Gran Fondo New York, Balap Sepeda Maraton sambil Berwisata

0
46
GFNY, balap sepeda maraton sambil berwisata

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Gran Fondo New York, perlombaan balap sepeda dunia menjadikan Bali sebagai tuan rumah untuk edisi 2018, menggantikan Lombok sudah pernah jadi tuan rumah. Balap sepeda sambil berwisata ini, bakal digelar 4 Februari 2018. Salah satu alasan kuat Bali terpilih adalah lantaran nama besar Bali di bidang pariwisata.

“Terbukti, sejak Bali ditetapkan sebagai tuan rumah, peserta GFNY langsung tembus 1000 peserta. Jadi banyak peminat dari domestik juga internasional Hal inilah yang membuat GFNY jadi waktu yang tepat untuk mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata,” papar Tenne Permatasari, penyelenggara GFNY Bali, dalam keterangan tertulis yang diterima Bisniswisata.co.id, Sabtu (30/09/2017).

Dijelaskan, GFNY pertama digelar pada 2011. Granfondo merupakan ajang maraton, di mana para pebalap sepeda bersaing, berjuang melawan diri sendiri dan waktu demi menjadi yang terbaik. Saat ini, GFNY sudah tersebar di banyak negara, antara lain Brasil, Jerman, Meksiko, Kolombia, Uruguay, Indonesia, dan Malaysia.

Indonesia sudah dua kali menggelar GFNY di Lombok yakni pada 2016 dan 2017. Pada 2018, Indonesia akan dua kali menggelar event ini yaitu di Bali (4 Februari) dan Samosir (2 September).

“Sebenarnya dari awal memang penginnya di Bali. Kami memilih Lombok karena kami tinggal di sana, supaya lebih mudah dalam urusan birokrasi saat akan menggelar event untuk pertama kali. Setelah dua tahun, sementara cukup dulu ya dengan Lombok. Sekarang saatnya mempromosikan tempat wisata lain yang ada di Indonesia lainnya,” kata Tenne

GFNY Indonesia mengusung format baru balap sepeda ke Indonesia. Event ini mengusung tema Be A Pro For A Day. Event ini terbuka untuk semua penyuka kegiatan bersepeda, tidak terbatas untuk para atlet. Saat balapan, setiap peserta bisa bersaing layaknya seorang profesional.

Event ini dibagi dalam dua kategori yaitu jarak jauh (race) sejauh 163 km dan jarak menengah (non-race) sejauh 80 km. Seperti balapan profesional lainnya, akan ada pemenang dan podium. Ada chip timing yang dikenakan setiap peserta untuk mengukur seberapa cepat mereka menyelesaikan balapan.

Sepanjang event, jalanan akan ditutup sehingga para peserta bisa memacu sepeda dengan leluasa. Seperti dua penyelengaraan sebelumnya di Lombok, GFNY Bali 2018 juga akan diikuti peserta dari luar negeri. Event ini memang menjadi kesempatan emas untuk mewartakan keindahan Pulau Dewata kepada dunia, sekaligus mendukung promosi wisata Indonesia secara keseluruhan.

Setelah GFNY Bali, ajang balap ini akan kembali hadir di Indonesia pada 2018, tepatnya 2 September. Palau Samosir, Sumatra Utara, akan menjadi tuan rumah GFNY Indonesia yang sekaligus merupakan GFNY Championship Asia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY