Gunung Agung Bergejolak, Turis Asing ke Lombok Melonjak

0
277
Turis asing di Pantai Tebing Lombok (foto: /www.wego.co.id/)

MATARAM, Bisniswisata.co.id: Semenjak Gunung Agung bergejolak, jumlah kunjungan turis asing ke Lombok mengalami lonjakan yang signifikan. Meningkatnya kunjungan turis karena letak Lombok yang berdekatan dengan Bali. Setelah mendengar kabar mengenai Gunung Agung mereka memang tidak membatalkan perjalanannya, hanya mengalihkannya.

“Secara geografis Lombok paling dekat dan kita secara materi dan destinasi pilihan setelah Bali,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh Faozal di Kota Mataram, Selasa (26/09/2017).

Meski terjadi peningkatan jumlah kunjungan turis dari Bali ke Lombok, Faozal belum memiliki data mengenai jumlahnya yang pasti. “Secara data kita belum miliki. Tetapi kita melihat ada peningkatan jumlah kunjungan turis,” ujarnya.

Faozal berharap, gejolak yang sedang terjadi di gunung tertinggi di Bali itu tidak berimbas dengan industri pariwisata di NTB. “Di tahun 2017 target kunjungan wisatawan ke Lombok mencapai 3,5 juta orang. Dari target itu perhitungannya sebanyak 1,5 juta turis mancanegara dan 2 juta orang untuk turis nusantara,” katanya.

Faozal merasa optimis target kunjungan turis ke NTB dapat terlampaui pada tahun ini. “Kami optimis target ini terlampui, hingga 4 juta orang di tahun 2018 yang sudah ditetapkan bisa tercapai,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Balai Pengelola Tansportasi Darat Wilayah Bali dan NTB Agung Hartono menegaskan wisatawan mancanegara (Wisman) yang tengah menikmati liburan di Bali, hingga kini sama sekali tidak terpengaruh oleh meningkatnya aktivitas kegempaan vulkanik Gunung Agung yang meningkat karena jaraknya sekitar 85 kilometer timur Denpasar.

“Buktinya tidak ada lonjakan keluar dari Bali. Namun jika ada maka calon penumpang yang ingin meneruskan perjalanan dengan jalan darat, wisatawan dapat menggunakan bus melalui tiga titik, yakni Terminal Ubung Denpasar, Mengwi di Kabupaten Badung, dan Pelabuhan Benoa Denpasar.

Rencana mitigasi itu pernah diterapkan dalam menangani penumpang ketika Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak abu vulkanis Gunung Raung di Jawa Timur dan Gunung Barujari di Lombok, NTB.

Di Bali terdapat sekitar 2.300 bus yang terdiri atas 1.800 bus pariwisata dan 500 bus antarkota antarprovinsi. Setelah dilakukan penghitungan bersama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, diperkirakan sekitar 300 bus dapat diarahkan untuk pelayanan penumpang wisatawan gagal terbang jika Gunung Agung erupsi.

Hingga saat ini, meningkatnya aktivitas gunung api tidak mengganggu kegiatan wisatawan dalam dan luar negeri menikmati liburan di Pulau Dewata. Jika terjadi kondisi terburuk, daerah terdampak sejauh sepuluh kilometer, seperti yang diungkapkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Demikian pula masyarakrat, terutama yang bermukim di sekitar lereng Gunung Agung yang kini sudah menjauh dalam radius 12 kilometer, diminta tenang di tempat pengungsian sambil berdoa ke hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, agar dapat mengendalikan aktivitas Gunung Agung untuk kembali normal sekaligus menyelamatkan bumi beserta seluruh isinya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.