Getuk Dimakan, Tamu Hotel Royal Gardenia Keracunan

0
768

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: GARA-GARA mengkonsumsi makanan ringan tradisional getuk lindri, 53 orang mengalami keracunan. Mereka 21 tamu hotel Royal Gardenia Cisarua Bogor dan 32 orang karyawan Rumah Sakit Paru Goenawan Partowidigdo (RSP GP) Cisarua Bogor.

“Jumlah sementara, 53 orang. Dari jumlah ini, 42 korban mendapatkan perawatan di rumah sakit, sedangkan 11 orang dalam kondisi pemulihan di Safari,” kata Kepala UGD RSP GP Cisarua Bogor, dr Agust Sukendar di Bogor, Sabtu (16/5/2015).

Dr Agust menjelaskan, semua korban masuk rumah sakit mengeluh mual, pusing dan muntah-mutah, kejang hingga pingsan. Gejala demikian, merupakan gejala keracunan makanan. “Sebagian besar pasien mengalami kekurangan cairan. Antisipasi, kami berikan infus. Kondisi pasien berangsur membaik,” jelasnya.

Keterangan sementara beberapa korban, karyawan RSP GP yang terkena racun, sebelumnya mmengkonsumsi makanan ringan yang disediakan ketering rumah sakit berupa getuk atau makanan olahan berbahan singkong pada Jumat pagi. Dugaan sementara korban keracunan karena zat pewarna makanan.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cisarua, Ajun Komisaris Dali Saputra menjelaskan, korban keracunan dari hotel sebagian besar merupakan tamu hotel, yang pada Jumat sore mengadakan acara gathering. “Tamu hotel juga memakan makanan yang sama yang disediakan, yakni getuk lindri. Beberapa jam setelah makan, para tamu langsung keracunan,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Saputra, menu makanan getuk yang disediakan ada tiga warna, yakni kuning, coklat, dan hijau. Dari tiga warna tersebut, diduga kuat makanan mengandung racun getuk berwarna hijau, “Semua orang yang memakan getuk hijau keracunan, sedangkan warna lain (kuning dan coklat) tidak,” paparnya.

Hingga Sabtu, seluruh pasien masih dalam perawatan. Polisi pun menduga masih banyak korban keracunan lainnya, karena ada sekitar 400 orang yang memakan snack di dua tempat yakni RSP GP tersebut. Untuk memastikannya, polisi pun meminta agar orang-orang tersebut memeriksakan diri.

Sedangkan, polisi sudah memeriksa dua saksi dalam kasus tersebut. Sementara, contoh makanan yang diduga beracun tersebut masih dilakukan pemeriksaan di lab Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebabnya, “Dugaan sementara, racun berasal dari bahan kimia pewarna makanan,” tambah Saputra. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.