Gubernur Bali: Erupsi Gunung Agung Berdampak Psikologis bagi Turis

0
228
Wisatawan asing di Bandara Ngurah Rai Bali (Foto: HarianNasional.com)

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengakui erupsi Gunung Agung sekaligus penutupan bandara berdampak psikologis bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara, terutama yang berada di Bali sehingga dapat menimbulkan kepanikan bagi mereka.

“Untuk menjaga citra kepariwisataan Bali merupakan tugas dan kewajiban kita, dibutuhkan kebersamaan semua pihak untuk meyakinkan para wisatawan bahwa mereka akan nyaman dan aman selama berada di Bali,” ujar Pastika dalam keterangan resminya yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Selasa (28/11/2017).

Disisi lain Gubernur Bali mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh pihak industri pariwisata di Bali agar melaksanakan tiga hal penting. Pertama, para pengusaha dapat menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan situasi dan operasional Bandara Internasional Ngurah Rai. “Informasi yang disampaikan pun harus tepat dan bersumber dari pihak-pihak berwenang,” pesannya.

Kedua, Gubernur meminta para pengusaha sarana akomodasi pariwisata agar memberikan pembebasan biaya akomodasi untuk satu malam pada saat ditutupnya bandara. Mengingat, penutupan Bandara Ngurah Rai kembali ditutup pada Selasa (28/11/2017) pukul 07.00 WITA hingga Rabu (29/11/2017) pukul 07.00 WITA. “Kondisi ini jelas membuat 443 penerbangan terdampak dengan jumlah estimasi penumpang mencapai 59.539 ribu,” ungkapnya

Ketiga, para pengusaha sarana akomodasi di Bali juga diminta memberikan harga terendah atau best available rate sesuai kebijakan hotel masing-masing. Hal ini ditujukan bagi wisatawan yang ingin memperpanjang masa menginapnya.

“Kami berharap ketiga imbauan ini dapat ditindak lanjuti dengan baik oleh para penguasaha industri pariwisata, termasuk asosiasi dan komunitas yang ada di Bali,” paparnya serius.

Di tempat terpisah, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan aktivitas vulkano Gunung Agung di Karangasem Bali berpotensi meletus lebih besar setelah peningkatan status menjadi awas. Kondisi ini berdampak terhadap industri pariwisata di Bali dan Lombok lantaran para pelancong tak lagi nyaman berkunjung.

Sutopo menyatakan pihaknya tak bisa memprediksi hingga kapan status awas berlangsung di Gunung Agung. Biasanya, kata dia, gunung berapi baru bisa aman jika sudah meletus besar. “Hingga kini belum diketahui kapan itu terjadi,” tegasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan lesunya pariwisata Bali akan berdampak besar bagi pendapatan devisa negara. Hingga saat ini, Bali merupakan magnet utama kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. “Bencana seperti ini tak bisa diprediksi, itu yang buat saya cemas,” ujarnya.

Kementerian mencatat, raihan devisa di sektor pariwisata pada 2016 sebesar US$ 13,5 miliar atau senilai Rp 182,2 triliun. Dari 38,6 juta kunjungan wisatawan asing, 18,7 juta di antaranya adalah ke Bali. “Kami akan jalin koordinasi dengan stakeholder pariwisata agar tidak panik,” kata Arief.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan aktivitas Gunung Agung menyebabkan tingkat pembatalan hotel meningkat hingga 30 persen. Kondisi ini terjadi sejak beberapa bulan lalu. Para general manager hotel di Bali, kata dia, pasrah dan berharap aktivitas Gunung Agung mereda.

Kementerian Perhubungan menyatakan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai ditutup hingga besok (hari ini). Adapun bandara terdekat, yakni Bandara Internasional Lombok, juga tetap harus bersiaga mengantisipasi perubahan situasi setiap saat. Diharapkan, para maskapai segera mengantisipasi adanya penundaan penerbangan atau perubahan jadwal ke bandara-bandara terdekat yang aman dari debu vulkanis.

Ada beberapa bandara alternatif yang bisa dijadikan pilihan, antara lain Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Komodo Nusa Tenggara Timur, dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Maria Kristi Endah, mengatakan akan memangkas perizinan perubahan jadwal. “Karena darurat segala urusan perubahan penerbangan tak perlu urus di Jakarta,” kata Maria. (BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.