From Jember With Love, Kiat Evy Indahwaty Taklukan Dunia Multifinance.

0
641
Evy Indahwaty ( kiri) dengan penghargaan terbaru yang diperolehnya.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Memulai karir sebagai seorang customer service ( CS) sebuah bank di Jember, Jawa Timur, Evy Indahwaty kini menjadi Chief Executive Officer (CEO) di PT Radana Bhaskara Finance Tbk. Sosok wanita cantik ini  bertabur penghargaan terutama dua bulan terakhir.

evy-rhadana

Dikenal sebagai sosok yang disiplin, tegas, visioner, energik, dan selalu memotivasi karyawan,  Evy terpilih menjadi The Best of The Best CEO Multifinance of The Year 2016  dari Majalah Economic Review, Volume.08/TH.IV/2016. Majalah terkemuka menobatkannya pula masuk dalam 50 Talenta Nasional Pilihan Majalah SWA, 20-XXXII, edisi: 29 September – 12 Oktober 2016 dengan kompetensi: Customer saticfaction strategy, Finance strategy.

Prestasi dan terobosan yang dilakukannya antara lain berhasil meningkatkan laba bersih mencapai dua kali lipat pada tahun 2015 sebanyak Rp 39 miliar dibanding tahun 2013 senilai Rp 17 miliar.

Dia juga mampu meningkatkan peringkat perusahaan pembiayaan sehingga Radana Finance, perusahaan yang di pimpinnya itupun mendapat Penghargaan bergengsi yang unggul dalam  menciptakan kepuasan karyawan dalam Stellar Workplace Award 2016.

Penghargaan tidak membuatnya melayang serta merasa menjadi sukses sendiri. Agaknya profesionalism yang dibangunnya sejak mulai bekerja memberikan kontribusi yang besar bagi  rekam jejak karirnya di kemudian hari yaitu selalu bersyukur dalam kondisi susah maupun senang.

“Hal pertama jika menghadapi mutasi kerja adalah bersyukur dan bersyukur. Saya yakin Allah SWT pasti punya rencana yang terbaik bagi saya. Maklum sepanjang karir di dunia multifinance ini saya sering sekali  dilempar ke area cabang  terburuk dan paling merugi,” ungkapnya dengan tenang.

Senyumnya merekah kalau diingatkan kiprahnya saat mengawali karir dari sebuah bank ternama ke PT  Adira Dinamika Multi  Finance milik Teddy Rachmat yang saat itu menunjuk  Stanley Atmadja sebagai Presiden Direktur. Keyakinan bahwa kedua atasannya itu akan membesarkan perusahaannya dengan fokus membuat Evy melenggang penuh keyakinan meninggalkan dunia perbankan ke dunia pembiayaan.

Dari bank Niaga yang ternama dengan kantor nyaman dia langsung pindah ke Ruko di Jember. Lalu tak lama kemudian dari kota kabupaten langsung pindah ke Ibukota negara. Bisa dibayangkan bagaimana deal yang harus dilalukan dengan keluarga baik posisinya sebagai istri, ibu, menantu dan sebagai profesional muda dengan masa depan karir yang cerah di depan mata.

“Kalau kita memiliki rasa cinta dan gairah ( passion) terhadap pekerjaan yang kita tekuni dan menikmati prosesnya maka sebesar apapun tantangan dan saingannya saya yakin dapat menaklukkannya,” ujarnya optimistis mengawali bincang sore beberapa lalu.

Tak heran sikapnya itu membuat  perjuangannya membangun institusi dari nol dan mengubah kantor-kantor cabang di berbagai area yang merugi menjadi untung karena dari bisnis yang tidak di kenal menjadi bisnis yang  diperhitungkan  dengan nama Adira Quantum elektronik.

Leadership  yang dimilikinya itu menjadi incaran headhunter dan Evy di minta oleh perusahaan Jepang, Suzuki Finance Indonesia untuk membuka market  baru. Lagi-lagi berkat tangan dinginnya dalam dua tahun, Suzuki Finance Indonesia menjadi market leader dalam pembiayaan Suzuki.

“Perusahaan yang saya pimpin sekarang ini awalnya  milik Niaga Investindo. Dalam perjalanannya, beberapa kali mengalami pergantian nama menjadi  PT. Niaga Indovest Finance (2001)  lalu berubah nama menjadi PT HD Finance dan sudah go public pada 2011. Tahun 2013, Perusahaan di ambil alih saham mayoritasnya oleh  PT Tiara Marga Trakindo ( TMT) dan kini namanya menjadi Radana Bhaskara Finance,” jelasnya.

