Gaun Futuristik Kimberly Tandra Warnai “Celebrete 3 Years of Splendour”

0
792
Kimberly (bawa bunga) dan hasil karyanya (foto: endy)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Suasana gelaran Fashion Concert bertajuk “Celebrete 3 Years of Splendour” untuk memeriahkan Ulah Tahun ke-3 Lippo Mall Kemang, Sabtu (26/09/2015) petang, benar-benar berbeda dibandingkan pada pembukaan destival, pada Jumat malam kemarin.

Perbedaanya, gaun yang diperagakan bertema Outer Space atau luar angkasa. Juga perancangnya, Kimberly Tandra masih belia, berusia 17 tahun. Namun hasil karyanya sangat luar biasa, dengan menyajikan gaun bernuansa futuristik yang unik dan menarik.

Puluhan pengunjung atrium utama Lippo Mall Kemang, sempat dibuat decak kagum dengan hasil rancangan busana yang tidak biasa. Ada 34 koleksi busana, 17 busana bertema luar angkasa yang diperagakan pada sequence pertama, disusul 17 busana ready to wear pada sequence kedua.

Pada sequence pertama, semua busana memakai warna neon seperti orange, biru, merah dan lainnya, Warna neon ini terkenal dengan warna cerah yang membuat kesan jika dikenakan membuat diri ceria, sehingga eye catching. Selain itu, menyuguhkan pilihan busana formal dan semiformal bergaya futurustik dalam sapuan palet yang berani dan permaian panel yang asimetris.

Salah satunya mini dress hitam berbahan polyester yang dihiasi rok tambahan berwarna silver metalik dan dekorasi panel tambahan berbahan scuba biru di area bodice.

Namun pada sequence kedua aku fokus pada warna hitam dan putih, yang menggambarkan kenetralan. Juga Kimberly banyak bermain di detail dan struktur untuk menghilankan kesan jenuh pada busana putih.

Beberapa busana yang muncul di sekuen ini di antaranya jaket dan blouse dengan motif yang dibuat dengan teknik laser-cut, jumpsuti berbahan latex, dan berbagai bentuk cropped-top. Sesekali, ia menambahkan detail unik seperti ritsleting di busana serba putih itu.

Detail yang rumit menjadi kekuatan produk Kimberly. Saking rumitnya, ia sempat kewalahan mencari penjahit karena mereka umumnya enggan menyanggupi keinginannya. Rintangan juga datang dari masalah membagi waktu.

“Memang busana yang aku hadirkan tidak biasa, tetapi masih bisa dikenakan dalam acara-acara khusus, juga bisa dipakai artis penyanyi untuk show, atau aktivitas lainnya. Konsep Outer Space sengaja aku tonjolkan pada eksistensi pertamaku pada dunia mode. Karena aku ingin tampil beda, biar muda dikenal,” komentar Kimberly usai pagelaran busananya.

Desainer kelahiran Surabaya yang masih menyelesaikan pendidikan di ESMOD Jakarta menilai sengaja mengangkat tema luar angkasa, karena belum terlalu banyak desainer Indonesia yang memilih tema tersebut. “Saya mengambil tema ini karena terinspirasi dari desainer Inggris Gareth Pugh, dan desainer Indonesia, Petrick,” jelas Kimberly yang menekuni dunia desianer, jahit menjahit sejak kecil.

Ditambahkan untuk cutting, masih mengandalkan potongan yang sederhana namun fit body. Busana dengan tema futuristik tidak cocok jika dibuat longgar. “Karena itu, setiap busana yang didesain harus ketat membentuk tubuh si pemakainya,” ucapnya sambil berharap dengan tema Futuristik ready to wear ala Kimberly Tandra, kiprahnya di dunia mode bisa diperhitungkan.

Ambisinya cuma bisa tampil di Jakarta Fashion Week atau Indonesia Fashion Week. “Untuk itu, aku mulai menyiapkan sejak dini, mengikuti show seperti ini, dan terus menciptakan kreasi-kreasi baru agar lebih dikenal,” harapnya. (endy poerwanto)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.