Gerhana Matahari, Wisatawan Asing mulai Booking Hotel

0
593

PALEMBANG, test.test.bisniswisata.co.id: Sedikitnya 50 orang wisatawan mancanegara memesan hotel untuk menyaksikan gerhana matahari total di Palembang, pada 9 Maret 2016. Wisatawan asing itu dari Australia, Jepang dan Belanda.

“Jumlah turis yang datang ini pasti akan bertambah, mengingat peristiwa alam terjadi dua bulan lagi. Banyaknya wisatawan datang karena promosi kita gencarkan sejak tahun lalu, dan sambutannya luar biasa,” papar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camalyn Sinaga di Palembang, Jumat.

Irene melanjutkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel akan menyiapkan tempat khusus bagi masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana matahari yang hanya terjadi puluhan bahkan seratus tahun sekali tersebut.

Tempat yang disiapkan itu, katanya, antara lain Jembatan Ampera Palembang yang lokasinya cukup strategis karena tinggi dan luas untuk melihat dan lantai atas Hotel Aryaduta juga akan menjadi tempat melihat gerhana matahari total tersebut.

“Memang gerhana matahari total diharapkan menjadi daya tarik tersendiri dan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Palembang,” sambungnya.

Di tempat terpisah, pengelola hotel di Palu, Sulawesi Tengah mengatakan, siap menyambut kedatangan para wisatawan Nusantara dan wisatawan mancanegara yang akan menyaksikan gerhana matahari total (GMT) di sejumlah wilayah di daerah itu pada 9 Maret 2016.

“Sudah setahun kami mempersiapkan diri untuk menyambut para wisman yang datang dari berbagai negara untuk menyaksikan GMT di beberapa wilayah di Sulawesi Tengah,” kata General Manager Hotel Santika Palu, Alain Siwy.

Dikatakan, hotel Santika yang berdiri sejak Juli 2012 itu sangat menanti GMT dan berharap para wisatawan, terutama dari berbagai negara di dunia yang datang dan selama berada di provinsi ini mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Karena tujuan utama mereka adalah melihat GMT. “Bayangkan saja hanya beberapa menit GMT, para wisman berani mengeluarkan uang dengan jumlah yang cukup besar,” kata dia.

Jadi, Sulteng sebagai tuan rumah, terutama Palu harus memberikan dan menciptakan rasa aman dan nyaman, sehingga para wisman dapat menikmati apa yang menjadi keinginan mereka.

Termasuk menyiapkan destinasi wisata yang menarik untuk mereka kunjungi selama berada dalam wilayah Sulteng. Paling tidak, kata dia, objek-objek wisata yang ada di setiap daerah tempat kegiatan GMT dipersiapkan dengan baik, terutama dari segi kebersihan dan keamanan serta kenyamanan.

Khusus untuk kesiapan hotel yang telah ditunjuk oleh pihak agen/travel sebagai tempat penginapan para wisman, kata John sudah dipersiapkan sejak 2013.

Ada beberapa hotel di Palu yang telah ditunjuk pihak agen/travel untuk menampung para wisman yang akan datang terkait GMT.

Selain kamar hotel, juga menyiapkan kegiatan seni dan budaya lokal karena para wisman sangat suka untuk melihat langsung. “Itu merupakan permintaan dari mereka yang perlu dipersiapkan bersama pemerintah dan semua pihak terkait yang ada di daerah ini,” katanya.

Para wisman sesuai jadwal datang ke Palu, pada 7-8 Maret 2016. Permintaan dari travel/agen wisman agar pada saat mereka tiba di Palu bisa disambut atau disuguhkan tarian daerah. “Dan itu sudah kami persiapkan dengan kerja sama pihak-pihak terkait,”kata dia.

Khusus untuk kegiatan GMT, lanjut dia, pihaknya dipastikan menerima sekitar 150 wisman dari berbagai negara untuk menginap di hotel Santika. Total wisman yang akan datang dan telah terdaftar baru dalam satu travel saja sudah sekitar 400 orang. Jumlah kamar Hotel Santika sekitar 144.

Manager Hotel Sentral Palu, Jono juga mengatakan, siap menyambut para wisman yang akan datang ke Palu untuk melihat GMT”Kami sudah siapkan kamar untuk para wisman,” kata dia.

Kepala Dinas Periwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah, Siti Mardjanu, sebelumnya menyebut sebanyak 3.000 wisatawan mancanegara dari 12 negara akan hadir terkait GMT. Selain ditampung di hotel-hotel, juga ada sebagian di rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi GMT. (*/b)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.