Gempa Tengah Malam, Tamu Hotel di Yogyakarta & Bandung Berhamburan

0
60
Tamu hotel Ambarukmo Yogya merasakan gempa (Foto: Merdeka.com)

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter (SR) mengguncang wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (17/12) dini hari, membuat sejumlah penghuni hotel di Yogyakarta dan Bandung sempat berhamburan keluar kamar untuk menyelamatkan diri.

Tamu hotel sampat panik disaat mereka tertidur lelap. Para wisatawan itu berdiri diluar hotel dan mencari lokasi yang terbuka. “Gempa bumi penghuni hotel kabur semua,” seperti disampaikan oleh akun twitter @daddyZamil, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Di hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, misalnya para tamu berhamburan keluar ruangan sekitar pukul 23.48 WIB. Puluhan tamu hotel semula masih berdiam di lobi hotel. Saat getaran mulai terasa, puluhan tamu langsung lari keluar ruangan. Sementara, tamu di kamar sebagian besar keluar melalui tangga darurat.

Andreas Marbun, seorang tamu hotel, menuturkan getaran gempa dirasakannya cukup kencang. Saat itu, Marbun tengah berada di lobi Hotel Royal Ambarukmo. “Sepertinya besar sekali tadi gempanya. Getarannya cukup lama, hampir semenit mungkin ya,” ungkap Marbun seperti dikutip Merdeka.com.

Marbun menceritakan, saat gempa dirinya sedang menikmati kopi di lobi Hotel Royal Ambarukmo bersama beberapa kawannya. Saat getaran mulai terasa, dirinya pun langsung lari bersama kawan-kawannya.

Yuslan, tamu di hotel Royal Ambarukmo pun juga merasakan hal yang serupa dengan Marbun. Saat gempa terasa, dirinya langsung berlari untuk turun tangga. “Enggak berani pakai lift. Jadi lewat tangga. Getarannya kerasa cukup kencang dan lumayan lama,” tutup Yuslan.

Budi, wisatawan asal Riau yang menginap di Hotel The101 Jalan Margoutomo, Yogyakarta mengaku uncangan terjadi lebih kurang 5 menit. Dimulai sekitar pukul 23.51 WIB. Hotel sembilan lantai tersebut terdengar berderak-derak. Lampu, kain yang tergantung, tampak berayun-ayun. Penghuni kamar secara cepat menuruni tangga darurat.

“Saya kira badan yang kurang sehat, bergoyang. Makin kuat dan baru sadar itu gempa. Maka secepatnya keluar kamar melalui tangga darurat. Alhamdulillah sampai di bawah goncangan pun mereda,” ungkapnya.

Hingga pukul 00.17 WIB, warga masih berkumpul dan saling menelepon di sepanjang Jalan Margoutomo dan jalan lainnya di Yogyakarta. Sebagian besar belum ada yang berani kembali masuk ke rumah atau hotel tempat mereka menginap. Karena takut gempa susulan terjadi.

Sementera pengunjung hotel di Bandung juga dievakuasi. Hal itu dilakukan karena kencangnya gempa yang dirasakan. Para tamu hotel berhamburan keluar hotel untuk menyelamatkan diri.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melaporkan dua orang tewas dan ratusan rumah rusak akibat gempa 6,9 skala Richter yang mengguncang wilayah selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (17/12) malam.

“Data sementara yang dihimpun Pusdalops BNPB berdasarkan laporan BPBD, dampak gempa bumi terdapat 2 orang meninggal dunia, 7 orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan,” ujar Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran pers, Sabtu (16/12).

Sutopo mengatakan, dua korban yang meninggal dunia terdiri dari seorang warga Ciamis, Dede Lutfi, dan satu warga Pekalongan, Aminah. Kedua korban meninggal akibat tertimbun tembok yang roboh. Karena pusat gempa berada di 6 kilometer arah tenggara Tasikmalaya, daerah yang terkena guncangan paling keras dan merusak adalah Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis.

Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah 1 orang meninggal dunia, 6 orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. “Sedangkan di Jawa Tengah, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan 6 rumah rusak sedang,” tutur Sutopo.

Beberapa rumah sakit juga mengalami kerusakan sehingga pasien harus dievakuasi, salah satunya RSUD Banyumas yang mengalami plafon ambrol, tembok retak, dan instalasi pipa gas oksigen bocor. “Sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong,” kata Sutopo.

Ditegaskan tidak ada tsunami di sepanjang pesisir selatan Jawa, meski gempa susulan dengan magnitude kecil terjadi sepanjang malam. Masyarakat pun sudah beraktivitas dengan normal. Namun, BNPB tetap mengingatkan warga agar selalu siaga karena gempa bumi dapat terjadi setiap saat di daerah-daerah yang rawan. “Saat terjadi gempa segera keluar dari rumah dan bangunan, dan berlindung di tempat yang aman,” katanya. (BBS)

LEAVE A REPLY