh bersama. Jadi, tumbuh bersama, bukan menjadikan yang lain sebagai victim. Ini waktunya bahwa semua negara Asean punya spirit yang sama untuk tumbuh karena Asean punya 600 juta populasi dengan PDB mencapai US$ 2,4 triliun. Saya rasa itu harus dinikmati bersama oleh semua maskapai Asean,” ujar dia.

Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Tony Fernandes menyatakan, kerangka acuan tunggal yang digunakan maskapai di Asean, memang diperlukan. Pasalnya, tanpa ada satu regulasi, para pelaku Asean Open Sky bakal kesulitan karena perlu beradaptasi dengan aturan di masing-masing negara.

“Semua maskapai di Asean, mengikuti 10 sistem berbeda ataupun 10 regulasi berbeda, itu berat. Kita semua harus membuat sebuah aturan main yang sama, baik itu untuk engineering, training pilot, air traffic controller, dan sebagainya. Tentunya, dengan satu common stand akan membuat semua lebih mudah,” jelas Tony seperti dikutip Investor Daily, Selasa (26/4).

Tony menjelaskan, pihaknya bersama Arif akan menginisiasi pembentukan asosiasi maskapai di antara negara-negara anggota Asean. Hal tersebut disepakati setelah kedua petinggi maskapai penerbangan terkemuka itu mengadakan pembicaraan secara informal.

Menurut Tony, pembentukan asosiasi itu bisa diawali keanggotaan sejumlah kecil maskapai terlebih dulu, tak perlu secara langsung seluruh operator penerbangan di Asean bergabung.

“Ya, tadi kami membicarakannya. Ini merupakan ide bagus. Dan saya berharap hari ini adalah permulaan. Kami bersama akan mengirimkan surat kepada kolega-kolega kami. Beberapa di antaranya memang adalah kompetitor. Tetapi, di beberapa area, kami bisa berkolaborasi untuk bekerja sama,” ujar Tony. (*/ID)

LEAVE A REPLY