GIPI: 2.000 Kapal Yacht Masuk Indonesia

0
144
Yacht

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mempridiksi sedikitnya 2.000 Yacht atau kapal pesiar layar ringan dan cepat diperkirakan masuk perairan Indonesia sepanjang tahun 2017. Masuknya Yacht didorong kemudahan dalam mengurus perizinan secara online yaitu Yacht Electronic Registration (YER).

“Sejak ada sistem pendaftaran online atau sistem satu pintu, setahun ada sekitar 2000 kapal Yacht di Indonesia. Padahal tahun 2016, paling maksimal yang datang taksampai 1000 Kapal Yacht,” papar Ketua GIPI Didien Junaedi pada Focus Group Discussion bertajuk “Harmonisasi dan Sinergi Industri Pariwisata”, di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata Jakarta, Selasa (07/03/2017).

Dilanjutkan, implementasi YER berdampak positip terhadap perkembangan wisata bahari di Indonesia. Dengan YER, perizinan kapal semakin dipermudah apalagi diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) 105 Tahun 2015 terkait kunjungan Kapal Yacht ke Indonesia. Sebelum ada Perpres ini, kapal yacht hendak masuk Indonesia sangat susah, karena proses pengurusan perizinannya sangat lama, bahkan biayanya membengkak.

“Dulu namanya bukan YER tetapi CAIT (Clearance Approval for Indonesian Territory). Untuk mendapatkan CAIT ini, mereka memerlukan waktu lama, karena harus proses di tiga instansi, yaitu Kemenhub, TNI dan Kemenlu, dan itu tidak ada kepastian sebenarnya berapa lama proses itu dibutuhkan, bisa sampai satu bulan,” ungkap Didien juga Ketua Gahawisri.

Lamanya proses CAIT selalu dikomplain oleh pengguna kapal yacht yang ingin berwisata jelajahi ke Indonesia. Pasalnya, ketidakjelasan waktu itu berujung pada pengeluaran biaya yang juga tidak jelas. Ini menyebabkan, misalnya aturan biayanya hanya sekitar Rp150.000 – Rp200.000 per satu kapal, bisa membengkak hingga jutaan rupiah.

“Jadi kita sudah revisi aturan yang lama dari CAIT ke YER. Kalau kapal Yacht mau ke Indonesia, sekarang cukup melakukan registrasi secara online di https://yachters-indonesia.id/. Ini jauh lebih mudah karena hanya memerlukan waktu tidak sampai satu hari,” jelasnya.

Nanti setelah diproses, ada pemberitahuan terakhir kapal tersebut sudah diregistrasi. Selanjutnya pemilik kapal download dan print out bukti registrasi. “Nah itu menjadi pegangan dia selama di perjalanan. YER ini juga tidak ada biayanya, jadi keluhan jaman dulu sudah terjawab,” sambungnya.

YER juga mendapatkan tanggapan sangat baik dari pengguna jasa, sehingga ada agen Yacht di Asia Pasifik yang mengadakan biaya untuk mendatangkan kapal Yacht ke Indonesia itu berkurang 50%. Selama ini para pemilik kapal yacht mendatangkan kapal secara keseluruhan bisa menghabiskan Rp10 juta. Sistem YER ini justru bisa memangkas biaya sampai 50%. Ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa dan akhirnya turut diperhatikan pula dari komunitas Yachters di Asia Pasifik.

“Sebenarnya, selama ini mereka mau ke Indonesia tapi tak bersahabat dengan perizinan, akhirnya mereka ke Thailand dan Australia, nah sekarang mereka kepingin masuk ke Indonesia dan malah tinggal di sini,” tambahnya.

Ditambahkan, yachter yang masuk Indonesia memiliki lama tinggal yang sangat lama atau length of stay selama 2 hingga 3 bulan. Bahkan spending untuk memenuhi kebutuhan hidup di laut membeli langsung ke rakyat yang ada di kepulauan atau pulau terluar. “Jadi para yachter itu membeli makanan bukan ke mal-mal,” ucapnya. (endy)

LEAVE A REPLY