Garuda Tergelincir Akibat Cuaca

0
178

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Pesawat Garuda GA258 tujuan Jakarta-Yogyakarta tergelincir saat akan mendarat di Bandara Adisutjipto, Rabu (1/2) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.50 WIB, bermula saat pesawat akan mendarat namun keluar landasan dari arah runway 09. Pesawat jenis Boeing 737 NG yang mengangkut 119 penumpang dan 8 awak pesawat serta pilot sehingga total 127 orang dalam kondisi selamat.

District Manager Garuda Indonesia Yogyakarta Supriyono mengatakan, kemungkinan penyebab pesawat tergelincir adalah faktor cuaca. Ketika melakukan pendaratan, hujan deras melanda areal bandara. “Kemungkinan cuaca buruk, tetapi selanjutnya menunggu hasil dari KNKT,” ucap dia, Kamis (2/2).

Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Novian Samyoga mengatakan, saat pendaratan pesawat ini menggunakan runway 09, visibility 2.000 meter, dan kecepatan angin 6-10 knott “Jadi masih masuk dalam parameter dan landing, keluar landasan karena hal tertentu,” ungkapnya.

Lokasi tergelincir sekitar 1.500 meter dari pertama kali landing sampai posisi tergelincir. Pesawat Garuda landing dari barat ke timur dan tergelincir ke utara.

Meski tak ada korban jiwa, namun seluruh penerbangan di Bandara Yogya dihentikan. Akibatnya, Ratusan calon penumpang pun telantar di Bandara Adisucipto. Hingga tengah malam, para penumpang sibuk berlalu lalang mencari info kelanjutan penerbangan.

Sebagian lainnya, memilih duduk dengan raut wajah bingung karena tak mendapatkan informasi. Sementara, puluhan lainnya sibuk menanyakan keberadaan bagasi dan mengatur ulang jadwal penerbangan ke petugas.

Di sisi Timur Bandara, tampak antrean panjang penumpang nampak di ruangan loket Lion Air dan Batik Air. Para penumpang ini hendak mereschedule jadwal. Namun, hanya ada 3 petugas yang melayani 3 loket khusus untuk pesawat Wing Air, Lion Air dan Batik Air.

Salah seorang penumpang Warasto (40) mengatakan, dirinya kecewa lantaran tak ada satupun petugas maskapai atau otoritas bandara yang memberitahu dan mengarahkan penumpang untuk mengatur ulang jadwal penerbangan.

Ia seharusnya terbang dengan Lion Air tujuan Jakarta pukul 20.00 WIB. Namun, harus mengantre berjam-jam untuk mereschedule jadwal. “Petugas bandara memberi pengumuman bandara cuma ditutup sementara. Tapi malah dihentikan. Harusnya begitu kejadian, petugas langsung gerak cepat menangani penumpang,” kata pria asal Jakarta ini.

Penumpang lainnya, Galih mengeluhkan hal yang sama. Tak ada satupun petugas yang memberi informasi kemana penumpang harus reschedule tiket atau mengambil bagasi. “Semuanya kacau. Enggak ada yang kasih tau dimana loket buat reschedule, penumpang harus bagaimana. Tadi disini sempat rebutan antrenya,” protesnya.

General Manager Bandara Adisujipto Agus Pandu Purnomo mengakui tak ada pihak maskapai yang bertugas menghandel calon penumpang. Pihak maskapai seharusnya bertanggung jawab kepada penumpang. Awalnya usai pesawat tergelincir, bandara ditutup sementara hingga pukul 23.00 WIB. Namun pihaknya memutuskan menghentikan seluruh penerbangan.

Berdasarkan laporan pengelola bandara, salah satu pesawat yang urung mendarat adalah Citilink QG 102. Maskapai ini tidak jadi mendarat dan harus kembali ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta karena evakuasi Garuda masih berlangsung.

Begitu pula pesawat Garuda GA 216, yang mestinya mendarat di Bandar Udara Adisutjipto malam itu terpaksa harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Pesawat Garuda GA255 dari Denpasar juga harus kembali ke Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali.

Pesawat Lion Air JT523 dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dialihkan rutenya ke Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat Lion JT554, Lion Air JT564 dan Lion Air JT568 harus kembali ke Soekarno-Hatta. Pesawat Lion Air JT677 dari Balikpapan dialihkan penerbangannya ke Soekarno-Hatta.

Pesawat Batik Air ID7541 dari Halim Perdana Kusuma juga harus kembali lagi. Sesangkan pesawat Sri Wijaya Air SJ713 dari Makassar dialihkan mendarat di Soekarno-Hatta. “Proses evakuasi sudah berjalan dan tidak ada korban jiwa,” kata Liza Anindia Rahmadia, Communication Section Head, PT Angkasa Pura I Bandar Udara Adisutjipto. (*/NDY)

LEAVE A REPLY