Hotel di Bali Sepakat Beri Gratis Jika Bandara Ditutup Lagi

0
48
Gunung Agung sepi aktifitas (Foto: CNNIndonesia)

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Sejumlah hotel di Denpasar, Bali, menyepakati untuk memberikan fasilitas penginapan gratis satu malam kepada wisatawan yang tidak dapat melanjutkan perjalanannya jika bandara ditutup karena terdampak abu Gunung Agung.

“Ini sebagai bentuk perhatian industri untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan kepada Bali khususnya Denpasar,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar Ida Bagus Sidharta Putra seperti diunduh laman Wartaekonomi.com, Selasa (19/12/2017).

Penandatanganan nota kesepakatan tersebut ditandatangani bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata Denpasar M.A Dezire Mulyani di Hotel Griya Santrian Sanur. “Fasilitas menginap gratis semalam tersebut hanya diberikan kepada wisatawan baik domestik atau mancanegara yang sebelumnya sudah menginap di hotel tertentu yang ada di Denpasar khususnya anggota PHRI Denpasar,” jelasnya.

Pengusaha perhotelan itu menjelaskan kamar satu malam akan diberikan sesuai kondisi saat pemesanan sebelumnya yaitu termasuk sarapan atau hanya kamar saja. Untuk beberapa hari selanjutnya jika tamu tersebut memilih untuk memperpanjang menginap di hotel yang bersangkutan karena misalnya bandara belum dibuka atau beroperasi, maka pihaknya akan memberikan harga terendah yang berlaku.

Dijelaskan, anggaran untuk menginap semalam gratis beserta pemberian harga terendah tersebut murni ditalangi dari alokasi hotel yang bersangkutan. “Jadi ada sebanyak 18 perwakilan hotel dari total 31 hotel anggota di bawah PHRI Denpasar ikut hadir dan menyepakati fasilitas tersebut,” tambahnya.

Diharapkan seluruh hotel anggota PHRI Denpasar memberikan pelayanan serupa agar wisatawan merasa nyaman ketika menghadapi dampak bencana alam tersebut. Dengan memberikan sosialisasi kepada tamu yang menginap terkait kebijakan tersebut jika kondisi bandara ditutup karena dampak erupsi Gunung Agung.

“Jadi begitu ada erupsi dan bandara misalnya ditutup, tamu yang harusnya berangkat, kami minta untuk tinggal sementara di hotel. Kami hubungi konsul dan bandara. Jika ada kepastian dibuka maka kami akan antar ke bandara,” ucapnya.

Terkait pengantaran ke bandara itu, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Denpasar untuk penyediaan bus yang juga dapat digunakan apabila tamu ingin mengalihkan rute melalui jalur darat ke daerah terdekat. “Ini mengunakan dana hibah dari Badan Promosi Pariwisata Daerah Denpasar sebesar Rp300 juta tahap awal untuk transport,” tambahnya. (WEO)

LEAVE A REPLY