Gaet Wisatawan, Indonesia Harus Belajar dari Spanyol

0
303
Pantai Levante, Benidorm, Spanyol dibanjiri wisatawan

MADRID, bisniswisata.co.id: Indonesia harusnya bisa banyak belajar dari Spanyol dalam hal mendatangkan wisatawan mancanegara dan strategi pemerintah Spanyol dalam mengelola berbagai obyek wisata serta sarana dan prasarana perlu dicontoh. Mengingat, strategi yang dilakukan Pemerintah Spanyol berhasil menaikkan jumlah kunjungan wisatawan menjadi 75 juta pada tahun 2016, naik sekitar 9 juta dari tahun 2015 yang hanya 66 juta wisatawan.

“Wisatawan yang datang ke Spanyol lebih banyak membelanjakan uangnya dibandingkan turis yang datang ke Prancis, meskipun jumlah turis ke Perancis lebih besar,” ungkap Dubes RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni, kepada Antara saat berkunjung ke paviliun Indonesia dalam pameran pariwisata “Feria Internacional de Turismo (FITUR) yang berlangsung di Madrid, Spanyol dari tanggal 18 hingga 22 Januari 2017.

Catatan Kementerian Pariwisata Spanyol, 2016 turis asing membelanjakan uangnya rata-rata 138 Euro per-hari, atau dalam satu paket kunjungan berbelanja rata-rata 1.023 Euro per-orang, sehingga selama 2016 devisa yang diterima Spanyol dari pariwisata mencapai Euro 77 milyar, naik 8,3% dibandingkan tahun 2015. Sementara penduduk Spanyol hanya 47 juta orang.

Selain itu Pemerintah Pusat Spanyol mendorong Pemerintah Propinsi untuk melakukan inovasi di semua Propinsi yang berjumlah 17 Provinsi, menjadi wilayah destinasi yang menarik. Contohnya, diantara enam destinasi teramai yakni Catalunya, Kepulauan Canarias, Balearic, Valencia, Andalusia, dan Madrid, yang paling berhasil adalah Kepulauan Canarias yang pada tahun 2016 berhasil meningkatkan jumlah turis asing 11%, dari 13 juta pada 2015 menjadi 15 juta pada 2016, lanjutnya.

Dilanjutkan, untuk destinasi yang tidak ramai tetapi karena inovasi yang dilakukan telah berhasil meningkatkan jumlah turis asing secara signifikan seperti La Rioja naik 89% dan Aragon 69%. Inovasi yang dilakukan seperti Kepulauan Canary memiliki tanah yang diiklankan mirip Planet Mars, sangat sukses menarik produser film untuk shooting. Dan menunjang kegiatan shooting para artis film terkemuka, di Kepulauan Canari dibangun Taman Bermain bernama Siam Park, menjadi daya tarik di Kepulauan Canary.

Sementara Propinsi Valencia inovasinya melalui deklarasi sebagai Kota Sutera yang masuk dalam program UNESCO dan UNWTO mengenai pembangunan pariwisata, ekonomi, dan infrastruktur Jalur Sutera sehingga promosinya dapat bergabung dalam promosi Jalur Sutera UNESCO dan UNWTO.

Spanyol juga memperkenalkan wisata kuliner dan belanja, gabungan kuliner dan belanja ini menjadi ikon wisata Spanyol pada 2015-2016. Sebelumnya mereka hanya mengandalkan wisata pantai, matahari dan pasir. Spanyol menjadikan makanan tradisionalnya, Tapas, menjadi sangat populer seperti makanan Jepang, Sushi.

Apalagi Spanyol akan mengadakan program Madrid Fusion ajang promosi dalam memamerkan makanan dari berbagai daerah di Spanyol, dan menjadi pameran makanan internasional terbesar di dunia. Pameran akan diselenggarakan setelah FITUR tersebut telah menjadi kiblatnya para chef seluruh dunia. Kebijakan tersebut juga dikembangkan dengan dukungan UNWTO mendeklarasikan San Sebastian sebagai Ibukota Gastronomi Dunia pada 2015.

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Giri Adnyani, mengatakan Indonesia memang harus banyak belajar dari Spanyol dalam hal mendatangkan wisatawan. Apalagi posisi Madrid yang sangat strategis bagi pengembangan wisata Indonesia. Karena itu, keikutsertaan Indonesia dalam Pameran Pariwisata Internasional Fitur ke 37 di Madrid, Spanyol, punya arti staretis bagi pengembangan pariwisata di Tanah Air, khususnya dalam menarik wisatawan Spanyol, Eropa dan Amerika Latin.

Apalagi Madrid menjadi lokasi kantor pusat dari bandan pariwisata PBB atau UN WTO yang menjadikan Madrid sebagai referensi dalam pengembangan wisatanya. Saat ini jumlah wisatawan Spanyol yang datang ke Indonesia menurut data hingga tahun 2015 tercatat hanya 53.891 wisatawan.

Sayangnya Spanyol tidak masuk dalam Pasar Utama Wilayah Eropa, maka target 2017 tidak dirinci, ujarnya, hanya untuk Wilayah Eropa kementerian pariwisata mentargerkan dua juta lebih wisatawan pada tahun 2017 diantaranya wisatawan dari Inggris 441 ribu, Perancis 330 ribu dan Jerman 306 ribu dan Belanda 250 ribu.

Selama pelaksanaan Fitur tidak saja industri pariwisata Indonesia yang menjual berbagai obyek wisata tetapi juga travel biro adal Spanyol seperti “Indonesia En Tus Manos,” yang juga menjual paket berbagai obyek wisata di Indonesia, seperti Bali, Sumatera khusus nya Pulau Samosir dan Bukit Lawang, Borneo, Lombok, Pulau Komodo dan Flores bekerjasama dengan berbagai hotel yang ada baik di Bali maupun daerah lainnya.

Sampai saat ini kami telah mendatangkan wisatawan Spanyol ke Indonesia mencapai seribu wisatawan,” ujar Direktur Komersial Indonesia En Tus Manos, Alejondro Viato kepada Antara London.

Dikatakannya perusahaan yang bernama “Indonesia En Tus Manos,” yang berarti Indonesia di tangan, lebih banyak melakukan privat tour khususnya untuk yang melakukan wisata bulan madu mencapai 80 persen. Diharapkannya pada tahun ini ia bisa mendatangkan sekitar 300 sampai 400 wisatawan Spanyol yang akan berlibur ke Indonesia.

Menurut data Badan Pariwisata Dunia (UNWTO) dan WTTC 2015, sektor pariwisata memberikan kontribusi sebesar 9,8% Produk Domestik Bruto (PDB) global, kontribusi terhadap total ekspor dunia sebesar US$ 7,58 triliun dan foreign exchange earning sektor Pariwisata tumbuh 25,1%, dan pariwisata membuka lapangan kerja yang luas; 1 dari 11 lapangan kerja ada di sektor pariwisata. (*/ANO)

LEAVE A REPLY