Hati-hati, Wisatawan Swafoto di Jembatan Ampera Diincar Penjahat

0
298
Jembatan Ampera Palembang (Foto: widzies - WordPress.com)

PALEMBANG, bisniswisata.co.id: Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional ternyata belakang ini tidak aman. Saat wisatawan melakukan aksi swafoto ria di jembatan yang berdiri tahun 1962 ini ternyata menjadi incaran empuk komplotan perampok di Palembang.

Aksi perampokan dan penodongan kerap kali dilakukan RZ (17) dan teman-temannya. Bahkan komplotan ini sudah belasan kali melakukan aksi kriminalitas di atas Jembatan Ampera. Salah satu korbannya yaitu Muhammad Raffi Alamsyah (14), warga Jalan KH Balqi Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Saat korban sedang asyik berswafoto ria di atas Jembatan Ampera pada Selasa (22/5/2018) sore, komplotan RZ tiba-tiba mendatanginya.

Awalnya RZ dan empat rekannya meminta uang kepada korban. Karena permintaannya tidak dipenuhi, lima orang perampok ini langsung memukuli dan merampas telepon genggam korban.

Budi, salah satu anggota komplotan mengakui sudah delapan kali merampok dan menodong korban yang sedang berswafoto di Jembatan Ampera. Selama ini, aksinya tidak pernah terpantau anggota kepolisian.

Usai mendapatkan barang korban, para komplotan ini langsung menjual telepon genggam korban dan uangnya dibagi rata. “Sisanya kami belikan minuman keras. Tapi yang paling sering merampok dan menodong itu SN, dia sudah belasan kali,” katanya.

Budi dan RZ ditangkap bersama rekan lainnya, yaitu AS (19), warga Kelurahan 1 Ulu Palembang dan MM (16), warga Kelurahan 15 Ulu Palembang. Sementara SN, yang menjadi otak kriminalitas perampokan di atas Jembatan Ampera masih diburu polisi.

Kompol Mayestika Hidayat, Kapolsek SU 1 Palembang mengatakan, modus para pelaku memang selalu meminta uang, untuk memuluskan aksi mereka. Karena biasanya, para korban enggan memberi uang ke komplotan ini. “Para pelaku bisa dikenakan Pasal 365 KUHP dan S akan terus dikejar. Kita himbau pelaku S agar segera menyerahkan diri, sebelum kita tindak,” katanya.

Aksi perampasan telepon genggam juga terjadi di pelataran Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, pada hari Minggu (27/5/2018).
Telepon genggam salah satu remaja perempuan, yang digunakan untuk berswafoto ria, tiba-tiba dirampas dua orang pemuda yang mengendarai sepeda motor. Aksi ini kerap terjadi di seputaran Plasa BKB dan Jembatan Ampera Palembang.

Padahal, Palembang sebentar lagi menjadi tuan rumah Asian Games 2018, namun aksi kejahatan jalanan masih terus terjadi. Bukankah aksi kriminalitas itu akan mencoreng sekali merusak citra pariwisata Palembang, jika tidak diantisipasi sejak dini. (NDY)

LEAVE A REPLY