Halima Aden, Model Hijab Perdana Pose di Majalah Allure

0
321
Model Halima Aden tampil di fashion week in Milan, on February 23, 2017. / AFP / Miguel MEDINA (Photo credit should read MIGUEL MEDINA/AFP/Getty Images)

NEW YORK, Bisniswisata.co.id: Dalam sejarah majalah kecantikan paling tua di Amerika, Allure, belum pernah ada model berhijab menjadi model sampulnya. Halima Aden pun menjadi yang pertama dengan menjadi model muslim mengenakan hijab pertama yang menghiasi sampul majalah Allure edisi Juli 2017.

Di sampul, tertulis, ‘Meet Halima. Muslim. Model. Destroyer of Streotypes.’ Selain itu tertulis juga tema bulan Juli yang fokus pada kecantikan Amerika, ‘This is American Beauty.’

Karier Halima dalam dunia model tidak terlepas dari pujian maupun para pembenci yang datang dari sesama pemakai hijab. Saat mengikuti pemilihan Miss Minnesota, ia berkompetisi mengenakan hijab dan untuk seleksi pakaian renang, ia menggunakan burkini.

Para hijabers pembenci pun banyak berkomentar seharusnya wanita muslim tidak ikut serta dalam kompetisi kecantikan seperti itu yang mempertandingkan rupa wajah hingga fisik.

Terlepas dari itu, karier modelnya terus melesat bagai roket dengan menjadi model peragaan Yeezy musim kelima yang dirancang oleh musisi Kanye West.

Ia juga terlihat tampil di Milan Fashion week untuk peragaan Max Mara hingga difoto untuk majalah mode radikal CR Fashion Book yang dinahkodai mantan editor Vogue Paris, Carine Roitfeld.

Halima lahir di tenda pengungsi di Kenya dan pindah ke Amerika di usia tujuh tahun dan sudah mengenakan hijab sejak saat itu. Ia juga mengaku kepada majalah Allure bahwa masyarakat memberikan tekanan besar pada para gadis untuk terlihat sedemikian rupa, namun setelah berhijab ia juga mendapat tekanan dari sesama pemakai hijab yang fanatik.

Sebagai contoh ia baru-baru ini menjadi model sampul majalah Vogue Arab dan menampilkan lekuk tubuh yang sensual dengan busana yang ketat meski tertutup. Hal ini tentu dihindari para pemakai hijab syar’i.

Menjawab komentar tentang para pembenci yang datang dari sesama pemakai hijab, ia menjelaskan bahwa akan selalu ada orang yang akan melakukan hal buruk, mereka tidak merepresentasikan seluruh komunitas. “Aku di sini merasa punya tugas untuk mematahkan segala kesalahpahaman dan strereotip tentang para wanita muslim,” ujarnya kepada Independent, Kamis (22/06/2017). (*/IND)

LEAVE A REPLY