Hotel Dipenuhi Pengunjung, Persewaan Mobil Kewalahan

0
311

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Menjelang libur tahun baru 2017, hotel dan persewaan mobil di Yogyakarta dipenuhi pengunjung. Hotel kelas berbintang di kawasan Malioboro pusat Kota Yogyakarta, penuh tamu. Kamar-kamar di hotel itu telah dipesan pengunjung dari 20 Desember 2016 hingga 3 Januari 2017.

“Tamu menyerbu hotel menjelang libur Natal hingga tahun baru. Hotel di ring satu full,” ungkap Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Istijab Danunagoro

Selain hotel, menurut Istijab, pengunjung dari luar Yogyakarta banyak yang memesan resort di kawasan wisata Kaliurang dan Parangtritis untuk menghabiskan malam tahun baru.

Data PHRI menunjukkan saat ini terdapat 68 hotel berbintang dan 1.010 hotel tidak berbintang. Jumlah total kamar hotel berbintang dan tidak berbintang di Yogyakarta sebanyak 20.500 kamar. Saat ini sudah masuk 110 izin pembangunan hotel, 70 di antaranya telah memperoleh izin.

Sudianto, Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan, menjelang libur tahun baru 2017, persewaan mobil penuh. Wisatawan mulai memesan mobil dari 29 Desember 2016.

Para pengusaha persewaan rental yang berhimpun di ASITA kewalahan karena mereka kehabisan mobil yang dipesan para turis lokal. “Tahun ini lebih ramai. Mobil-mobil di garasi sudah dipesan semua,” ujar Sudianto.

Sudianto memperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung pada libur tahun baru kali ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya karena bersamaan dengan libur sekolah.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah itu menyewa mobil beserta paket tur wisata. Mereka kebanyakan rombongan yang hendak mengisi waktu libur tahun baru dengan berwisata ke sejumlah obyek wisata. Tempat wisata paling favorit adalah pantai di Gunung Kidul.

Sudianto meminta semua anggota yang berhimpun di ASITA untuk tidak menaikkan tarif sewa mobil. Di Yogyakarta, terdapat 123 anggota ASITA. Rata-rata harga sewa mobil per hari Rp 700 ribu. Harga itu memuat ongkos sopir dan bahan bakar minyak. Sedangkan untuk paket tur wisata harganya bervariasi, bergantung pada hotel tempat menginap turis.

Sudianto juga meminta pelaku wisata tidak beramai-ramai memanfaatkan momen libur tahun baru untuk menarik tarif gila-gilaan supaya wisatawan tidak kapok untuk berkunjung ke Yogyakarta. Bila pelaku wisata membabi buta memberlakukan harga yang tinggi, wisatawan akan memberikan cap buruk atau negatif yang merugikan Yogyakarta. Misalnya tarif parkir di obyek wisata.

“Kami berharap pemerintah aktif mengontrol agar pelaku wisata tidak seenaknya memberlakukan tarif yang mahal selama libur tahun baru,” tuturnya. (*/TMO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.