Gelombang Pantai Selatan Tak Bersahabat, Wisatawan Diminta Waspada

0
234
Pantai Rancabuaya Garut Pantai Selatan

YOGYAKARTA, Bisniswisata.co.id: Gelombang tinggi yang tidak bersahabat di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa diperkirakan akan memuncak selama sepekan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mencatat, puncak gelombang paling tinggi bakal terjadi pada Senin- Selasa, 5-6 Juni 2017 dengan ketinggian sekitar enam meter.

Sampai 10 Juni ketinggian gelombang pantai selatan itu diprediksi rata-rata empat meter. “Ketinggian gelombang tinggi ini merata di seluruh pantai selatan Jawa akibat menguatnya angin timuran beberapa hari terakhir. Karena itu wisatawan yang menikmati wisata pantai diminta tetap waspada,” ujar Koordinator Pos Klimatologi dan Geofisika BMKG Yogyakarta, Joko Budiono, Selasa (06/06/2017).

Pesisir pantai yang terkena imbas gelombang tinggi itu meliputi perairan pantai selatan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Yogyakarta. Kondisi ini disebabkan adanya peningkatan kecepatan angin timuran yang bertiup dengan kecepatan rata-rata 10-20 knot atau 18-37 km/jam ini memicu peningkatan tinggi gelombang tak biasa.

“Wisatawan dan warga yang melaut kami mohon mewaspadai kemunculan gelombang tinggi yang cukup significant di selatan Yogyakarta ini. Untuk sementara lebih baik bersabar untuk tidak ke pantai untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” sarannya.

Koordinator Tim Search And Rescue Wilayah II Gunungkidul Marjono sebelumnya menyatakan telah memperingatkan masyarakat khususnya nelayan di pesisir mengawasi gelombang tinggi yang menerjang pekan ini. “Meski ini fenomena tahunan, kami tetap antisipasi,” ujar Marjono.

Tim SAR pun telah meminta para nelayan mengamankan kapal-kapalnya yang biasanya diparkirkan di bibir pantai ke area yang lebih tinggi dan aman. “Jika gelombang tinggi kami himbau nelayan tidak melaut dulu,” ujarnya.

Himbauan BMKG terkait gelombang tinggi ini untuk mengantisipasi agar peristiwa tahun lalu tak berulang. Pada Juni 2016 lalu, gelombang laut pantai selatan di Gunungkidul sempat mengamuk hampir selama dua pekan dengan ketinggian maksimal 4,9 meter dan merusak warung serta puluhan kapal nelayan.

Bahkan gelombang tinggi laut selatan saat itu membuat sejumlah nelayan asal Garut Jawa Barat yang membawa lima kapal motor dengan tujuan Pacitan Jawa Timur terdampar paksa di Pantai Baron. Akibat gelombang pasang itu sebuah kapal motor asal Cilacap Jawa Tengah yang membawa empat anak buah kapal juga karam dihantam gelombang pasang di Pantai Gesing Gunungkidul.

Sebanyak tiga awak selamat dan satu hilang meskipun SAR menurunkan dua jetski pencari dari Badan SAR Nasional (Basarnas). Kerugian materiil akibat gelombang tinggi saat itu diperkirakan pemerintah Gunungkidul senilai Rp 2 miliar. (*/bbs)

LEAVE A REPLY