Gairahkan Wisata Manado, BKPM Gelar Invest Manado

0
227
Bunaken Manado (Foto: Pinterest)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggagas kegiatan Manado International Conference on Tourism Investment dengan tema Invest Manado. Lewat kegiatan tersebut, pemerintah mempromosikan potensi investasi di sektor pariwisata yang ada di Sulawesi Utara.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga menyampaikan, peluang investasi yang ada di Sulawesi Utara antara lain di sektor pengembangan hotel dan resort, MICE, atraksi pariwisata, infrastruktur transportasi.

Selain itu, investor juga dapat menanamkan modalnya di industri pendukung pariwisata lain seperti penyediaan energi, industri makanan dan minuman, fasilitas kesehatan serta pendidikan kejuruan pariwisata. “Sektor pariwisata ini merupakan sektor prioritas investasi yang sedang digenjot pemerintah,” kata Himawan, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Jumat (14/04/2017).

Kegiatan Invest Manado sekaligus menunjukkan dukungan BKPM terhadap program Kementerian Pariwisata untuk membangun 10 destinasi pariwisata sekelas Bali. Dan Manado layak untuk didukung, mengingat potensi wisatanya sangat banyak dan beragam.

BKPM mencatat, investasi yang masuk ke Sulawesi Utara hingga saat ini masih didominasi oleh sektor infrastruktur seperti listrik, gas dan air. Nilai investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 3,4 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 209 juta dolar AS.

Untuk sektor pariwisata seperti investasi di bidang hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 13 persen dari total PMA sebanyak 26,9 juta dolar AS.

Acara Manado International Conference on Tourism Investment sendiri akan digelar di Hotel Sintesa Peninsula, Manado, pada 22-24 Mei 2017. Kegiatan itu terselenggara atas kerjasama BKPM dengan​ Kementerian Pariwisata, Pricewaterhouse Coopers (PWC), Broadway Malyan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Manado merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Utara. Kota ini memiliki semboyan ‘Torang Samua Basudara’ yang berarti Kita Semua Bersaudara. Masyarakat Manado dikenal dengan keramahannya pada pendatang karena bagi mereka, semua yang datang ke kotanya adalah saudara.

Kota ini biasa digunakan sebagai persinggahan sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke Taman Laut Bunaken yang memang sudah dikenal sebagai salah satu tempat wisata bawah laut terbaik di dunia. Kenyataannya, Taman Laut Bunaken bukan satu-satunya tempat wisata terbaik di Manado.

Untuk mengenal tanah Minahasa,berikut rangkuman 10 tempat wisata di Manado yang bisa Anda kunjungi saat sedang berada di kota ini:

01. Taman Laut Bunaken

Tempat wisata di Manado ini, membuat kota ini dikenal dunia. Tahun 2005, UNESCO menetapkan taman laut ini sebagai salah satu situs warisan dunia. Mengingat biota laut yang ada luar biasa kaya. Juga beragam bentuk terumbu karang dan ikan dengan warna-warni cantik. Alam bawah laut jadi surga bagi penggemar kegiatan menyelam, snorkeling dan fotografi air. Dengan 39 titik selam, bisa betah berlama-lama menyelam. Jika tak bisa berenang, menggunakan kapal selam yang telah didesain secara khusus. Dinding kapal berupa kaca transparan sehingga Anda bisa melihat pemandangan bawah laut yang luar biasa dengan jelas.

02. Pantai Malalayang

Pantai ini berjarak 4 km dari pusat kota Manado. Tempat wisata ini memiliki keindahan alam bawah laut yang tak kalah menarik. Ombak di pantai ini relatif tenang, sehingga bisa bermain air di atas pasirnya yang hitam. Juga kegiatan menarik lainnya adalah menikmati kuliner khas Pantai Malalayang yaitu pisang goreng dengan sambal dabu-dabu. Tempat wisata di Manado ini dikenal memiliki pemandangan matahari terbenam yang indah.

03. Arung Jeram Sawangan

Sungai Sawangan memiliki arus cukup deras. wisatawan diajak menaklukan arus dan bebatuan yang ada selama kurang lebih dua jam. Panjang lintasan sungai 9 km. Perjalanan akan dimulai di Resort River Park, Desa Sawangan. Selama di atas perahu, Anda bisa menikmati pemandangan rimbunnya pepohonan di tepi sungai. Jika beruntung, Anda juga bisa melihat monyet-monyet bergelantungan di atas pohon.

04. Air Terjun Kima Atas

Tempat wisata di Manado lainnya layak dikunjungi adalah Air Terjun Kima Atas. Air terjun ini berada di Kelurahan Kima Atas, atau sekitar 15 km dari pusat kota Manado. Ada banyak pepohonan di sekitar air terjun yang membuat udara di tempat wisata ini sejuk. Air terjun ini terdiri dari tiga tingkatan dengan aliran yang tidak terlalu deras sehingga aman untuk berenang di kolam penampungan airnya.