Kecintaan pula yang membuatnya mampu menaklukan bisnis pembiayaan multifinance sehingga perusahaannya yang masih di rangking 44 tahun 2013, kini mampu memperbaiki peringkat dilevel 10 diantara perusahaan sejenis di tanah air.  Perseroan yang dipimpinnya ini per 30 November 2015 telah memiliki  lebih dari 56 kantor cabang yang tersebar di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Bidang usahanya meliputi pembiayaan investasi, pembiyaan modal kerja, pembiayaan multiguna dan kegiatan usaha pembiayaan lainnya.

“Fokus pembiayaannya kini pada pembiayaan kendaraan bermotor roda dua dan  pembiayaan multiguna dengan jaminan BPKB kendaraan dan Sertifikat rumah ,” kata ibu dua anak yang hobi masak dan wisata kuliner ini.

Dari uraian singkat mengenai perjalanan karirnya berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain, Evy  ternyata tak lupa mewariskan legacy yaitu memperbaiki mentalitas karyawan terutama fighting spirit.

Memiliki  jiwa juang (fighting spirit) tinggi dan terus berfikir out of the box perlu ditularkan seorang pimpinan pada semua karyawan sehingga performa terbaik yang diperoleh perusahaan adalah hasil kerja tim dari hulu hilir.

“ Kalau Radana Finance belakangan ini mendapat berbagai penghargaan jelas itu adalah hasil kerja keras tim yang ada sehingga harus terus ditingkatkan dan harus tertantang untuk menjadi panutan,” kata Evy sambil menyeruput tehnya di sebuah cafe mall sepulang kerja.

Dukungan 360 derajat

 Evy mengaku tidak pernah merasa bahwa penghargaan yang bertubi-tubi datang adalah sebuah kesuksesan pribadi karena dari awal memulai karirnya di dunia kerja keluarga berkontribusi besar dalam menunjang karirnya hingga mencapai posisi-posisi puncak.

“Kesuksesan seseorang adalah berkat dukungan 360 derajat dari orang-orang terdekat yang berada di sekitarnya. Semua orang baik suami yang menjadi pasangan hidup kita, anak-anak, keluarga, atasan-bawahan bahkan masyarakat disekitar masing-masing  punya kontribusi,” kata wanita yang Mei lalu juga masuk final Anugerah Perempuan Indonesia ( API).

Evy termasuk orang yang menikmati dukungan 360 derajat karena untuk menempati posisi CEO seperti sekarang ini ternyata sebelumnya perusahaan mengutus orang-orang kepercayaannya untuk  menyaring masukan-masukan hingga ke tingkat RT/ RW.

Penilaian mulai dari keluarga, masyarakat dimana dia tinggal seperti tetangga, rekan dan mitra kerja untuk mengetahui bagaimana kiprah Evy diluar pekerjaan. Bagaimana pula hubungan sosial dengan lingkungan sehingga para pemegang saham yakin tidak salah memilihnya untuk menjadi CEO di perusahaannya.

“Sukses tidak pernah sendiri dan tidak gratis. Perlu dukungan dari semua penjuru atau 360 derajat dari orang disekitar kita. Sukses tidak akan di dapat dengan sikap yang manis pada atasan tapi kita bersikap buruk pada bawahan,”

Semakin berkembangnya perusahaan maka kompetitor juga semakin ketat sehingga jika di rumah maupun dikantor seseorang mendapat dukungan 360 derajat dari lingkungannya, maka dia berkeinginan untuk terus berinovasi dan berfikir out of the box karena selalu ingin memiliki performa terbaik.

“Sukses buat saya adalah ketika  saya mampu memimpin diri saya sendiri, mampu menempatkan diri menjadi istri, ibu, sebagai menantu hingga sebagai atasan. Kalau rumahtangga saya adem, tentrem baru layak dapat penghargaan dari performa kinerja perusahaan. Ini bukan klise, buat apa dapat penghargaan kalau hubungan antar anggota keluarga tidak harmonis,” jelasnya.

Evy merasa beruntung karena sebagai seorang wanita yang memimpin kendali perusahaan dia mampu membuat setiap orang bisa berkontribusi secara optimal. Jadi apapun jabatan dan fungsinya maka kotribusinya bagi perkembangan usaha harus dihargai.

“Jangan pernah menganggap remeh tugas seorang Office Boy ( OB)  karena kalau dia tidak hadir di tempat kita bekerja siapa yang menyelesaikan urusan kebersihan, urusan makan-minum dan pekerjaan lainnya. Saya justru salut dengan seorang OB karena dengan gaji minim tetap bisa menghidupi rumah tangga dan menyekolahkan  anak-anaknya,”

Evy piawai dalam memompa Fighting spirit karyawan. {foto-foto: dok pribadi)
Evy piawai dalam memompa Fighting spirit karyawan. {foto-foto: dok pribadi)

Spiritual dan fighting spirit

 “Memiliki kecerdasan spiritual quotient bagi saya pribadi adalah keharusan. Selain itu memiliki  jiwa juang yang tinggi ( fighting spirit) juga harus terus dijaga karena dalam pasang surut kehidupan pasti dibutuhkan jiwa yang memiliki daya juang tinggi, tidak mudah menyerah dan bisa menghadapi berbagai tantangan dan halangan”

Meski dilahirkan dari ibu yang blasteran Belanda dan ayah yang keturunan Cina- Madura, Evy merasa beruntung karena dapat mengasah ilmu agama secara Islam dari keluarga dan  lingkungan sekitarnya. Bahkan sejak kecil hingga dewasa dia senang memperdalam ilmu agama baik secara mandiri maupun bimbingan langsung ulama.

