“Global Hospitality Expert” Meningkatkan Kualitas SDM Kepariwisataan

0
176

BADUNG, bisniswisata.co.id,- KEPARIWISATAAN Indonesia saat ini mencapai titik pertumbuhan yang sehat dan diakui keberadaannya oleh dunia. Dukungan segenap stake holder kepariwisataan tetap diperlukan baik dalam pembentukan destinasi baru mau pun  usaha wisata baru, juga peningkatan daya saing atas kualitas produk dan sumber daya manusianya.

“Kualitas sumber daya manusia menjadi critical point dalam pengembangan kepariwisataan khususnya di Bali. Sebagai pelaku industri, sekaligus pendidik kepariwisataan, kami menghadirkan pendidikan, pelatihan dan sertifikasi berkualitas international. Lembaga yang didukung sumber daya manusia berkeahlian akademis dan vokasional serta bersertifikasi yang diakui dunia. Berharap mampu mendukung perkembangan kepariwisataan Indonesia berjalan pada rel menuju sasaran yang tepat,” tegas Komisaris Utama Global Hospitality Expert (GHE) I Gede Wiwin Suyasa CHA, CHE.

Menurut Direktur Sekolah Tinggi Pariwistaa Bali International (STPBI) I Gusti Made Sujana, GHE adalah divisi Professional Hospitality Education and Development dari STPBI. Sejak tahun 2014, lanjut Sujana, STPBI merupakan Official Global Academic Partner, mitra akademis resmi  American Hotel & Lodging Education Institute (AHLEI).  Dan GHE memegang lisensi atas penyelenggaraan professional education dan professional certification.

Bermitra dengan AHLEI, jelas Sujana, bukan tanpa maksud. Seperti juga ditegaskan Wiwin Suyasa bahwa dalam persaingan ketat dunia kepariwisataan dunia, kualitas SDM adalah kunci utama. Bali sebagai salah satu motor penggerak kepariwisataan Indonesia memiliki tanggungjawab moral, turut serta menyiapkan SDM handal, meningkatkan kualitas pelaku industri. Terlebih di Bali telah berdiri dan berkembang sejumlah lembaga- lembaga pendidikan kepariwisataan. Kepariwisataan adalah jalan toll dalam upaya pengentasan isolasi sosio-geografis, pengentasan kemiskinan, agent of change dan pemacu pergerakan ekonomi dengan multiplier effectnya yang luar biasa. Alat untuk mencapai kesejahteraan social bagi masyarakat Indonesia sebagai bagian tujuan wisata dunia.

 

Pengakuan Dunia

Dilembaga GHE,  seluruh program didesign dan diperuntukkan sebagai legitimasi kualitas keahlian profesi berstandard internasional (Industry Credential), persiapan jenjang karir dari level karyawan hingga General Manager (Qualification Certificate); percepatan pembelajaran akademis dan vokasional jenjang mahasiswa, instruktur hingga educator (Academic Plus).

     “Jika di masa lalu kita mengejar sertifikat keahlian ke luar negeri, sekarang sudah disiapkan di Bali dan diakui dunia,’’ jelas President Director GHE, Agus Yoga Iswara, BBA, BBM, MM, CHA.

Untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan keberadaan GHE, bertempat di H Sovereign Bali, Tuban diselenggarakan “Hospitality Education and Development (H.E.A.D.) Talk” – peluncuran program yang terdiri dari Industry Credentials, Qualification Certificate, Academic Plus dan Essential Workshop.

Dalam kesempatan sama (Senin, 17 Juli 2017) diluncurkan pula tiga buah buku kepariwisataan karya putra-putra daerah Bali yang peduli kepariwisataan Bali. Buku berdasar pengalaman keseharian di industry tersebut menambah bahan baca, sumber pengetahuan bagi semua pihak yang berminat. Buku yang disusun Nyoman Astama SE., CHA (Ketua IHGMA Bali) merupaan buku motivasi tentang meraih sukses dengan judul “Success;YOU!”. Dede Ari Gunawan (President Director Bali Citra International) dengan buku motivasinya tentang peningkatan kualitas diri untuk sebuah kesuksesan berjudul “The Courage of Living, dan yang terakhir adalah buku yang diluncurkan oleh K. Swabawa, CHA (Director Swaha Hospitality Management) berjudul Hotel General Manager Hand Book tentang pengetahuan dan strategi seorang GM dalam mengelola suatu hotel.

Memperkuat keberadaan GHE, juga dilakukan penandatanganan naskah kerjasama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali (STPNB), Polytechnic International Bali (PIB), Elizabeth International dan lembaga pelatihan Mediterranean Bali.

Nampak hadir perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Pariwisata prov. Bali, Kadisparda   Badung  asosiasi kepariwisataan antara lain PHRI, IHGMA, SKKBA, ICA, BVA, BHA, HFLA, IHKA, IFBEC, Bascomm, HFIA, HRA, BSWA, UHA, UHSA, serta para General Manager hotel dan pimpinan sekolah kepariwisataan dan perhotelan, serta sejumlah tokoh kepariwisataan Indonesia. * Dwi

LEAVE A REPLY