Gempa Tasikmalaya Bikin Panik Wisatawan di Pangandaran

0
232

PANGANDARAN, Bisniswisata.co.id: Gempa bumi yang mengguncang selatan Jawa pada Senin (24/04/2017) pukul 01.10 WIB mengagetkan wisatawan yang sedang berlibur di daerah Pangandaran. Berdasarkan pantauan, sejumlah wisatawan yang berada di beberapa perhotelan dekat pantai di Pangandaran berhamburan keluar karena kaget dengan adanya gempa tersebut.

Beberapa wisatawan keluar hotel mencari lokasi yang aman. “Saat terjadi guncangan gempa kami kaget, makanya langsung keluar kamar hotel,” kata salah satu wisatawan asal Bandung, Senin (24/4).

“Saya sempat panik dan keluar rumah,” ujar Bagus (34) wisatawan asal Jakarta yang menginap bersama keluarganya. Ia mengatakan getaran gempa tersebut cukup kuat an terasa di dalam kamar sehingga membuat panik. Dan membangunkan anaknya terlelap tidur untuk diajak keluar hotel untuk menghindari hal tak diinginkanm

Bahkan, lanjut dia, dinding hotel, lemari dan cermin ikut bergoyang akibat gempa. Beruntung, kata dia, guncangan gempa berlangsung singkat sehingga tidak menimbulkan kerusakan. “Namun serem juga merasakan getaran yang hebat,” tandasnya.

Ketua Potensi SAR Pangandaran Ocid Sutan Abdulrosyid mengatakan, berdasarkan pengumuman Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, gempa bumi tektonik terjadi berkekuatan M=5,0. “Pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,10 lintang selatan dan 117,86 bujur timur, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak sekitar 58 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,” kata Ocid.

Dan, kedalaman hiposenter gempa tersebut 63 kilometer. Berdasarkan hasil analisis peta, tingkat guncangan shakemap BMKG dampak gempa bumi menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas. “Guncangan gempa bumi terjadi di wilayah Tasikmalaya, Sumedang, kemudian dirasakan hingga ke wilayah Banjar, Pangandaran, Kabupaten Bandung dan Garut,” tambahnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, gempa bumi tersebut disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia dengan laju 61 mm/tahun. “Aktivitas tersebut menyebabkan deformasi patahan batuan di zona Benioff pada kedalaman 63 km,” kata Nana.

Gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi berkedalaman menengah yang tidak membahayakan. “Meskipun gempa bumi ini memiliki mekanisme sumber dengan pergerakan naik atau thrust dan berpusat di laut, tetapi hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan tidak berpotensi tsunami,” tambahnya.

Monitoring BMKG, selama satu jam pascagempa bumi belum terjadi gempa bumi susulan. Untuk itu masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa dihimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Gempa ini ikut dirasakan di Priangan Timur hingga Bandung. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan soal korban dan kerugiaan akibat gempa. (*/day)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.