IITCF Edukasi Pengelola Restoran di Eropa Barat Sediakan Menu Halal

0
317

Restoran di Gunung Titlis, Swiss kini menyediakan menu halal untuk wisatawan ( foto: www.mytable.com). 

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Butuh waktu sedikitnya dua tahun dalam mengedukasi kalangan industri wisata di Eropa Barat terutama hotel dan restoran di kawasan itu dalam melayani kebutuhan wisatawan Muslim, kata Chairman Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) Priyadi Abadi, hari ini.

“Restoran di Gunung Titlis, Swiss, setelah dua tahun melakukan pendekatan baru sekarang menyediakan menu halal. Pendekatan panjang akhirnya membuat mereka paham Muslim Traveler yang berkunjung ke gunung itu membutuhkan menu halal,” ujarnya.

Pihak restoran di gunung Titlis yang bernama Panorama Restoran akhirnya mendengarkan suara IITCF untuk menyediakan makanan halal. Priyadi meyakinkan pihak restoran bahwa Muslim Traveler adalah potensi yang besar. Untuk Indonesia sendiri data 2014, ada 9,4 juta orang Indonesia yang berwisata keluar negri dan Muslim Traveler dari Indonesia pengeluarannya mencapai US$7,6 milyar.

“Jadi baru dari satu negara saja potensinya sudah demikian besar belum lagi tingkat dunia. Setelah IITCF rutin membawa wisatawan ke Gunung Titlis, Swiss barulah mereka paham bahwa salah satu kebutuhan dasar seorang wisatawan Muslim (Muslim Traveler) adalah makanan halal,” kata Priyadi, pendiri IITCF yang juga Dirut Adinda Azzahra Group.

Dia menambahkan bahwa menu halal itu tersedia mulai bulan Juli 2016 di lantai tiga Panorama Restaurant yang memang disediakan khusus untuk group. Sedangkan lantai dua untuk umum. Sebagai pemilik travel agent yang membidik pasar Muslim, Priyadi secara rutin membawa rombongannya untuk santap siang di restoran itu.

Rombongan IITCF menikmati masakan halal di Restoran Panorama di Gunung Titlis, Swiss. ( foto: IITCF)
Rombongan IITCF menikmati masakan halal di Restoran Panorama di Gunung Titlis, Swiss. ( foto: IITCF)

Saat membawa turis Indonesia ke Eropa Barat maupun ketika memimpin rombongan West Europe Tour Leader Moslem Educational Trip (WEMET) Batch II yang diadakan oleh IITCF pada 28 Juli hingga 10 Agustus 2016 lalu Priyadi secara konsisten membawa rombongan ke Restoran Panorama itu.

“Kami mengedukasi pihak restoran setiap kali datang dan alhamdulilah mulai diterapkan  menu halal dan kami yakin para juru masak di restoran itu sudah menerapkan pemilahan alat-alat masak juga meski kita tidak melakukan sidak langsung ke dapur, tegasnya.

Untuk meminta pihak restoran menyiapkan ruang shalat saat ini masih menjadi perjuangan tersendiri karena umumnya restoran tidak memiliki ruangan yang luas bahkan SDM yang tersedia juga harus bekerja dengan efektif dan efisien sehingga Priyadi melakukan pendekatan dengan membagikan sajadah, sarung dan mukenanya terlebih dulu.

“Saya membagikan alat-alat sholat sumbangan dari anggota dan mitra IITCF dan meyakinkan mereka untuk melayani Muslim Traveler yang datang dari mancanegara. Konsumen Restoran itu dari mancanegara seperti turis Thailand dan dari negara-negara di kawasan Eropa Barat juga banyak Muslim dan butuh sholat,” jelasnya melalui daring di tengah aktivitasnya membawa tour di Mexico City.

Dari Gunung Titlis Switzerland, di ketinggian 10.000 feet di atas permukaan laut, Priyadi dan rombongannya setelah makan bersujud melaksanakan kewajiban shalat Zhuhur dan Ashar beralaskan salju di tengah alam terbuka.

“Sungguh nikmat sekali bisa makan dengan menu halal dan beribadah di alam terbuka sambil tadabur alam memahami ayat-ayat kauniah dengan memperhatikan alam dan pemandangan disekekilingnya,” kata Priyadi.

Semua yang terlihat oleh mata merupakan tanda-tanda kekuasaanNya atau disebut juga ayat-ayat kauniyah sehingga kita bisa mengetahui dan meyakini keberadaan dan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dia berharap pendekatan dan pemahaman mengenai Muslim Traveler, diikuti gerakan kecil oleh komunitas IITCF maka kalangan industri wisata di Eropa semakin akomodatif terhadap potensi pasarnya yang besar. (Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY