IKKON 2017, Poles Potensi Ekonomi Kreatif Lokal Menuju Internasional

0
346
Kepala BeKraft, Triawan Munaf luncurkan program IKKON 2017

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) punya program inovatif, kreatif, dan inspiratif. Program itu mengangkap potensi ekonomi kreatif lokal untuk digerakkan menuju internasional. Dikenal dunia luas sehingga dapat meningkatkan perekonomian wong cilik yang ada di pedasaan, di pelosok nusantara.

Program bertajuk IKKON (Innovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara) sebagai bagian dari pengembangan Ekonomi Kreatif digulirkan sejak 2016. Hasilnya luar biasa. Karenanya, tahun 2017 kembali digulirkan lagi. Bahkan dipertahankan hingga menembus semua daerah di Republik ini.

“IKKON merupakan sebuah program yang menempatkan seseorang atau sekelompok pelaku kreatif pada suatu wilayah di Indonesia yang bertujuan mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal,” jelas Kepala BeKraft, Triawan Munaf saat peluncuran IKKON 2017 di XXI Club, Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (07/07/2017) malam.

Dalam pelaksanaannya, lanjut Triawan, para peserta program IKKON 2017 sebanyak 60 orang dan masyarakat lokal dapat saling berbagi, berinteraksi, bereksplorasi dan berkolaborasi sehingga masing-masing pihak yang terlibat dapat saling memperoleh manfaat secara etis (Ethical Benefit Sharing) berkelanjutan.

IKKON berkaitan dengan Nawa Citaatau sembilan cita cita dari pemerintahan Jokowi – JK yakni Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Butir ke tiga tersebut diterjemahkan oleh masing – masing Kementerian dan Lembaga Negara sesuai dengan tugas dan fungsinya dengan kegiatan yang menyentuh akar rumput.

“Badan Ekonomi Kreatif atau BEKRAF mengimplementasikan butir ke tiga dari Nawa Cita tersebut salah satunya dengan program IKKON (Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara). Kegiatan ini berintikan live in designer atau menempatkan para desainer yang berbasis urban- akademis untuk berkolaborasi dengan perajin lokal yang berbasis rural – komunitas,” lontarnya.

Program IKKON merupakan kegiatan yang bersifat komprehensif karena melibatkan beberapa personil dengan berbagai latar belakang pendidikan dalam satu tim, juga berkesinambungan dalam jangka waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 5 bulan. Dalam rekruitmen pesertanya diberlakukan syarat yang cukup ketat, karena menyangkut tanggung jawab, komitmen dan kemampuan kerja dalam tim.

Saat ini sedang dipersiapkan wadah untuk para alumni IKKON dalam bentuk Koperasi (KOPIKKON), agar kolaborasi yang telah dirintis antara tim IKKON terdahulu dengan pelaku kreatif di daerah-daerah kegiatan IKKON dapat terus berlanjut.

Dengan demikian diharapkan melalui KOPIKKON dampak daya jangkau dari pengembangan ekonomi kreatif tidak saja hanya dirasakan di kota kota besar, namun merata hingga di daerah daerah. Karya dari hasil kolaborasi program IKKON yang mempunyai kekuatan lokal namun memiliki kebaruan baik bentuk mau pun fungsi, atau dalam bentuk service design baru, diharapkan dapat memberikan peningkatan kualitas yang memberi nilai tambah baik secara sosial mau pun ekonomi.

Beberapa produk IKKON 2016 telah diakui kualitasnya melalui beberapa pameran luar negeri. Sebagai contoh, desain motif dari Sdr. Sylvie Arizkyani yang diwujudkan melalui keterampilan membatik Ibu Tarkinah dari Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah telah terpilih oleh kurator untuk ditampilkan di Salone del Mobile Milano Italia.

Karya perlengkapan makan dari bambu hasil kolaborasi pelaku kreatif lokal dengan Tim IKKON di Ngada, Nusa Tenggara Timur telah mendapatkan penghargaan The Best Show pada Chiang Mai Design Week.

“Dengan adanya penghargaan internasional ini, tentunya memberikan dampak kepercayaan dari pasar atau konsumen, sehingga hasil-hasil karya kolaborasi pada program IKKON juga dapat memberikan dampak peningkatan harga atas produk dimaksud. Hal ini tentunya meningkatkan penghasilan para pelaku kreatif di daerah,” paparnya.

Salah satu nilai lebih dari program IKKON ini adalah ethical benefit sharing atau saling memperoleh manfaat secara etis. Sehingga para desainer mendapatkan royalti atas Hak Ciptanya, sementara para pelaku kreatif lokal memperoleh hak jasa produksi yang layak.

“Ini merupakan penghargaan kepada kedua belah pihak yang akan terus didorong pada setiap kesempatan program dan kegiatan BEKRAF dalam rangka membangun ekosistem ekonomi kreatif,” tandasnya.

Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Abdur Rohim Boy Berawi menjelaskan bahwa pada pelaksanaan IKKON kali ini akan berlangsung di lima kota yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kota Banjarmasin, Kabupaten Belu dan Toraja Utara.

“Tiap tim akan terdiri dari dua belas orang dengan komposisi terdiri dari berbagai profesi di bidang yakni Disain Interior,Disain Komunikasi Visual, Fashion,Disain Produk,Disain Tekstil,Arsitektur. Selain itu juga profesi di bidang non desain yaitu : Antropologi/Sosiologi,Manajer Proyek, Business Advisor,Spesialis Media,Videografi dan Fotografi,” ucapnya.

Setiap tim didampingi seorang mentor akan ke lokasi pelaksanaan dalam empat tahap masing masing : Keberangkatan I untuk survey potensi (10 – 23 Juli 2017), Keberangkatan II untuk perencanaan Desain (11 – 22 Agustus 2017), Keberangkatan III untuk pembuatan prototype (11 – 22 September 2017) dan keberangkatan IV untuk pameran (11 – 23 Oktober 2017)

Program IKKON 2017 didahului pengumuman pendaftaran calon peserta di website milik BEKRAF untuk perekrutan calon peserta mulai dari medio Maret hingga 7 April 2017. Peserta yang mendaftar secara on line sebanyak 460 orang dan yang terseleksi secara administrasi untuk mengikuti seleksi wawancara sebanyak 164 orang.

Dari jumlah tersebut, terseleksi untuk mengikuti Asesmen sebanyak 100 orang. Dari hasil assemen, Panitia Pengarah menentukan sebanyak 60 orang peserta IKKON 2017 yang akan dibagi menjadi 5 tim untuk ditempatkan di 5 daerah.

Triawan Munaf berharap IKKON dapat menumbuh kembangkan perekonomian baru di daerah pedesaan. “Sebagaimana harapan Presiden RI bahwa ekonomi kreatif harus jadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Hal ini bukan lagi mimpi karena sudah terbukti dan dapat kita lakukan secara bersama-sama,” tambahnya. (ndik)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.