“Kehidupan spiritual itu mutlak dimiliki karena kita hidup harus seimbang untuk dunia dan akhirat. Oleh karena itu sangat merugi kalau kita sehari-hari sibuk dengan urusan dunia tapi lupa investasi akhirat,” ungkapnya.

Menurut Evy, pentingnya kehidupan spiritual ini tidak lepas dari fighting spirit yang ditanamkannya pada keluarganya baik di rumah maupun di kantor. Karyawan di kantor, ujarnya,  sudah seperti keluarga dan mereka dilatih untuk punya jiwa juang yang tinggi karena terbukti berhasil menaklukan sifat-sifat buruk dan kekurangan yang dimilki, tambahnya.

“ Kalau tidak punya jiwa juang yang tinggi bawaannya cepat merasa puas dan tidak mau mencoba mencari jalan keluar atau solusi hidupnya,”

Ibu dua orang anak yang sudah dewasa dan  menjadi sarjana tekhnik sipil serta seorang dokter ini melatih fighting spirit dari anak-anaknya sejak kecil. Caranya dengan memberikan penghargaan setelah sang anak kerja keras untuk mendapatkan prestasi terbaik selalu dilakukannya.

“ Anak-anak sudah paham kalau uang jajannya terbatas dan untuk mendapatkan mainan yang diinginkan misalnya, harus buat perencanaan berapa lama  menabung karena dengan demikian mereka menghargai proses jerih payahnya,”

Selalu belajar

 Kalau ada ungkapan tuntutlah ilmu hingga ke liang lahat maka Evy adalah salah satu orang yang terus belajar dan tidak pernah bosan untuk mempelajari cara atau strategi baru untuk menghadapi tantangan berbagai hal yang harus dihadapinya.“Terus belajar itulah yang membuat hidup kita lebih hidup dan tidak monoton atau sekedar menjalani rutinitas,” tandasnya.

Saat berwisata bersama keluarga ke berbagai daerah misalnya, Evy menyempatkan mampir ke pasar-pasar tradional maupun ke pasar-pasar kerajinan karena disana sekaligus dia bisa belajar tradisi dan budaya setempat.

“Saya suka belanja kain-kain tradisional nanti sampai dirumah saya belajar mendesain baju-baju yang saya pakai sendiri sebelum menyerahkan ke tukang jahit,”

Wanita yang suka memasak dan memanjakan keluarga dengan masakannya sendiri ini juga menyempatkan wisata kuliner setiap kali berkunjung ke suatu daerah maupun kemananegara. Hobi masaknya  itu yang akan memandunya untuk memahami bumbu-bumbu yang digunakan saat makan di restoran..

“Saya suka berwisata ke Bali dan Jogya karena destinasi yang komplit yaitu keindahan alam, seni, budaya,  kuliner hingga wisata belanjanya,”

Bukan hanya urusan wisata, perjalanan dinaspun  tidak lepas dari cara Evy belajar membangun kebersamaan dan membangun hubungan emosional dengan rekan kerja atau rekan bisnisnya sehingga hubungan tidak hanya sebatas bisnis tapi makin dekat seperti terhadap keluarga sendiri.

“Kalau sama rekan bisnis atau teman kantor lebih banyak keluar negri jadi sambil kerja kitapun dapat mempererat silaturahim dan belajar banyak dari jejaring (networking) pertemanan yang ada termasuk bagaimana kiat bisnisnya dalam menjalankan usaha,”

Belajar dari sesama manusia, belajar dari alam semesta dimana konsep, program dan sistem yang ada pada alam ciptaan  Allah SWT membuat Evy tak pernah lupa asal usulnya.

Hadir dimanapun dengan wajah ceria dan penuh rasa cinta membuat lawan bicaranya ini  menjadi mahfum bagaimana dia akhirnya menuai prestasi dan  penghargaan. Rasa syukurnya yang besar itulah agaknya  membuat aura kasih di wajahnya itu tak pernah padam

Sang ratu penghargaan yang bangga menjadi orang Jember ini sebelum berpisah masih menyuarakan cintanya ; Ayo Berwisata ke Jember yang namanya kini sudah mendunia lewat Jember Fashion Carnival dan sepanjang tahun menggelar aneka festival. ( Hilda Ansariah Sabri)

 

LEAVE A REPLY