HIPPI Dorong Sarinah Optimalkan Pengusaha UMKM Wanita Di Industri Kreatif

0
161

Dayu P Rengganis, Komisaris PT Sarinah, moderator talkshow bersama ekonom Dr. Aviliani SE, MSi, Dewi Motik, pendiri IWAPI dan Shinta D, CEO Bubu.com

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Langkah HIPPI bidang Industri Kreatif dan Pariwisata mengangkat tema Ibu Sehat Indonesia Kuat memperingati Hari Ibu dengan menggandeng PT Sarinah yang identik dengan pasar bagi UMKM sangat tepat.

“Kerjasama ini tepat karena PT Sarinah identik dengan wadah pemasaran UMKM yang merupakan produk hasil dari para produsen industri kreatif. Apalagi pertumbuhan ekonomi saat ini juga pelan-pelan beralih dan bertumpu pada industri kreatif,” kata Dayu Padmara Rengganis, Komisaris PT Sarinah, hari ini ( 22/12).

Menurut dia Sarinah sejak tahun 1960 an sudah menjadi pusat industri kreatif dan identik dengan perempuan karena bermitra dengan pengusaha UMKM wanita sehingga pada peringatan Hari Ibu bisa lebih mengoptimalkan peran pengusaha UMKM perempuan sebagai penggerak ekonomi kreatif.

“ Salah satu penampil fashion show yang mengisi acara ini adalah Riana Kesuma yang sudah 20 tahun bermitra dengan Sarinah membuat produk fashion yang dipasarkan di Sarinah,” ungkap Dayu memandu talksho Ibu Sehat Indonesia Sehat menampilkan nara sumber ekonom Aviliani, Dewi Motik, pendiri IWAPI dan Shinta D, CEO Bubu.com

Peluang mengoptimalkan perempuan sebagai penggerak Ekonomi kreatif terbuka karena pada 2020-2030 Indonesia mendapatkan bonus demografi dimana 35% penduduknya adalah usia produktif dan 80% dari jumlah itu adalah kaum perempuan.

“Jadi bonus demografi itu akan menjadi berkah kalau kita bisa optimalkan sebagai penggerak ekonomi kreatif,” tambahnya.

Uti Rahardjo, Wakil Ketua HIPPI bidang industri kreatif dan Pariwisata ( tengah) bersama para pendukung acara. ( foto-foto: HAS)

Hendriani Setyowati, Direktur Utama PT Sarinah yang hadir pada peringatan Hari Ibu mengatakan bahwa pihaknya kini menggandeng sedikitnya 300 UMKM dari berbagai daerah untuk dipasarkan di Department Store pertama Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1962.

Kehadiran Sarinah pada saat ekonomi Indonesia sedang runtuh di tahun 1959. Daya beli lemah, taraf hidup merosot sampai level terendah dan Sarinah saat itu memiliki fasilitas tercanggih di zamannya

“Mitra yang tumbuh bersama Sarinah adalah para wanita yang menghasilkan kerajinan kain, tenun, garutan dan sebagainya. Bangsa kita kaya seni dan budaya dan perempuan Indonesia meski tinggal di desa terpencilpun tetap kreatif dengan membuat kain-kain tenun yang indah,” kata wanita yang akrab dipanggil Wati.

Menurut dia dari 300 mitra UMKM Sarinah yang di dominasi oleh kaum wanita dan sebagai pendamping UMKM ke depan pihaknya akan tingkatkan pembinaan untuk desain produk sehingga produk mereka bisa masuk ke pasar global.

Sebagai wadah para UKM Indonesia, Sarinah harus menjadi imej-nya ritel Indonesia dan siap menampung terutama juga seni baru yang dikembangkan anak-anak muda karena memang tidak mudah mengubah imej Sarinah yang dikenal sebagai organisasi yang terkesan tua.

Pemerintah memang memberi tugas lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjadi perantara ekspor produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Lima BUMN tersebut yakni PT Sarinah, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Mega Eltra, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) dan PT Pos Indonesia.

“PT Sarinah, PPI dan PT Mega Eltra berperan sebagai trading , sementara itu BGR dan PT Pos Indonesia bergerak di bidang logistik. Kami akan memperluas area pameran 10.000 meter persegi menjadi 21 000 meter untuk menjadi etalase dan penjualan industri kreatif dalam negri dan pasar mancanegara ” kata Wati.

Dia optimistis Sarinah sebagai rumah pemasaran bagi industri kreatif yang menjadi warisan budaya Indonesia akan terus berkembang menjadi tempat belajar UMKM menggapai pasar dunia, mengapresiasi hasil karya seni dan budaya, dan tempat melahirkan gagasan besar.

Sarinah adalah satu-satunya Department Store di dunia yang tujuan pendiriannya sebagai stabilisator harga yang didirikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Misinya dibangun untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur dimana rakyat jelata mendapatkan haknya untuk mengecap dan mendapatkan kehidupan materiil yang layak.

Gedung yang diresmikan operasionalnya pada 15 Agustus 1966 ini hingga sekarang tidak menyurutkan citra Sarinah yang berwatak perempuan sesuai dengan gagasan awalnya (Hilda Ansariah Sabri).

LEAVE A REPLY