Hingga 2019, Hotel Baru Dilarang Dibangun di Yogya

0
508

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, berekad memperpanjang moratorium (penghentian izin) pembangunan hotel hingga 2019 mendatang. “Moratorium masih berlaku. Kami rencanankan diperpanjang sampai 2019,” kata Haryadi, Rabu (6/4).

Haryadi mengakui, rencana perpanjangan moratorium itu akan dilakukan pemerintah Kota Yogyakarta, setelah melakukan berbagai kajian dan menjaring masukan terutama dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta. “Okupansi hotel yang ada saat ini masih di bawah 70 persen. Pembangunan hotel baru belum diperlukan,” ujarnya.

Namun Haryadi menegaskan, perpanjangan moratorium baru dapat diteken setelah kebijakan pengendalian pembangunan hotel yang dituangkan melalui Peraturan Wali Kota Nomor 77, Tahun 2013, habis masa berlakukanya, Desember nanti. “Regulasi moratorium sekarang biar habis masa berlakunya dulu. Baru kami putuskan perpanjangan itu,” kata Haryadi yang berniat maju kembali dalam pilkada 2017 nanti.

Pembangunan hotel di era Haryadi Suyuti, menjadi sorotan tajam masyarakat dan aktivis. Tak hanya kalangan pelaku perhotelan, aktivis pun seakan tak henti mendesak kebijakan pelarangan penambahan hotel secara permanen. Seperti melalui peraturan daerah, tak lagi peraturan walikota yang sifatnya sementara dan tak memuat sanksi pidana.

Aktivis komunitas Warga Berdaya Yogyakarta, Dodo Putra Bangsa, mengatakan pengendalian pembangunan hotel hanya disikapi pemerintah sekedar wacana. “Tahun 2016 ini moratorium hotel berakhir. Kami mendesak pembatasan hotel dipermanenkan, melalui peraturan daerah,” kata Dodo, kepada Tempo.

Menurut aktivis, jumlah hotel di Kota Yogyakarta hampir tembus angka 600 unit, membuat kota terlalu sumpek dan hilangnya sejumlah ruang publik dan ruang terbuka hijau.

Aktivis Komunitas Warga Bedaya Yogya, yang selama ini menyoroti maraknya pembangunan hotel, Dwi Rahmanto, menambahkan warga sering bingung. Kebijakan moratorium hotel, yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota Nomor 77, Tahun 2013, tentang Pengendalian Pembangunan Hotel. “Moratoriumnya ada, tapi pembangunan hotel jalan terus. Malah semakin banyak,” ujarnya seperti dilansir laman tempo.co. (*/t)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.