Flamboyan, Jadi Ikon Pariwisata Kupang

0
458
Bunga flamboyan tumbuh subur di salah satu tempat wisata kota Kupang (Foto: let's go around the world!!!)

KUPANG, bisniswisata.co.id: Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga kini belum punya ikon pariwisata, yang bisa menjadi daya tarik wisata yang khas di Kota Kupang. Untuk itu, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Provinsi NTT mendukung asosiasi tour dan travel (Asita) NTT mengembangkan wisata Flamboyan sebagai kekhasan pariwisata Kupang.

“Jujur selama ini Kota Kupang dan sekitarnya belum memiliki satu ikon pariwisata yang bisa menjadi daya tarik yang khas. Dengan semangat menjadikan kawasan Kota Kupang sebagai daerah wisata flamboyan menjadi salah satu yang patut didorong,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTT Weli Rohimone di sela-sela penanaman 200 anakan pohon flamboyan di kawasan jalan Herman Johannes, Sabtu (7/1/2017).

Dilanjutkan, untuk mengembangkan kawasan bunga flamboyan (pohon sepe) sebagai salah satu daya tarik juga kekhasan Kota Kupang, akan memberikan nilai positif tersendiri bagi pengembangan pariwisata di NTT. “Secara kelembagaan dinas pariwisata sangat mendukung untuk percepatan pengembangan pariwisata Kupang,” ungkapnya.

Diharapkan pengembangan kawasan wisata Flamboyan seperti layaknya bunga sakura di Jepang, setidaknya harus juga dilakukan dan dikembangkan disimpul destinasi lainnya seperti di kawasan pantai Lasiana, Batu Kapala, Namosain dan kawasan pantai lainnya.

Hal itu agar lebih semarak dan memberikan warna tersendiri untuk menyandang ikon flamboyan sebagai kekhasan Kota Kupang. “Kami sangat mendorong niat dan kerja keras Asita dan diharapkan tidak hanya di NTT saja tetapi di sejumlah wilayah dan titik destinasi lainnya,” katanya.

Ketua Asita Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengatakan gagasan menjadikan Kota Kupang sebagai kawasan wisata Flamboyan berawal dari daya tarik kembang flamboyan yang mekar sepanjang akhir Oktober hingga akhir Desember setiap tahunnya.

Hal itu memunculkan ketertarikan setiap tamu yang berkunjung ke Kota Kupang di bulan-bulan saat flamboyan mekar. “Para tamu yang ikut dalam paket wisata kami selalu meminta untuk mengabadikan momentum bersama bunga flamboyan setiap berkunjung ke Kota Kupang. Daya tarik itulah yang akhirnya memberikan inspirasi untuk Asita menggagas kawasan wisata Flamboyan,” katanya.

Diakuinya, butuh waktu dan kerja sama yang cukup baik dengan sejumlah pihak, pemerintah dan juga masyarakat untuk kepentingan pencapaian target kawasan tersebut.

“Kerja sama sudah mulai dibangun bersama pemerintah dalam hal ini Dinas Pariwisata NTT dan juga daerah serta lembaga lainnya yang terkait,” katanya seperti dilansir laman Antara.

Dia mengatakan, penanaman 200 anakan pohon flamboyan yang disumbangkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang akan menjadi titik awal gerakan wisata Flamboyan. “Pencanangan wisata flamboyan bertepatan dengan HUT ke-46 Asita,” sambungnya.

Sekretaris Lembaga Penelitian Universitas Nusa Cendana Kupang Dr Ir Ludji Michael Riwu Kaho mengatakan, pohon flamboyan itu sangat cocok dan mudah hidup di iklim seperti Kota Kupang.

Meskipun mudah hidup tetap harus mendapatkan perhatian dan perawatan agar tidak punah dan mati. “Perlu perhatian dan perawatan sehingga bisa terus hidup dan saatnya bisa berbunga di saatnya untuk menjadi menarik bagi wisatawan,” katanya.

Pohon tersebut lanjut dia, harus dihindari dari ternak dan api jika musim panas tiba. “Karena itu setelah menanam harus ada perawatan,” katanya. (*/ANT)

LEAVE A REPLY