Hotel The Dharmawangsa Jamu Media Perancis Dengan 8 Keunggulan

0
414

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Sedikitnya ada 8 keunggulan pelayanan yang diberikan manajemen hotel Dharmawangsa, Jakarta, pada tamu-tamunya yang membuat hotel ini banyak disukai oleh konsumennya baik dari Indonesia maupun mancanegara, kata Alexander Nayoan, Managing Director hotel itu, hari ini.

“ Pertama dalam hal luas kamar yang terkecil ukuran 66 meterpersegi, masing-masing punya balkon dan tiap kamar dilayanani buttler service bukan cuma kamar suite. Keunggulan lainnya adalah hotel museum, menerapkan konsep mixologi, jadi ‘rumah tinggal’ di kawasan elit, pelayanan valet mobil gratis dan terakhir fasilitas Wedding dan MICE mencapai 7500 orang,” ujarnya.

Berbicara saat menerima kunjungan peserta Famtrip media Perancis yang diundang oleh Kementrian Pariwisata ke Bandung, Kepulauan Seribu dan Bali dari 29 April hingga 6 Mei 2016, Alexander mengatakan kamar hotelnya untuk ukuran terkecil saja sama dengan luas kamar hotel suite di hotel lain.

“Kamar hotel lain ukurannya standar, kamar terkecil kami luasnya dua kali lipat dan tiap kamar ada balkon dan buttler service. Di hotel lain buttler service baru ada jika Anda memesan president suite,” ungkapnya didampingi para manajer dari hotelnya.

Pria yang fasih berbahasa Perancis ini juga memperkenalkan fasilitas hotel Billiton, Belitung yang dikelola manajemen hotelnya serta mempromosikan pula pantai-pantai yang indah dan spot diving di kawasan Indonesia Timur seperti Raja Ampat.

PicsArt_05-01-05.12.24

Alexander menjelaskan bahwa bentuk arsitektur dan interior dari Hotel Dharmawangsa sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi tamu karena memamerkan kekayaan seni dan budaya di era kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Setiap hiasan yang ada mencerminkan kekayaan seni dan budaya Indonesia.

“Konsep mixology kami sajikan di bursa wisata ITB Berlin yang lalu dan mendapat sambutan yang baik dari para pengunjung mancanegara saat kami bergabung dengan booth Indonesia yang difasilitasi oleh Kementrian Pariwisata.’”

Mixologi dapat di definisikan sebagai suatu seni atau keahlian mencampur minuman yang mengandung alcohol.Mixology juga mencakup ilmu –ilmu bartending yang ditunjang oleh ketrampilan ,seni , dan di dukung oleh ilmu pengetahuan.

The Dharmawangsa, ujarnya, berupaya menjaga kekayaan tradisi bangsa dari gempuran budaya barat sehingga dalam hal kuliner misalnya, presentasinya modern bergaya Perancis tetapi menu yang disajikan tetap makanan lokal seperti lumpia, gado-gado, asinan yang disajikan dalam bentuk kecil dan penampilan berbeda tanpa mengubah rasa.

“ Kita harus memperkaya tradisi kita sendiri dan memperkuat seni dan budaya sebagai usaha mencari kebenaran dan keindahan. Usaha sederhana ini kami yakini akan berkontribusi dalam kebangkitan periode klasik besar Majapahit dan Sriwijaya menjadi suatu kemungkinan masa keemasan baru,” tambah Alexander.

Bukan dalam hal pelayanan yang membuat tamu seperti berada di rumah sendiri, penataan ruang tengah setelah beranda yang berfungsi sebagai lobby hotel juga bertumpu pada penataan di sekitar ruang pusat di rumah-rumah tradisional Indonesia.

Ruang tengah yang menjadi pusat kegiatan diwakili oleh The Majapahit Hall, di mana seseorang dapat menghibur dan dihibur oleh fasilitas perpustakaan, ruang duduk dan daerah di mana orang dapat makan dan minum bersama keluarga maupun rekan bisnis.

Setelah itu baru tersebar kamar-kamar hotel, taman-taman yang indah, kolam renang, service apartement dan ruang-ruang pertemuan untuk kegiatan meeting, incentive,conference dan exhibition ( MICE).

“Untuk acara resepsi pernikahan misalnya misalnya kami biasa menyelenggarakan pesta untuk 6000 hingga 7500 tamu dengan satu-satunya layanan valet parkir gratis untuk semua tamu. Di Jakarta baik di hotel dan mall biaya vaket parking bisa mencapai Rp 50 ribu per mobil,” kata Alexander Nayoan.

Dia berharap hasil liputan media Perancis yang menginap di hotelnya tentang destinasi wisata di Indonesia dapat sambutan dari wisatawan Perancis yang berkunjung ke Indonesia apalagi hotelnya seperti museum hidup yang disemua sudutnya menonjolkan kejayaan seni dan budaya Indonesia dari perhiasan hingga alat perang seperti pedang-pedang yang indah dan penuh ukiran.

Eka Moncarre, country manager Visit Indonesia Tourism Office (Vito) di Paris yang menjadi kepala rombongan mengatakan konsep mixology dari The Dharmawangsa telah menggebrak bursa wisata ITB Berlin pada bulan Maret lalu dengan memadukan minuman jahe dengan vodka yang berkontribusi juga terhadap keberhasilan menjadikan stand (booth) Indonesia meraih penghargaan terbaik. (Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

LEAVE A REPLY