05. Danau Tondano

Danau Tondano merupakan danau vulkanik yang dihasilkan dari letusan gunung purba. Seperti Danau Toba di Sumatera Utara, tempat wisata ini juga memiliki pulau di tengahnya dan berada di dataran tinggi yaitu 600 meter di atas permukaan laut. Danau yang memiliki luas 4.000 hektar ini diapit oleh Gunung Tampusu, Gunung Kaweng, dan Gunung Masarang. Wisatawan bisa melihat aktifitas nelayan menangkap ikan dengan menggunakan keramba.

06. Taman Wisata Tandurusa

Taman wisata ini di Kecamatan Aertembaga, sekitar dua jam perjalanan dari pusat kota Manado. Di tempat wisata ini, bisa menemukan banyak binatang khas Sulawesi mulai dari babirusa, monyet hitam, tarsius dan berbagai jenis burung. Yang paling menarik tentu saja tarsius yang sudah menjadi ikon Sulawesi Utara. Tarsius ini bentuknya menyerupai monyet tapi tubuhnya tak lebih dari 15 cm. Tangan dan kakinya berukuran lebih panjang dari tubuhnya. Satu cirinya yang paling mencolok adalah matanya yang bulat besar dan berukuran hampir setengah dari wajahnya.

07. Bukit Kasih

Semboyan masyarakat semua bersaudara bukanlah ucapan belaka. Hal ini dibuktikan adanya Bukit Kasih merupakan simbol kerukunan beragama di Manado. Ada rumah ibadah dari lima agama resmi di Indonesia dalam satu tempat. Bukit Kasih berada di Desa Kanonang atau sekitar 55 km dari pusat kota Manado. Tak jauh dari pintu masuk, disambut sebuah monumen setinggi 22 meter yang disebut dengan Tugu Toleransi. Monumen ini berbentuk segi lima yang di setiap sisinya terdapat simbol masing-masing agama dengan kutipan ayat dari kitab sucinya. Naik ke atas, ada lima rumah ibadah yang masing-masing dihubungkan dengan anak tangga berliku. Untuk dapat berkeliling tempat wisata ini, Anda harus naik-turun ratusan anak tangga, maka sebaiknya Anda memakai alas kaki yang nyaman. Selain Tugu Toleransi, ada sebuah menara salib berwarna putih dengan tinggi mencapai 53 meter. Menara ini bahkan bisa dilihat dari kawasan boulevard yang ada di pusat kota Manado.

08. Museum Negeri Sulawesi Utara

Cara paling praktis untuk mengenal budaya dari setiap daerah adalah dengan mengunjungi museumnya. Di Museum Negeri Sulawesi Utara, Anda bisa melihat budaya suku Minahasa yang merupakan suku asli provinsi ini. Tempat wisata yang berada di Jalan WR. Supratman ini memiliki beragam koleksi yang menggambarkan budaya masyarakat setempat. Anda bisa menemukan miniatur rumah adat, pakaian adat, alat menangkap ikan, peralatan rumah tangga, sampai benda peninggalan pahlawan daerah. Total ada sekitar 2.810 buah koleksi yang ada di museum ini. Untuk bisa masuk ke tempat wisata di Manado ini, Anda hanya dikenakan biaya sebesar 1.000 Rupiah untuk dewasa dan 250 Rupiah untuk anak-anak. Museum buka setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur nasional.

09. Kawasan Boulevard

Kawasan boulevard ini berada di sepanjang Jalan Pierre Tendean. Pada awalnya, kawasan ini hanya menjadi lokasi berjualan para pedagang kaki lima, sampai kemudian pemerintah kota menjadikannya sebagai landmark kota Manado. Pada sore hari, tempat wisata ini ramai dikunjungi warga untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. Jika Anda ingin membuktikan keindahan matahari terbenam di sini, sebaiknya datang sebelum jam 5 sore agar mendapat bangku untuk duduk. Malam harinya, kawasan ini menjadi pusat kuliner di Manado. Tak hanya makanan khas Manado yang disajikan di sini, namun juga ada banyak kuliner dari daerah lain di nusantara. Sambil menikmati makanan, Anda bisa melihat keindahan Pulau Manado Tua di seberang laut.

10. Kota Bunga Tomohon

Bergeser sedikit dari Manado, sekitar 22 km ada kota Tomohon yang disebut sebagai Kota Bunga. Berada di kaki Gunung Lokon, tanah di Tomohon menjadi sangat subur dan ideal untuk budidaya beragam jenis bunga. Di sini, setiap rumah memiliki kebun pribadi dipenuhi bunga warna-warni yang cantik. Antara bulan Juni – Agustus, biasanya diadakan festival bunga hias. Anda bisa melihat parade bunga dan berbagai pertunjukan seni di sepanjang jalanan kota. Jika belum puas menikmati kota ini dalam satu hari, Anda tak perlu khawatir karena ada banyak penginapan di Tomohon. (*/bbs)

LEAVE A REPLY