GNSW 2014 sukses berlangsung di Toraja, Pokdarwis Gubuk Klakah pemenang utama

0
1165
Oneng Setya Harini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat, mendampingi Jonathan L Parapak (tengah), tokoh masyarakat Toraja dan Syamsul Lusa, Staf Ahli bidang kerjasama kelembagaan Kemenparekraf.

TORAJA UTARA, test.test.bisniswisata.co.id: Kelompok Sadar Wisata Gubluk Klakah, Jawa Timur menerima penghargaan utama kompetisi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Penyerahan hadiah dilangsungkan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan sekaligus menandai Gerakan Nasional Sadar Wisata ( GNSW) dan Aksi Sapta Pesona 2014.

Sebanyak enam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari lima provinsi masuk sebagai finalis Penghargaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tingkat Nasional 2014, kata Oneng Setya Harini, Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Enam Pokdarwis tersebut masing-masing Lestari dan Gubuk Klakah dari Provinsi Jawa Timur, Lila Santhi dari Bali, LA Adventure dari Sumatra Barat, Pokdarwis Eko Kabo Jaya dari Kalimantan Timur dan Pokdarwis Kauman dari Solo, Jawa Tengah. Mereka menyisihkan 53 Pokdarwis dari 19 provinsi di tanah air yang mengikuti kompetisi ini,” kata Oneng, hari ini.

Mereka diundang ke Toraja yang menjadi tuan rumah Gerakan Nasional Sadar Wisata ( GWSN) dan Aksi Sapta Pesona untuk mengikuti tahapan akhir penilaian kompetisi dari 22-24 Oktober 2014. Setelah melaksanakan proses penilaian akhir di hadapan para juri yang terdiri dari pemerhati, akademisi, praktisi dan juri dari perwakilan media nasional akhirnya Pokdarwis Gubuk Klakah, Jatim menjadi pemenang pertama dan meraih hadiah Rp 12 juta.

Posisi kedua dimenangkan oleh Pokdarwis LA Adventures dari Sumatra Barat dengan hadiah sebesar Rp 10 juta, di susul Pokdarwis Kauman, Solo- Jawa Tengah di tempat ke tiga dengan hadiah sebesar Rp 8 juta. Sementara juara Harapan 1-3 masing-masing Pokdarwis Eko Kabo Jaya dari Kalimantan Timur, Pokdarwis Podang Lestari dari Jatim dan Lila Santhi dari Bali.

“Juri dipimpin oleh Titien Soekarya, pemerhati pariwisata, wakilnya Maharnani mewakili unsur pemerintah Yusuf Sudadi, pelaku dari industri perjalanan wisata, Rachmat Syam, mewakili akademisi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Hilda Sabri Sulistyo, pimpinan portal berita wisata utama, www.test.test.bisniswisata.co.id mewakili unsur media,” ungkap Oneng.

Menurut dia, tujuan lomba untuk merangsang Pokdarwis di berbagai daerah tujuan wisata secara aktif melakukan fungsinya sebagai pendorong masyarakat dalam mewujudkan Sapta Pesona. Sapta Pesona, ujarnya, merupakan nilai-nilai yang harus diterapkan sebagai tuan rumah yang baik dalam menjaring kunjungan wisatawan dalam dan luar negri ke suatu daerah. Nilai-nilai itu adalah Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah tamah dan Kenangan.

“Pariwisata terbukti mengangkat kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah karena kedatangan turis langsung memberikan dampak kesejahteraan masyarakat karena selama tinggal di suatu daerah, para wisatawan itu membutuhkan makan, minum, akomodasi, transportasi dan jasa lainnya yang disediakan oleh masyarakat,” kata Oneng.

Bekerjasama dengan Kadisparda Toraja Utara, Innosentius Rantesapan, Rabu 22 Oktober dilangsungkan gerakan aksi bersih bersama para pelajar di Kete Kesu untuk mengedukasi generasi muda dan masyarakat di Toraja yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KPSN) mengenai pentingnya penerapan Sapta Pesona.

Masyarakat yang sadar wisata nantinya akan dapat memahami dan mengaktulisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona. Aktualisasi nilai-nilai tersebut menjadi perilaku sehari-hari dalam melayani wisatan sehingga menjadi pendukung tumbuhnya iklim untuk menjiwai nilai-nilai kearifan lokal.

Gerakan Nasional Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona selain melibatkan para pelajar juga para peserta kompetisi pokdawis dari lima provinsi yang datang dengan total pendamping sekitar 100 orang termasuk perwakilan sembilan media nasional.

Para peserta GWSN dan finalis kompetisi Penghargaan Sadar Wisata 2014 pada hari pertama di Toraja Utara selain melaksanakan aksi bersih juga mengikuti proses penilaian akhir dengan berkunjung ke Goa Londa, kuburan unik di bukit batu yang dikelola oleh keluarga-keluarga besar di Tana Toraja dikaitkan dengan penerapan Sapta Pesona.

Sayangnya para pejabat Toraja sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama Indonesia dan masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tidak ada yang hadir mengikuti event nasional di daerah mereka. Sekda hanya hadir saat jamuan makan di rumah wakil bupati dimana tuan rumahnyapun tidak ada di tempat .

Untunglah Jonathan L Parapak, tokoh masyarakat Toraja yang juga mantan Sekjen Kementrian Pariwisata dan Budaya di era Menteri Soesilo Soedarman, ayah dari Mentri Indroyono Soesilo Soedarman, Menteri Kordinator Kemaritiman hadir di setiap kegiatan selama berlangsung GWSN tersebut. Parapak bahkan semangat memberikan wejangan dan membeli produk-produk yang dihasilkan sejumlah desa wisata yang menjadi finalis seperti kain batik tulis dan aneka kerajinan.

Kehadiran sesepuh pariwisata RI itu memberikan dukungan yang besar bagi peserta ditengah kehadiran mereka yang luput dari prioritas pejabat setempat mengingat Toraja masuk dalam KSPN dimana seluruh masyarakatnya diharapkan sudah lebih sadar wisata dibandingkan daerah lainnya.

Sebanyak 16 kawasan yang menjadi prioritas adalah. Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kota Tua – Sunda Kelapa (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta). Bromo – Tengger – Semeru (Jawa Timur), Kintamani – Danau Batur (Bali), Menjangan, Pemuteran (Bali), Kuta, Sanur, Nusa Dua (Bali), Rinjani (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur, Ende – Kelimutu (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Toraja (Sulawesi Selatan), Bunaken (Sulawesi Utara) Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan┬áRaja Ampat (Papua Barat). (hildasabri@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.