Hubungan Memburuk, Penerbangan Arab Saudi-Kanada Dihentikan

0
21
Saudi Arabian Airlines

RIYADH, bisniswisata.co.id: Saudi Arabian, maskapai penerbangan Arab Saudi menghentikan penerbangan ke Toronto dan sebaliknya menyusul pembekuan hubungan dagang kedua negara, setelah Kanada menyerukan pembebasan aktivis hak asasi manusia (HAM) yang ditahan di kerajaan Timur Tengah.

Sementara Amerika Serikat mendesak Arab Saudi menjelaskan secara detail tentang penahanan para aktivis, dan meminta kerajaan itu menghormati proses hukum. Pernyataan itu merupakan yang pertama dikeluarkan AS sejak perselisihan antara Riyadh dan Ottawa.

“Kami meminta Pemerintah Arab Saudi untuk informasi tambahan tentang penahanan beberapa aktivis,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataannya.

Sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu menyebutkan Arab Saudi dan Kanada sebagai sekutu dekat. “Kami terus mendorong pemerintah Arab Saudi menghormati proses hukum dan mempublikasikan informasi tentang status kasus hukum,” ujar pejabat sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (7/8/2018).

Arab Saudi mengusir duta Besar Kanada dan memanggil Duta Besarnya di negara Kanada, akibat perseteruan soal pembebasan para aktivis.
Riyadh memanggil Duta Besarnya dari Kanada pada Minggu (5/8/2018) dan memberi waktu Duta Besar Kanada 24 jam untuk meninggalkan negara tersebut.

Pemerintah Saudi juga melarang perdagangan baru dengan Kanada, meskipun tidak jelas apakah itu akan memengaruhi perdagangan Saudi-Kanada tahunan yang nilainya hampir US$4 miliar dan kontrak pertahanan senilai US$13 miliar.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengkritik lagi Kanada untuk membebaskan aktivis masyarakat sipil yang ditangkap sebagai posisi yang dibangun di atas informasi yang “menyesatkan”.

Kerajaan Arab Saudi juga akan menangguhkan program pertukaran pendidikan dengan Kanada dan memindahkan penerima beasiswa Saudi ke negara lain, menurut laporan media lokal. “Ini akan memalukan bagi para siswa jika mereka kehilangan kesempatan untuk belajar di sini,” kata Freeland kepada wartawan.

Sementara Menlu Kanada Chrystia Freeland mengatakan pihaknya akan selalu membela hak asasi manusia di Kanada dan di seluruh dunia, dan hak-hak perempuan adalah hak asasi manusia. (NDY)

LEAVE A REPLY