Salah satu sudut spa ala betawi di Hotel The Hermitage

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Indonesia yang memiliki ratusan suku bangsa memiliki tradisi cara pengobatan serta ramuan rempah-rempah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kini Indonesia memiliki sembilan etno wellness yang masing-masing memiliki karakteristik dan ciri khas.

Wellness, merupakan kegiatan keseimbangan antara pikiran, tubuh, dan jiwa yang secara keseluruhan akan menghasilkan keseimbangan yang lebih baik.

Salah satu etno wellness yang harus dikembangkan untuk melestarikan budaya Betawi, yakni etno wellness Tangas Betawi. Gaya Spa bersama Hotel The Herimatage Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (29/10/14) kemarin meluncurkan spa dengan konsep perawatan khas Betawi.

“Perawatan moderen dengan sentuhan akar budaya Betawi baru pertama kali ada di Jakarta. Hotel Herimatage menjadi hotel pertama yang memiliki spa dengan teknik perawatan khas Betawi,” ujar pemilik Gaya Spa Laorda Hutagalung.

Lourda mengatakan, “Selain menjadi hotel pertama yang menjalankan etno wellness Tangas Betawi, diharapkan akan membawa semangat pelestarian bagi tradisi budaya bangsa”.

“Dengan adanya Tangas Betawi di Gaya Spa Hotel The Herimatage ini juga dapat memperkenalkan kekayaan rempah-rempah bangsa Indonesia sekaligus memperkenalkan Tangas Betawi sebagai health tourism ala Jakarta,” tegasnya.

Ahli kebudayaan Betawi, Husnia Thamrin mengungkapkan, “Budaya Tangas adalah tradisi Betawi yang meliputi ritual pijat, lulur, dan tangas (uap). Ritual Betawi ini kerap dilakukan saat perempuan hamil, setelah melahirkan, atau sebelum menikah”.

Pijat Betawi ini sangat kental unsur budayanya terlihat dari penggunaan bahannya, seperti secang, kulit delima, rempat-rempah untuk steam, dan lulur yang dibalurkan. Setelah di tangas diberi bir pletok hangat, minuman tradisional khas Betawi.

“Spa dengan konsep pemijatan Betawi ini dapat memajukan industri pariwisata kesehatan di Jakarta,” tambah Direktur Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Oneng S Harini.

Menurut Oneng, Hotel the Hermitage merupakan bangunan lama karena gedung ini dahulu kantor tempat ia bekerja pada 1991 – 1996, dan  berubah menjadi Universitas Bung Karno sebagai tempat ia mengajar budaya.

Oneng menambahkan, “Hotel ini menjadi pusat percontohan spa Tangas Betawi, di aplikasikan disini sebagai langkah awal. Gerakan di titik Jakarta, dan sebagai perkenalan”.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, “Etno wellness Tangas Betawi menjadi karakter khas dan ikon baru bagi kota Jakarta”.

Menurutnya pasar Jakarta sangat luar biasa, wisata mancanegara pada 2013 sebesar 2,3 juta , dengan kontribusi pariwisata 30 persen. Sedangkan wisnus 32 juta.

“Ini menjadi pasar yang luar biasa untuk memperkenalkan Tangas Betawi dan juga Bir Pletok, minuman khas Betawi  yang bisa dijadikan sebagai minuman welcome drink saat spa,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Executive Assistant Manager Hotel The Hermitage, Posma Hutauruk kepada Bisniswisata.co.id mengatakan, “Hotel The Hermitage merupakan hotel heritage yang mencerminkan suasana Betawi Tempo Doeloe dan baru beroperasi sekitar lima bulan yang lalu, pasar pengunjung kami lokal, asia, dan Eropa”.

Hotel yang terletak di Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat itu memiliki 90 kamar.(evi)

 

LEAVE A REPLY