IMF & WB Annual Meeting 2018 Tergantung Gunung Agung

0
223
Gunung Agung

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Nusa Dua Bali ditunjuk sebagai tuan rumah IMF & World Bank Annual Meeting 2018. Event akbar wisata MICE ini, selain dikunjungi sekitar 33 Presiden dan 180 Menteri Keuangan dari seluruh dunia juga ada 17 ribu anggota delegasi yang sudah mendaftar untuk menghadiri pertemuan IMF-WB Annual Meeting.

“Namun, kepastian ajang IMF & World Bank Annual Meeting 2018 di Bali atau akan dipindah, hal itu sangat tergantung dengan Gunung Agung erupsi apa tidak. Hal masalah ini akan diputuskan pada Maret 2018,” ungkap Kepala Satuan Tugas Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018 Peter Jacobs di sela-sela Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 20-7 di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Sebenarnya, sambung Peter, IMF lebih cenderung ajang annual meeting tetap dilaksanakan di Pulau Dewata. Namun, tentu saja baik IMF maupun pemerintah Indonesia tidak bisa memastikan apakah gunung setinggi 3.142 mdpl tersebut akan meletus atau tidak ke depannya.

“Mungkin Maret akan ada kepastian tetap di Bali atau skenario lain, karena pakar katakan akan lihat Desember ini atau Maret nanti. Jadi akan lihat Maret atau nanti ada harus informasi yang jelas,” lanjutnya seperti dilansir laman Bisnis.com

Dilanjutkan, memang jika kondisi tidak memungkinkan, pihaknya tidak dapat memaksakan ajang tersebut tetap dihelat di Pulau Dewata. Namun, semaksimal mungkin IMF & World Bank Annual Meeting tetap digelar di Bali. Pasalnya, daerah ini sudah sangat siap baik infrastruktur maupun akomodasi wisata. Juga hotel di Kawasan Nusa Dua habis dipesan para delegasi.

Selain itu, 17.000 orang delegasi dari penjuru dunia sudah mendaftar dan diperkirakan terus bertambah yang membangkak sampai 18.000 peserta. “Jumlah delegasi ini membuktikan, banyak negara ingin datang ke Indonesia dan Bali. Kehadiran belasan ribu delegasi itu tentu akan berdampak terhadap perekonomian daerah dan Indonesia secara umum,” lontarnya.

Diperkirakan total uang yang akan dikeluarkan seluruh delegasi selama seminggu di Bali mencapai US$100 juta. “Memang event ini untuk membuktikan bahwa ekonomi Indonesia sudah kuat juga siap mengantisipasi krisis. Termasuk, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia menuju arah digitalisasi,” tambah Peter.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologis (PVMBG) menurunkan status Gunung Agung menjadi level III atau siaga dari sebelum ha level IV atau awas. Penurunan status ditetapkan pada Minggu (29/10/2017) pukul 16.00 Wita.

Penurunan diputuskan karena sejak 20 Oktober aktivitas gunung tertinggi di Bali tersebut turun drastis. Pada tiga hari pertama, penurunan kegempaan drastis dan fluktuatif sedangkan enam hari berikutnya, kegempaan turun. Jika sebelumnya tercatat 600-1.000 gempa dalaM sehari menjadi hanya 200-300 gempa sehari.(*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.