Hugua sambut baik paket wisata Lets Go Wakatobi oleh PT Pelni

0
1068
Patuno Resort, salah satu akomodasi milik pribumi di Wakatobi

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bupati Wakatobi Hugua menyambut baik peluncuran paket wisata Let’s Go Wakatobi oleh PT Pelni yang dijadwalkan berangkat dari Bau-bau pada 26 Desember 2014 menggunakan kapal penumpang regular KM Tatamailau.

“ Saya tentunya menyambut baik kedatangan wisatawan yang ingin menikmati paket wisata Lets’ Go Wakatobi selama  5 hari empat malam langsung ke perairan Wakatobi yang terdiri dari pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongo untuk menikmati pemandangan bawah laut,” kata Hugua via telpon, hari ini.

Menurut dia langkah PT Pelni yang memanfaatkan libur Natal untuk mengemas paket wisata ke  Wakatobi merupakan bentuk  terobosan dan kreativitas dari Dirut dan jajarannya yang patut mendapatkan apresiasi tinggi.

“Ini peluang yang sangat baik bagi masyarakat indonesia dan manca negara untuk menikmati keindahan bawah laut, dengan snorkeling atau menyelam, menikmati keindahan pantai pasir putih dan tentunya budaya serta kuliner dari Wakatobi,” kata Hugua.

Apalagi peserta tour dimanjakan dengan kamar di atas kapal yang disesuaikan dengan pilihan kelas, Paket wisata Wakatobi akan dilangsungkan selama lima hari empat malam pada tanggal 26-30 Desember 2015 mengunjungui lokasi terbaik untuk menikmati kekayaan alam bawah laut, yaitu Sombu Beach, Waha Cemara, Pulau Hoga, Wangi-Wangi dan Tomia

KM Tatamailau
KM Tatamailau

Terobosan itu juga menunjang strategi nasional untuk mengembangkan wisata minat khusus ini yang diharapkan dapat menghubungkan Komodo, Takabonerate dan Wakatobi. Rencana lainnya dari Pemda Wakatobi adalah mengembangkan paket Beyond Bali untuk wisata selam di Wakatobi, Bunaken serta Raja Ampat, di Papua.

Dengan jumlah penduduk total 112 ribu orang, secara geopolitic maupun geografinya, Wakatobi memiliki luas wilayah seluas1,4 juta ha dimana 97% terdiri dari lautan dan 3% daratan. Memiliki sedikitnya 142 pulau-pulau, dimana 7diantaranya tidak berpenghuni.

“Secara ilmiah, Wakatobi itu boleh dibilang tempat paling menarik di dunia untuk dikunjungi karena memiliki biodiversity tertinggi di dunia dengan 750 jenis terumbu karang dan 942 jenis ikan. Ukuran Wakatobi coral reef mencapai 118.000 ha dan Pulau Kaledupa merupakan atol terpanjang di dunia yang mencapai 48 km sehingga bisa disebut sebagai pusat coral triangle dunia” jelas Hugua.

Manfaat lain berkunjung ke Wakatobi, tambahnya, karena peserta tour benar-benar dapat menikmati keindahan alam yang luar biasa ciptaan tuhan, bukan destinasi buatan. Trend wisatawan dunia adalah mengunjungi tempat-tempat yang alami, kental dengan budaya dan berinteraksi langsung dengan adat istiadat masyarakat lokal.

Salah satu keindahan bentuk dan warna ikan di kedalaman laut Wakatobi
Salah satu keindahan bentuk dan warna ikan di kedalaman laut Wakatobi

Dari pengalaman Hugua mempromosikan keindahan bawah laut Wakatobi ke mancanegara selama 7 tahun  maka sudah membuahkan hasil bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kunjungan wisatawan.

“Tahun 2006 kunjungan wisatawan baru mencapai  3. 000 orang tapi tahun 2013 berkembang menjadi 13.000 orang. Selain itu pertumbuhan Ekonom rata –rata 11,67 % dan terjadi penurunan angka kemiskinan  dari 24,56% pada 2006 menjadi 17,58% pada tahun lalu,” ungkapnya.

Angka pengangguran di wilayah yang dipimpinnya juga turun dari 10,6 % pada 2006, menjadi  5,28 %  pada 2013. Begitu pula dalam hal  income per capita meningkat dari 5,6 Juta (2006) – 12 Juta (2013)

Pihaknya optimistis, Wakatobi akan berkontribusi dalam pencapaian target kunjungan wisman ke Indonesia pada 2015 sebanyak 10 juta orang. Pemerintah dalam hal ini Kementrian Pariwisata RI akan meningkatkan promosi wisata tematik dengan slogan Great Marine untuk mempromosikan destinasi ke Bunaken, Raja Ampat dan Wakatobi.

Satu lagi hal yang membuatnya bangga adalah Wakatobi menjadi satu-satunya jalan keluar-masuknya kapal-kapal yacht maupun kapal lainnya menuju kawasan Indonesia Timur dan  Wakatobi dikenal sebagai rute jalan (Passage Route) dari kegiatan Sail Indonesia. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY