Fiona Callaghan Dapat Gelar Kehormatan Seiserei Suku Asmat

0
148

Fiona Callaghan, model dan presenter cantik bergelar Seiserei.( foto-foto: Anton Bayu Samudra) 

ASMAT, Papua, bisniswisata.co.id, Distrik Atsj, Kabupaten Asmat kedatangan Fiona Callaghan, model, artis dan presenter yang menjadi finalis Putri Indonesia 2009.

Gadis cantik yang kiprahnya selalu ingin memajukan generasi muda dan kaum wanita ini mendapat gelar kehormatan yaitu sebagai Seiserei, tokoh kepala perang wanita.

Dalam sejarah Asmat, rumpun Betsbub pada khususnya, penyematan nama Asmat terhadap seorang wanita baru terjadi pertama kali terhadap Fiona Callaghan ini.

Model cantik ini diberi gelar layaknya seorang Cesma Couc yang artinya Kepala Perang Wanita. Dia merupakan tokoh dari Atsj yang menjadi teladan untuk para wanita, seorang Ibu dan perempuan yang berani melawan musuh pada saat terjadi perang suku.

Seiserei juga digambarkan sebagai wanita pemberani dalam mempertahankan wilayah dengan penuh strategi serta mampu mempertahankan jati diri sebagai seorang wanita Asmat.

Gelar itu diberikan karena dia memahami kodratnya sebagai seorang ibu yang melahirkan anak tetapi juga mampu memimpin  sebagai kepala perang wanita. Dalam beraktivitas sehari-hari, Seiserai juga pandai membuat anyaman,  awer, dan lain-lain.

Kecintaan  Fiona Callaghan pada Distrik Atsj berawal kunjungan pertama kali ke Kabupaten Asmat bulan Maret tahun 2012 untuk membuat  liputan program adventure Pelesir MNC TV di Agats dan Sawa Erma.

Suku Asmat adalah salah satu suku yang mendiami wilayah Papua bagian Selatan, diapit oleh Kabupaten Merauke, Mappi, Mimika, Yahukimo dan Nduga. Populasinya terbagi dua yaitu mereka yang hidup dipesisir pantai dan pedalaman.

Mereka juga memiliki perbedaan satu sama lainnya dalam hal cara hidup, struktur social dan ritual, hal ini dapat dilihat dari hasil karya-karya mereka dalam mengukir patung.

Kabupaten Asmat awalnya adalah bagian dari Kabupaten Merauke yang terdiri dari kecamatan Agats, Ayam, Atsj, Sawa Erma dan Pantai Kasuari. Namun kini Kabupaten Asmat terdiri dari 10 Distrik (Agats, Atsj, Akat, Fayit, Pantai Kasuari, Sawa Erma, Suator, Kolf Brasa, Unir Sirau dan Suru-suru).

Daya tarik Asmat memang kuat dan tak heran jika Fiona Callaghan akhirnya jatuh cinta pada wilayah yang memiliki objek-objek wisata Budaya, objek Wisata Alam dan objek Wisata Taman Nasional Lorentz.

Objek Wisata Budaya yakni Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat yang tersimpan benda-benda bersejarah suku Asmat seperti Ukiran patung (Mbis, Panel, Salawaku, Perisai Woramon/perahu adat, panah, busur, terompet, pakain roh, kapak batu, busur, dll),  

Keunikan lain yang dijumpai adalah rumah adat Asmat  disebut Jeu. dikhususkan untuk para pemuda Asmat yang belum menikah. Rumah ini terdiri satu ruangan dengan beberapa pintu, dibangun dengan berbahan kayu, atap dari daun sagu, dan tidak menggunakan paku besi,ukurannya antara 30 – 60 meter.

Jeu ini biasa digunakan untuk pesta-pesta sakral, perang/perdamaian, tempat menceritakan dongeng para leluhur. Penghargaan dunia terhadap Suku Asmat adalah sebagai Situs Warisan Budaya (Site of the World Cutural Heritage).

       Fiona melakukan mentoring untuk pemilihan Putri Atsj

Setiap tahun pada bulan Oktober selalu diadakan event yaitu Festival Budaya Asmat yang diprakarsai oleh Kurator Museum Asmat, Keuskupan dan Pemda Asmat.

Kegiatan festival ini yakni lelang patung, demonstrasi ukir dari para pematung asmat, pagelaran masakan khas Asmat, pemilihan Abang dan None Asmat, pementasan tarian adat Asmat, maneuver perahu/lomba perahu Asmat dan lain-lain.

Fiona sesuai dengan profesinya tak segan-segan melakukan mentoring untuk Pemilihan Putra Putri Pariwisata 2017 tingkat Kabupaten Asmat yang merupakan kumpulan dari siswa siswi semua sekolah di Agats dan Atsj.

Dia juga memberikan mentoring khusus untuk Pemilihan Putri Atsj 2017 tingkat district. Kecintaannya
pada masalah sosial budaya juga meringankan langkahnya berkeliling dari satu kampung ke kampung yang lain.

Fiona mengunjungi dari  satu sanggar ke sanggar yang lain untuk memberikan masukan mengenai produk anyaman, patung dan cindramata lainnya. Kunjungannya ke  sanggar anyam Mama mama dan sanggar – sanggar ukiran Bapa – bapa selalu mendapat sambutan positif.

Fiona mengagumi adat istiadat suku Asmat yang mengakui bahwa asal usul mereka adalah sebagai anak dewa yang berasal dari dunia mistik atau gaib. Lokasinya berada di mana mentari tenggelam setiap sore hari. Berdasarkan mitologi  masyarakat Asmat yang berdiam di Teluk Flamingo, dewa itu bernama Fumuripitis.

Mereka yakin bila nenek moyangnya pada jaman dulu melakukan pendaratan di bumi di daerah pegunungan. Selain itu orang suku Asmat juga percaya bila di wilayahnya terdapat tiga macam roh yang masing-masing mempunyai sifat baik, jahat dan yang jahat tapi sudah mati.

             Fiona saat diberi gelar Seiserei

Prosesi upacara

Penyematan  Fiona Callaghan sebagai Seiserei  dilaksanakan pada tanggal 17 November 2017, jam 10 pagi WIT di Jew Bakasei, Kampung Bakasei, District Atsj,  Kabupaten Asmat, Rumpun Betsbub.

Fiona menggunakan hiasan Asmat yaitu pacin (hiasan kepala bulu kuskus) , sok fin (bulu burung warna putih) , pisua (tulang kasuari) dan betem (gelang khas Asmat yang terbuat dari rotan).

Prosesi penyematan diawali dengan penjemputan Fiona Callaghan oleh keluarga Seiserai dengan naik Chi (perahu traditional khas Asmat) selama 25 menit menuju Jew Bakasei dengan cara berdiri di bagian tengah Chi.

Bagian depan Chi berdiri Bakapem ( Pastor Eko OSC ). Sesampai didepan Jew Bakasei, Fiona turun dan menginjak lumpur kemudian dijemput sama Mama – mama sebanyak 5 orang dari keluarga besar Seiserai.

Fiona disambut dan digandeng menuju pintu Jew Bakasei. Sesampai didepan pintu utama (tengah) Jew Bakasei,  Fiona dicuci  kakinya sebagai tanda penghormatan. Setelah kaki bersih,  digandeng masuk dan diarahkan ke tungku Seiserai lalu kemudian duduk.

Ritual selanjutnya adalah wajah   Fiona Callaghan di usap-usap menggunakan sagu disekeliling wajahnya. Usapan  yang pertama kali dilakukan oleh tetua adat Bakasei lalu dilanjutkan oleh semua keluarga besar Seiserai. Sebelum diusap, mereka menyebut nama Fiona.

Bernama asli  Fiona Euis Tjantiari Callaghan, wanita kelahiran Kinabalu, Malaysia, 25 Maret 1985  ini mengaku merasa terharu dengan penghargaan Seiserei yang diperolehnya karena sejatinya berbuat baik setiap hari adalah kewajiban seseorang bukan untuk mendapatkan gelar kehidupan, tandasnya (Laporan: Anton Bayu Samudra).




LEAVE A REPLY