IB Gede Sidharta Putra, Ketua PHRI Denpasar yang Anyar

0
424
Ida Bagus Gede Sidharta Putra (Foto: Kompas)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Ida Bagus Gede Sidharta Putra kembali terpilih menjadi Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Kota Denpasar 5 tahun kedepan dalam Musyawarah Cabang PHRI BPC Kota Denpasar.

“Kami akan melakukan beberapa hal di antaranya pembenahan organisasi harus dilakukan, profesionalisme juga harus dilakukan, kemudian mendukung program pemerintah seperti bagaimana mengimplementasikan quality tourism, bagaimana mengimplementasikan Kota Denpasar yang berbudaya, serta menjadi pesaing yang tangguh di pariwisata. Ini yang menjadi pekerjaan rumah kami ke depan,” paparnya, Jumat (21/10/2016).

Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi agar para sumber daya manusia bidang pariwisata di Kota Denpasar segera mendapatkan sertifikasi kompetensi.

“Ada 23.000 sertifikasi kompetensi yang diberikan secara gratis bagi SDM kami dan kami akan sosialisasikan kembali ke anggota kami untuk kepentingan mereka serta memproteksi mereka. Sekarang ini baru sekitar 3.000 yang sudah tersertifikasi, kami harapkan bisa meningkat dua kali lipat atau tiga kali lipat nantinya,” jelasnya.

Hingga sekarang ini anggota PHRI BPC Denpasar ada sekitar 45 hotel dan restoran, yang didominasi oleh hotel. Adapun, lanjutnya, jumlah restoran yang bergabung dengan PHRI masih sedikit atau kurang dari 2% sehingga pihaknya juga akan memperkuat di sisi restorannya.

“Kami melihat pertumbuhan kuliner sangat besar dan kami akan memetakan mana restoran bintang 1 sampai bintang 5 sebagai dukungan kepada Kemenpar yang menargetkan tahun depan kuliner sebagai salah satu destinasi pariwisata Indonesia,” lontar Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar.

Menyinggung kondisi pariwisata di Bali, IB. Gede Sidharta Putra menilai Dubai saat ini sentral lalu lintas wisatawan dunia ke kawasan pariwisata dunia termasuk pariwisata Bali. Ini bisa menjadi pertimbangan Dubai sangat tepat dijadikan sentral promosi Indonesia dan untuk makin memperkenalkan Bali.

Dubai merupakan salah satu kota yang menjadi pusat lalu lintas maskapai penerbangan dunia yang paling baik saat ini. Dulu penerbangan Indonesia ke Eropa melalui Singapura. Sekarang ini, Dubai menjadi pilihan alternatif untuk tujuan penerbangan ke Eropa.

Menurutnya, perekonomian di Dubai sudah mulai bergeser. Selama belakangan ini produksi minyak Dubai menurun. Mereka pintar bergeser ke usaha jasa pariwisata. Dubai banyak menginvestasi dananya pada perusahaan penerbangan salah satunya Emirat, dan penerbangan lainnya. Pesawat yang dimiliki Dubai ini terbang ke berbagai kawasan pariwisata dunia.

Dilanjutkan, jika diperhitungkan terbang maskapai dari Bali ke Singapura menempuh waktu 2 jam. Selanjutnya dari Singapura ke Eropa menempuh waktu 14 jam. Dari Bali ke Emirat Arab membutuhkan waktu sekitar 8-9 jam. Sementara selanjutnya dari Dubai ke Eropa sekitar 5 jam. Usaha perjalanan dan penerbangan yang ditawarkan Dubai ini cukup nyaman dan bisa mempersingkat waktu perjalanan.

Diakui pasar Timur Tengah (Timteng) di Bali masih relatif minim ke Bali. Dari penduduk Dubai 25 juta didominasi ekspatriat dari Eropa. Orang Eropa di Dubai bisa digaet untuk berlibur ke Bali dan kawasan lain di Indonesia. Layanan penerbangan yang melalui Dubai ke Bali sudah direct flight, sehingga wisatawan nyaman dan tidak mesti pindah pesawat untuk berlibur di Bali. (*/BC)

LEAVE A REPLY