H-2, Kemacetan Parah di Rest Area Km 57

0
69
Pemudik padati Masjid At Taubah di Rest Area KM 57

KARAWANG, bisniswisata.co.id: Jelang Hari Raya Iedul Fitri 1439H, banyak yang mudik ke kampung halamannya. Terutama ke Pulau Jawa. Imbas mudik bareng ini, jalan sepanjang Tol Cikampek kendaraan terpaksa merayap dengan laju kendaraan sangat perlahan-lahan. Pengemudi harus sabar dan bisa menahan emosi.

Seperti pada Ramadhan hari ke-28, Rabu (13/6/18), sejak dini hari mobil-mobil yang melalui Tol Cikampek sudah mulai tak bergerak akibat kepadatan kendaraan pemudik. Jalan mulai merayap.
Apalagi menjelang sahur.

Bahkan, Rest area Km 57 dipenuhi pemudik, sehingga mobil sulit parkir di dalam. Salah satu cara adalah dengan memarkir mobil di pinggir jalan tol. Akhirnya deretan panjang mobil berhenti di pinggir jalan. Rumput hijau yang terhampar di depan rest area pun disulap jadi “meja makan”. Banyak warga yang sahur di atas rumput beralaskan tikar.

“Kami mau pulkam ke Surabaya. Tadi dari Depok berangkat jam 24.00 WIB. Sengaja memilih jalan malam, supaya di jalan lebih enak dan bisa melewati titik macet JORR dan Cikampek dengan nyaman,” ujar Riyan, salah seorang warga yang pulang kampung bersama keluarganya kepada Bisniswisata.co.id di Kerawan, Rabu (13/6/2018) dinihari.

Riyan bersama keluarganya makan sahur di pinggir rest area Km 57. Usai sahur mereka langsung menuju Masjid At-Taubah untuk melaksanakan solat Subuh. “Wuah antrean untuk solat Subuh panjang sekali. Ada setengah jam saya menunggu,” tambahnya.

Warga yang ingin solat Subuh di masjid tampak membludak. Mereka antre di tangga. Baik wanita maupun laki-laki. Untuk itu panitia masjid membuat beberapa gelombang solat Subuh. “Saya dapatnya di gelombang kelima. Jadi imamnya juga bergantian. Setiap gelombang shafnya penuh sampai di baris belakang,” ujar Riyan.

Mudik bersama ini sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia di manapun berada. Dan ini juga bisa memicu peningkatan bidang pariwisata. Karena selain pulang kampung, kebanyakan masyarakat juga jalan-jalan ke objek wisata dan mencicipi kuliner khas daerah. “Kami nanti akan lanjut jalan ke Malang mau main ke objek wisata di sana yang bagus-bagus,” tambah Riyan. (RAHMAYULIS SALEH)

LEAVE A REPLY