Gernasta Lahir Dan Menjadi Gerakan Moral Masyarakat Sadar Wisata

0
1456

JAKARTA,test.test.bisniswisata.co.id: Organisasi baru Gerakan Nasional Sadar Wisata (Gernasta) merupakan gerakan moral masyarakat yang peduli pariwisata untuk ikut mensukseskan program pemerintah dalam pengembangan pariwisata dengan mendatangkan 20 juta wisman, kata Yerry  Tawalujan

Inisiator, pendiri dan Ketua Umum Gernasta ini mengatakan bahwa organisasi akar rumput ini menjadi mitra pemerintah dan stakesholder pariwisata lainnya untuk menerapkan tujuh dasar Sapta Pesona sehingga masyarakat Indonesia di seluruh pelosok tanah air siap menjadi tuan rumah yang baik.

“Tujuh Sapta Pesona itu adalah menjaga Ketertiban, Keamanan,Kebersihan, Kesejukan, Keindahan,  Ramah tamah dan Kenangan. Gernasta akan pro-aktif dalam memobilisasi seluruh warga menuju masyarakat sadar wisata,” ujar Yerry di dampingi Gangsar sebagai pembina organisasi dari dan untuk masyarakat termasuk diaspora Indonesia di mancanegara ini.

Menurut Yerry, kehadiran Gernasta saat ini diawali di Sulawesi Utara lalu ke Jakarta, Yogyakarta,Jabar, Semarang (Jateng), Magelang, DIY, NTB,NTT, Bengkulu, Babel,Sumut dan Toraja. Peluncuran lembaga swadaya masyarakat ini dijadwalkan berlangsung di Kali Code, Yogyakarta okeh RI-1 pada 21 Mei mendatang.

Pihaknya berupaya mengajak semua unsur masyarakat Indonesia untuk mempromosikan destinasi dan obyek wisata di daerahnya masing-masing melalui sosial media dan komunitasnya masing-masing sehingga bisa mendunia.

Masing-masing dari pengurus inti Gernasta di daerah  sudah saling  mempromosikan potensi daerah masing-masing dan di bahas dalam grup WA sehingga dalam sekejab semua anggota bisa mengetahui potensi-potensi yang masih tersembunyi di daerahnya dan identifikasi permasalahan hingga upaya membuka akses dibahas bersama. Hasilnya nanti produk wisata Indonesia luar biasa beragamnya,” kata Yerry.

Sinergi 3 in 1 antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam membangun pariwisata Indonesia memiliki kekuatan dan terobosan-terobosan sehingga target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia pada 2019 tercapai. Promosi gencar yang sudah berhasil dilakukan Kemenpar harus didukung dengan Word of Mouth (getok tular) dan Viral Communication oleh masyarakat.

“Community Based Tourism Development juga adalah keharusan. Pemerintah perlu membangun dan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Dipihak lain, masyarakat perlu di edukasi supaya sadar wisata dan menjadikan Sapta Pesona menjadi life style,” tambah Yerry Tawalujan.

Jika seluruh unsur masyarakat dilibatkan bersama pemerintah, lembaga dan industri pariwisata, pers, regulator pariwisata, dia optomistis  akan menjadi people power toward tourism dan menjadikan pariwisata Indonesia bersaing di tingkat global, tandasnya.

Sementara itu, Gangsar, pembina Gernasta pusat mengatakan bahwa tim di Yogjakarta misalnya tengah membahas wisata minat khusus yang identik dengan pengalaman dan skill, misalnya rock climbing, hiking-caving-rafting-kayaking-sandboarding-cycling-camping-offroad-running-paralayang , city tour, kuliner hingga seni dan budaya yang menjadi andalan daerah istimewa itu.

“Semua potensi wisata minat khusus sedang gencar dibahas tenan-teman Gernasta DIY karena alamnya sudah tersedia sehingga lama tinggal di Yogya bisa lebih dari seminggu kalau sudah dikemas menjadi paket-paket wisata yang meningkatkan daya saing pariwisatanya,” kata Gangsar.

Dia optimistis kegiatan memobilisasi masyarakat untuk menemukan sumber devisa negara melalui pariwisata di daerahnya masing-masing akan memberikan dampak berganda yang luar biasa bagi perekonomian rakyat.(hildasabri@yahoo.com).

 

 

LEAVE A REPLY