HIPPI Prihatin Dengan Kesenjangan Ekonomi dan Atasi Dengan Buka Akses UKM Dengan Usaha Korporasi

0
196

Pengamat Ekonomi Aviliani (ten usai FGD bersama pengurus HIPPI ( foto: Harry Perwira)

JAKARTA, bisniswisata.co.id; Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) prihatin dengan persoalan kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia, serta memberikan tawaran rumusan solusinya.

Dalam acara Focus Group Discussion ( FGD) HIPPI di Graha CIMB Niaga Sudirman, masalah itu mengemuka dan dibahas bersama dengan pengamat ekonomi Aviliani dan dihadiri pula oleh Ketua Umum HIPPI, Suryani Motik.

Panel diskusi juga menghadirkan Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian, Emil Arifin, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi, Dhaniswara serta Sekretaris Jenderal, Erik Hidayat.

Suryani Motik menyatakan, bahwa persoalan kesenjangan sejatinya bukan hanya tugas pemerintah untuk mengatasinya, melainkan juga tugas dari semua pihak. Solusi untuk mengatasi pengangguran misalnya dengan memperbanyak UKM.

“Pemerintah seharusnya memberikan pasar yang terbuka bagi UKM untuk memasuki supply chain di usaha-usaha pemerintah baik di BUMN maupun di BUMD. Sayangnya BUMN-BUMD memiliki anak, cucu, cicit usaha yang tidak produktif dan harus disetop karena membebani negara,” tegas Suryani.

Pengamat Ekonomi aviliani mengatakan Indonesia selain menghadapi persoalan kesenjangan ekonomi yang gila-gilaan, sekaligus juga sedang menghadapi persoalan sosial yang mengkhawatirkan. “Indonesia berada pada peringkat ke-VI soal ketimpangan sosial,” tutur Aviliani.

Kesenjangan ekonomi sebenarnya bukan hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan juga di negara-negara berkembang lainnya. Bahkan kesenjangan ini terjadi juga di negara-negara maju. Namun untuk Indonesia kesenjangan ekonomi itu terjadi dengan begitu tajamnya.

“Data BPS menunjukkan bahwa 10% orang Indonesia menguasai 75,7% kekayaan Indonesia. Data BPS ini juga selaras dengan data Oxpam yang menyatakan bahwa 1% orang Indonesia menguasai 49% kekayaan Indonesia,” jelas Aviliani.

Salah satu solusi yang dilakukan HIPPI untuk membantu pekerjan pemerintah mengurangi kesenjangan tersebut dengan membuat acara Woman Business Forum bekerjasama dengan IFC, ITC dan IGCN.

“Pada forum itu, UKM khususnya yang dipimpin oleh perempuan dipertemukan dengan corporate yang memberikan kesempatan kepada UKM untuk masuk ke Suply Chain corporate, “ katanya.

Dengan demikian akan terbuka pasar bagi UKM yang dapat meningkatkan gairah dalam berproduksi dan pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan para pelaku UKM, menyerap angkatan kerja, dan tentu akhirnya mengurangi kesenjangan,” tukas Suryani Motik. (*/HAS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY