Homestay Desa Wisata Mangunan Katrol Kunjungan Wisatawan

0
109
Wisatawan asing menanam padi di Desa Wisata Mangunan Bantul (Foto: Kompasisana)

BANTUL, Bisniswisata.co.id: Masyarakat sadar wisata Desa Wisata Kaki Langit Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyediakan homestay atau tempat menginap wisatawan dengan konsep limasan atau berbentuk rumah joglo.

“Homestay di Kaki Langit ini semuanya konsep limasan, karena memang rumah limasan ini telah menjadi tradisi rumah tinggal nenek moyang,” kata pengelola Homestay Joyo Desa Wisata Kaki Langit Bantul, Karyadi di Bantul, Ahad (10/9/2017)

Menurut dia, homestay atau rumah warga setempat yang difungsikan sebagai tempat menginap tamu dan wisatawan desa wisata di Kaki Langit Desa Mangunan dikembangkan sejak setahun lalu setelah ada pendampingan dari Dinas Parwisata setempat.

Ia mengatakan, kalau destinasi wisata Kaki Langit sendiri mulai berkembang sejak dua tahun lalu menyusul pertumbuhan objek-objek wisata di wilayah perbukitan Mangunan, yang saat ini makin banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

“Kalau awalnya yang berminat menginap di homestay limasan ini para mahasiswa-mahasiswa yang sedang melakukan makrab (malam keakraban) tiap akhir pekan, namun sekarang ini banyak wisatawan nusantara dan mancanegara yang menginap,” katanya.

Karyadi yang mengelola tiga homestay dengan konsep rumah limasan ini mengaku saat ini setiap akhir pekan permintaan wisatawan menginap tinggi, dan selalu penuh, sementara kalau hari-hari biasa penuh saat ada event-event tertentu.

“Mulai ramainya sejak dua kali libur Lebaran, dan homestay ini mampu memajukan pariwisata sekaligus mengkatrol kunjungan wisatawan yang ada di Mangunan. Dan Alhamdulillah tahun ini homestay limasan ini menjadi finalis lomba homestay tingkat nasional,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini wisatawan yang menginap di homestay yang struktur bangunannya didominasi kayu mayoritas dari luar daerah seperti dari Jakarta bahkan luar Jawa seperti wisatawan Bali dan Palembang, sedangkan wisatawan lokal jarang.

“Tarif sewa homestay per hari berkisar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu per kamar. Dan setiap homestay sudah dilengkapi dengan instalasi pengolahan limbah komunal sesuai arahan dan pembinaan Dinas Pariwisata,” katanya.

Desa wisata alam Mangunan dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari Yogyakarta dengan melewati jalan Imogiri. Setibanya di kota kecamatan Imogiri lalu menuju jalan Imogiri – Dlingo dengan jarak sekitar 5 kilometer. Perjalanan menuju lokasi dari Imogiri harus ekstra hati-hati karena jalannya yang berkelok-kelok dan terjal.

Juga bisa ditempuh lewat kecamatan Dlingo dari pasar Dlingo kita belok ke kanan melewati jalan menurun dan menanjak yang terjal dan harus ekstra hati hati bila melewati jalan tersebut. Masuk lokasi sudah tersedia lokasi parkir yang sangat luas dan nyaman dan fasilitas gedung pertemuan, gedung informasi, musholla dan juga Gazebo.

Fasilitas lainnya kebun buah, area outbound, arena atraksi flying fox, wisata petik buah, sepeda air, kolam pemancingan kolam renang, kolam ikan, area kapling buah-buahan, rest area, peternakan sapi dan kambing, circle track, trail track.

Paling menarik adalah pemandangan alam yang dilihat dari Gardu Pandang. Kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah antara lain: Berkelok-keloknya sungai Oyo dan pegunungan seribu disekitarnya serta perkampungan penduduk yang terlihat smar-samar di bawahnya. Selain itu ada rumah kaca yang dipakai untuk pertanian hidroponik.

Terdapat beberapa jenis tumbuhan buah-buahan dan sayuran seperti tomat, anggur, cabai, semangka, mangga, durian, rambutan, jambu air, jeruk, belimbing dan lainnya. Di kebun buah Mangunan sangat cocok untuk wisata keluarga, pertemuan, pelatihan, wisata pendidikan lingkungan dan outbond. Tertarik? (*/BBS)

LEAVE A REPLY