Gunung Rinjani Ditutup bagi Wisatawan Pendaki

1
202
Gunung Rinjani Lombok NTB

MATARAM, bisniswisata.co.id: Pendakian ke Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat resmi ditutup per tanggal 1 Januari 2017. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Edaran nomor SE.3/SET/HKSN/Kum.8/12/2016 Tentang Penutupan Jalur Pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani yang dikeluarkan tanggal 3 Januari 2017.

Surat tersebut dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen KSDAE KLHK). Surat edaran resmi tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Dirjen KSDAE, Herry Subagiadi.

Dijelaskan, penutupan pendakian Gunung Rinjani lantaran pertimbangan keadaan cuaca di Pulau Lombok khususnya Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur antara bulan Januari-Maret 2017 yang berpotensi terjadinya hujan dengan intesitas curah hujan sedang dan tinggi (101 mm-400 mm) disertai angin kencang. “Sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengunjung,” ujar Herry dalam surat edaran tersebut.

Penutupan pendakian Gunung Rinjani dilakukan untuk memberikan kesempatan pemulihan ekosistem sepanjang jalur pendakian. Keputusan ini berlaku untuk seluruh jalur pendakian Gunung Rinjani. Adapun jalur-jalur pendakian yang bisa ditempuh pendaki di Gunung Rinjani yaitu melewati Desa Sembalun dan Desa Senaru.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Rinjani, Agus Budi Santosa menyebut penutupan pendakian Gunung Rinjani biasanya diambil berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Penutupan pendakian Gunung Rinjani, berlangsung dari 20 tahun lalu.

Gunung Rinjani juga pernah ditutup pada Selasa 15 September 2016, lantaran peningkatan status Gunung Rinjani dari Level 1 (Normal) menjadi Level 2 (Waspada) akibat erupsi Gunung Barujari yang termasuk ke dalam kawasan TNGR.

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung yang berstatus aktif di Indonesia. Gunung Rinjani berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan puncak di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut.

Sepanjang 2016, sebanyak 30.847 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat (NTB). Wisman yang berkunjung ke TNGR didominasi oleh negara Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Malaysia, Singapura, dan Perancis. Jumlah wisman sepanjang tahun 2016 naik sebanyak 3.661 orang.

Agus Budi melanjutkan sebagian besar wisman di TNGR selama dua hari satu malam, dengan tujuan puncak Gunung Rinjani. “Mereka (wisman) datang sebagian besar karena sedang berwisata di Bali, Lombok, atau Komodo (Nusa Tenggara Timur), tidak khusus untuk naik gunung (Rinjani). Wisman dari Malaysia dan Singapura didominasi kalangan muda. konektivitas antar destinasi wisata adalah hal yang menarik,” ucapnya seperti dilansir laman Kompas.com

Pada tahun 2012 wisman yang berkunjung ke TNGR sebanyak 10.956 orang dan tahun 2013 sebanyak 17.634 orang. Sedangkan tahun 2014 sebanyak 24.176 orang dan tahun 2015 sebanyak 27.186 orang.

Data tersebut memerlihatkan grafik kenaikan kunjungan wisman selama lima tahun terakhir. Sementara, wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke TNGR pada tahun 2016 sebanyak 61.117 orang.

Jika dijumlah antara kunjungan wisman dan wisnus ke TNGR sepanjang tahun 2016 adalah 91.412 orang. Gunung Rinjani adalah salah satu gunung yang berstatus aktif di Indonesia. Gunung Rinjani berada di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan puncak di ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. (*/KMP)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY